Kronologi Oknum Polisi Tembak PSK Gara-gara Kondom

Ilustrasi

Nasib sial menimpa Pekerja Seks Komersial (PSK) sebut saja Melati (nama disamarkan). Ia harus dilarikan ke rumah sakit pasca pelipisnya ditembus oleh timah panas seorang oknum polisi berinisial AP, berpangkat Brigadir Dua (Bripda). Mirisnya, Melati ditembak bukan karena kejahatan namun gara-gara kondom. Tempat kejadian aksi biadab polisi itu terjadi di kawasan hiburan malam Pekanbaru, Grand Dragon yang masih satu bangunan dengan Hotel New Hollywood, Jalan Kuantan Raya. 


Kronologi

Kejadian berawal dari oknum polisi yang bersangkutan pesan jasa melati dan temannya untuk kencan di hotel. Mereka janjian untuk bertemu di kamar hotel New Hollywood, Jalan Kuantan Raya pada Sabtu dini hari, pukul 03.30 WIB.


Namun, ketika melati dan temannya tiba di hotel dan hendak masuk ke kamar, Ternyata lupa beli pengaman alias kondom. Atas dasar itu, Melati pun turun keluar untuk membeli kondom sementara temannya masih di mobil.



Namun, oknum polisi itu mencurigai melati dan temannya akan lari dan tidak kembali karenanya ia merasa tertipu. Karena emosi, AP melepaskan tembakan ke atas. Namun Melati tidak menggubris dan buru-buru masuk ke taksi online yang sudah dipesan. AP pun semakin bringas dengan pistolnya. Ia bermaksud tembak ban mobil namun nahas, peluru mengarah ke kaca mobil bagian belakang. Akhirnya, peluru itu mendarat di pelipis teman Melati yang saat itu duduk di bagian belakang. 



BACA JUGA: Ada Apa, Dalam Waktu Seminggu, Dua Mahasiswa Di Kupang Tewas Gantung Diri


Dilansir dari Kompas.com, Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto SIK memberikan keterangan: "Korban saat itu sudah berada di dalam mobil. Pelaku kemudian melakukan penembakan tiga kali. Satu tembakan menembus kaca belakang mobil sehingga mengenai pelipis mata korban sebelah kanan," Kata Sunarto. Dan Saat ini pelaku sudah ditahan. Sementara korban masih dirawat di Rumah Sakit Santa Maria, Pekanbaru, Riau. 


REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel