Setelah Politani, Kini Mahasiswa Unwira Kupang Ditemukan Gantung Diri

Redemptus Tangi Kebo

Setelah Mahasiswa Politani Kupang Ditemukan Gantung Diri Di Pohon Kusambi Menggunakan Selang Air pada tanggal 2 Maret 2021 yang lalu BACA BERITANYA, KLIK >>> DISINI, kini warga kota kupang dikejutkan dengan Mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri

Kejadian Nahas itu menimpa, Redemptus Tangi Kebo atau yang biasa di sapa Carlos ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kebun Biara Karmel San Juan Penfui, Kupang. Tragisnya, Carlos  ini tewas gantung diri. Mahasiswa semester IV Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang ini  ditemukan pertama kalinya sekitar pukul 06.00 Wita oleh anggota komunitas Biara Karmel San Juan-Penfui Kupang  yang sedang mengikuti misa pagi. Dilansir dari SEGAP dari Babinsa Penfui Kupang Timur, Serda. Yoakim R. Pareira, mengatakan, berdasarkan keterangan para penghuni biara, disebutkan, jasad Carlos ditemukan saat para frater di biara itu hendak misa pagi. Saat jendela kapel dibuka, sejumlah frater melihat jasad Carlos tergantung di pohon mahoni.

Dikutip dari RakyatNTT.com, paman korban, Urbanus Gelu mengaku bahwa korban adalah anak yang periang. Makanya ia sangat heran korban bisa mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. “Saya tidak mengerti sampai bisa jadi seperti ini karena dia periang,” ujarnya.

Urbanus menambahkan, korban juga tidak ada riwayat sakit. Bahkan Sabtu (6/3/2021) kemarin, korban bersama dengan anggota komunitas lainnya masih sempat ke sawah. “Teman-temannya bilang kemarin mereka ke sawah dan kerja ramai-ramai. Tadi malam dia juga masih bermain dengan teman-teman,” kata Urbanus.


BACA JUGA: Oknum Dosen Unimor Cabuli Mahasiswi, Hingga Hamil Tujuh Bulan, Kencan Setiap Malam Minggu Di Rumah Pelaku


Calon Imam

Untuk diketahui, Carlos adalah calon Imam (Frater) dari Ordo Karmel Tak Berkasut (Ordo Carmelitarum Discalceatorum/OCD). Ia berasal dari Ruto, Desa Warupele I Kecamatan Inerie Kabupaten Ngada, anak dari pasangan Don Kebo dan Maria Goreti Wege. Orangtuanya kini tinggal di Ngalisabu, Kelurahan Bajawa.


BACA JUGA: Bikin Malu, Istri Polisi Di Kupang Ditangkap Warga Saat Mencuri, Sudah Berulang Kali Beraksi


Sebelum meninggal, dua hari lalu Frater Carlos ternyata sempat meminta doa dan dukungan dari para kerabat sehubungan dengan cita-citanya menjadi imam. Itu terlihat dari komentarnya saat membalas komentar dari para kerabat di facebook.

“Ia ema trimakasih. Doakan saya semoga tahun ini bisa memperbaharui kaul”ku”. Tulis frater Carlos (akun fb Begu) saat membalas komentar salah satu kerabatnya.


BACA JUGA: Bos Perusahaan Di Kefa, Hamili Anak SMP, Berawal Dari Raba-Raba Hingga Beraksi Dalam Mobil

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel Sedang #Viral