Pria Asal Belu Ditampar Wanita Jawa, Hingga Dimasukan Ke Sel, Ini kronologinya

Ilustrasi Istri Aniaya Suami

Diduga kuat seorang pria asal Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur bernama Elias Donovan Ballo ( EDB) melakukan penganiayaan brutal terhadap seorang wanita beralamat Serujo, RT 011/ RW 002, Kelurahan Pucanganom, Kecamatan Sidoarjo,Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur bernama Eva Listiana ( EL) hingga babak belur.

Korban EL saat dihubungi Metrotimor.id di Surabaya, Minggu (14/3/2021) menjelaskan, dirinya dianiaya oleh pelaku EDB secara brutal pada 10 November 2020 dikala keduanya bekerja di pabrik kayu di KPP 100, Kabupaten Gresik dan tinggal bersama sebagai suami istri di tempat kos selama dua minggu.

Penganiayaan itu dipicu oleh suatu percekcokan perang mulut yang tidak dapat dihindari. Diduga dipicu oleh rasa cemburu butu. Karena di kala itu korban bersama seorang teman akrab Elias, bernama Peter berjalan ke Kota Surabaya mulai berangkat dari rumah pukul 19.00 dan pulang kembali ke rumah kos pukul 23.00 WITA.

Meski pun, dikala pergi korban dan Peter telah meminta izin kepada pelaku secara baik – baik. Peter adalah teman baik dari Elias asal satu daerah yakni Belu – Timor Leste.

Saat korban sebelum tidur, ia bercanda dengan pelaku bahwa” kalau saya pergi ke Surabaya papa tidur dengan siapa nanti,” ucap Eva.


Jawaban pelaku dengan nada kasar, ” Kau mau pulang pagi, mau tidak pulang intinya saya mau kerja saja,” jawab Elias ( pelaku).

“Setelah saya mendengar jawaban pelaku, saya merasa hati disakiti dengan ucapannya. Lalu saya tampar pipinya. Pelakupun membalas tonjok mulut saya. Karena merasa sakit, saya mau pulang kembali saja ke rumah orangtua. Tidak mau lagi tinggal bersama pelaku,” kisah Eva sedih.

Pada waktu itu pelaku menahan korban untuk tidak pergi dan memaksa untuk minum air. Korban pun tidak mau minum air pelaku menyiram wajah korban dengan air.

Korban marah karena perlakuan kasar dari pelaku dengan mendorong tubuh korban. Korban berusaha berteriak minta tolong tetapi pelaku semakin brotal melakukan kekerasan terhadap korban.
Pelaku mencekik leher korban dengan tangan kiri, lutut naik di dada korban dan tangan masukan ke dalam mulut korban selama 10 menit akibatnya korban sulit bernapas.

Korban sempat melakukan pembelaan diri dengan mendorong wajah pelaku, tetapi jarinya digigit oleh pelaku. Korban pun minta ampun baru dilepas dan pelaku baru sadar.

Setelah itu, korban kabur lewat jendela karena pelaku menyita dompet dan semua kunci kamar.

Korban kabur lewat jendela untuk pergi membuat laporan ke Polres Gresik. Tapi sialnya malam itu, polisi belum membuatkan laporan karena korban tidak membawa KTP.

Sehingga paginya baru korban menghubungi penasihat hukumnya baru polisi mengambil keterangannya.

Menurut korban, hingga saat ini dirinya belum mendapatkan surat pemberitahuan dari penyidik Polres Gresik tentang perkembangan kasus kekerasan ini.

” Kini saya minta penyidik Polres Gresik untuk progres terhadap kasus saya ini. Jangan karena keluarga pelaku ini adalah polisi juga jadi kasus saya ini didiamkan saja. Mohon pak Kapolri beri perhatian kepada kasus saya ini,” pinta Eva.
” Saya pun minta pertanggungjawaban secara hukum dan moral dari pelaku jangan hanya kabur begitu saja. Setelah saya dengar pada 13 Januari 2021 bahwa pelaku EDB telah kabur kembali ke Atambua, saya minta Polres Gresik proaktif menetapkan dia sebagai tersangka ,”pinta Eva.

Direktur PLBH Timor Adrianus Magnus Kobesi, S.H mendesak Polres Gresik untuk proaktif melakukan koordinasi dengan Kapolres Belu, Polda NTT untuk menangkap pelaku kekerasan terhadap wanita EL asal Sidoarjo itu.

Polres Gresik pun wajib memberikan surat pemberitahuan kepada korban terkait proses perkembangan kasus tersebut.

Pelaku EDB saat dikonfirmasi via selulernya di Atambua berulang kali tidak merespon pesan singkat WhatsApp maupun telepon biasa.

Hingga berita ini dipublikasikan Kapolres Gresik belum berhasil dihubungi (tim) 
*source: METROTIMOR.ID

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel Sedang #Viral