Inspirasi Dari Dr. Ir. Ayub Meko: Dari Kuli Bangunan Hingga Kursi Rektor UKAW Kupang

profil  Dr. Ir. Ayub Meko rektor unkris kupang
Dr. Ir. Ayub U.I Meko, M.Si

Dilansir dari Sorot Fakta23 - Inilah sosok Rektor Universitas Artha Wacana (UKAW) Kupang, Dr. Ir. Ayub U.I Meko, M.Si yang lahir dan dibesarkan dari keluarga yang sederhana. Kepada media di ruang kerjanya Rabu (10/03/2021), Pria yang lahir pada tanggal 21 April 1966 di Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tenggah Selatan (TTS) Propinsi NTT itu, mengisahkan  pengalamannya selama menempuh pendidikan.  "Saya harus menjadi tukang dan membantu orang lain membersihkan halaman rumah agar membantu memenuhi kehidupan saya selama menempuh studi S1 di Kupang,"tutur pria yang biasa disapa Ayub itu. 
 

Pasalnya, ayahnya hanya seorang petani sehingga membuatnya kuliah sambil bekerja. "Karena bapak saya itu hanya seorang petani biasa yang selalu menggandalkan keahliannya untuk bercocok tanam dan tanaman yang ditanam seperti pisang, ubi, kelapa, siri pinang, lengkuas, jahe dan kunyit semua itu ditanam dalam jumlah yang banyak sehingga waktu panen juga menghasilkan hasil yang cukup untuk membiayai kehidupan kami, "Cerita Dr. Ayub.


Pada 196-an, ayahnya diangkat menjadi seorang koster di Gereja Imanuel Kesetnana.
"Ayah saya hanya petani tidak memiliki jabatan yang tinggi seperti Rukun Tetangga (RT) atau juga Rukun Warga (RW), ia hanyalah seorang petani tetapi petani yang berhasil, "jelas Sang Rektor.

Karena ayahnya hanya seorang petani sehingga dari kecil Ayub mulai membantu ayahnya sebagai seorang petani dan itu sudah menjadi kebiasaan sampai saat ini, meski sudah menjabat sebagai seorang rektor tetapi ia juga bekerja sebagai seorang petani. "Saya tidak seperti anak-anak lain yang mempunyai waktu bermain banyak tetapi saya selalu mengutamakan sekolah dan bertani untuk membantu bapak saya, "katanya


Untuk diketahui, Ayub menyelesaikan studi Sekolah Dasar (SD) di SD Negeri Kesetnana, Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP Negeri 1 Soe dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMA Negeri 1 Soe. Setelah itu, Ayub kuliah S1 di Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang pada Fakultas Pertanian, Program Studi Teknologi hasil pertanian.

Dalam mengikuti kuliah, dirinya juga aktif dalam organisasi kampus namun hanya kegiatan-kegiatan tertentu saja karena Ayub lebih mengutamakan kuliah sambil bekerja. Karena dirinya tahu bahwa perputaran uang di Kota dan  di kampung berbeda, sehingga bagaimana caranya bisa menghasilkan uang di kota untuk membantu membiayai kehidupannya. "Saya di kota pada zaman itu kuliahnya sulit karena harus melewati ujian negara sehingga untuk menyelesaikan S1 saja membutuhkan waktu selama 6 tahun setelah menyelesaikan Skripsi harus menunggu lagi 1 Tahun baru mengikuti ujian negara namanya ujian MUTU setelah itu baru bisa diwisudah S1 pada tahun 1992. Setelah menyelesaikan studi S1 saya ikut membantu di Kampus Unkris (Red: UKAW) setelah beberapa tahun membantu kemudian saya dianggkat menjadi Dosen, "beber Ayub


Tahun 1998, Ayub melanjutkan studi S2 di Universitas Sam Ratulangi Manado dan selesai pada tahun 2001. Tahun 2011, kembali untuk melanjutkan studi S3 di Universitas Sam Ratulangi Manado sampai selesai. "Selama saya menjadi Dosen saya selalu mengutamakan tugas saya sebagai seorang Dosen yaitu mengajar dan mendidik supaya setelah Mahasiswa-Mahasiswi yang menyelesaikan studi di kampus ini bisa menjadi orang-orang bermanfaat bagi diri sendiri masyarakat dan terutama bagi Bangsa dan Negara karena,"tuturnya


Dikatakan Ayub, Hidup ini orang lain membantu tetapi yang menentukan sukses atau tidak itu berada di dalam pribadi kita karena bimbingan dukungan orang tua, keluarga, teman, Dosen, Guru, mereka itu hanya mendukung tetapi yang sebenarnya menentukan itu melekat di dalam diri atau pribadi kita sendiri. Untuk itulah, Ayub berpesan terhadap mahasiswa-mahasiswi teruslah berjuang dengan tekun dan tanggung jawab. 

"Saya mau katakan begini Jalani dan tekuni tugas dan tanggung jawab apa yang sedang kita kerjakan agar Tuhan tetap menuntun kita dengan hikmat, kuasa, dan kewibawaan ilahi karena Tuhan tidak pernah merencanakan yang tidak baik untuk kita umat manusia namun terkadang kita manusia yang salah menentukan arah dan tujuan kita kedepan, "terangnya. 


Ayub mengumpamakan serumpun pisang jika mau mandiri harus dipisahkan dari rumpun baru tumbuh menjadi rumpun pisang yang baru, jikalau mau tetap suatu saat buahnya akan menjadi kecil tetapi pisang itu kalau dipisahkan dari rumpunnya maka dia akan melahirkan pisang baru dan akan menjadi besar dengan buah yang lebih besar.(Sorot Fakta23)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel