Orang Kristen BIGOT: Biasanya Lebih Pentingkan Tuhan dan Abaikan Kemanusiaan


Catatan Seorang teman: Big•ot (BIGOT*)

Biasanya manusia jenis ini disematkan pada mereka yang terlalu fanatik dalam beberapa hal salah satunya agama.
Setiap agama pasti memiliki kaum bigot-nya masing-masing, mereka semua mempunyai 1 kesamaan meski berbeda agama dan aliran, yakni obsesi berlebihan terhadap surga.

Seorang pendeta yang bijaksana pernah mengobrol santai dengan saya membahas kaum bigot ini, menurut beliau jenis manusia seperti ini (khusus dalam agama Kristen) biasanya ada karena mereka belajar agamanya terlalu eksklusif, sehingga mereka menafsirkan Alkitab secara lurus sesuai apa dengan apa yang ada dalam isi otak mereka dan cenderung menolak semua pendapat dari luar yang tidak sesuai dengan penafsiran mereka, akibatnya mereka menjadi hakim atas sesamanya dan berani melangkahi otoritas Tuhan untuk menentukan jenis manusia yang akan masuk kedalam surga dan yang akan dibuang ke neraka.

Jenis manusia dangkal seperti ini, yang sudah termakan dogma, biasanya lebih mementingkan Tuhan dan mengabaikan kemanusiaan, sehingga jika dihadapkan pada ketidakadilan sekalipun mereka tidak akan bersikap sedikitpun.
Mereka lebih meyakini bahwa (khususnya agama Kristen) melayani Tuhan adalah segala-segalanya sampai lupa bahwa ketika Yesus mengunjungi rumah Maria dan Marta, yang menurut Yesus benar adalah apa yang dilakukan Maria duduk mendengar apa yang disampaikan Yesus dibanding Marta yang sibuk mau melayani Yesus.

Dalam hal melayani, Yesus datang kedunia untuk melayani, bukan untuk dilayani.
Ini juga yang membuat saya sering mengkritik gereja-gereja yang dibangun dengan megah sementara mereka mengabaikan jemaat-jemaat mereka yang hidup dalam kemiskinan dan kejahatan, sampai mereka lupa bahwa kemiskinan adalah akar dari kejahatan.

Pada akhirnya beliau berpesan agar tetap hidup melayani sesama apa pun itu bentuknya, melawan ketidakadilan adalah salah satu bentuk pelayanan kita kepada sesama yang tertindas.
“Hidup yang tidak melayani itu ibarat mata air jernih yang tidak tersentuh bibir yang haus!” tutupnya mengakhiri kopi sore kita kala itu.

Dari saya, anak pendeta radikal, untuk kaum Big•ot spesies domba!

*Bigot: Fanatik, Bersikeras dalam pendirian

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel Sedang #Viral