Dugaan Korupsi Pengadaan Buku, 12 Kepala Desa Diperiksa Kejari Kabupaten Kupang



Dugaan Korupsi Pengadaan buku di perpustakaan desa di Kabupaten Kupang, sebanyak 12 Kepala Desa (Kades) diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kupang, pada Kamis (18/03/2021). Para Kepala Desa itu dipanggil berkaitan dengan pengadaan buku perpustakaan di masing-masing desa. Ada pun nilai pengadaan buku itu, bervariasi yaitu mulai dari Rp. 25 juta, 35 juta hingga 50 juta. Kasus dugaan korupsi pengadaan buku perpustakaan desa itu sudah sampai pada tahapan penyidikan. Hingga saat ini, sudah 22 orang telah diperiksa sebagai saksi. 


Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kupang, Shirley Manutede, megatakan, awalnya, pengadaan buku di perpustakaan desa itu atas himbauan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa pada tahun 2016 lalu. Shirley Manutede, mengatakan bahwa sudah 12 Kepala Desa yang dipanggil hanya 7 Kepala Desa yang memenuhi panggilan.

“Jadi masih telusuri di kades-kades tersebut. Sudah 22 orang diperiksa, ”Ungkap Sherly melalui Chat WA.



Indikasinya, ada desa yang sudah membayar lunas namun buku – buku belum diserahkan. Ada pula desa yang telah menerima buku namun jumlah buku tidak lengkap.
Sementara itu, salah seorang sekretaris desa yang enggan namanya dipublikasi saat dikonfirmasi dihalaman Kantor Kejari Kabupaten Kupang, Kamis (18/03) mengatakan, pengadaan buku perpustakaan di desanya tidak masuk dalam program dan kegiatan tahun berjalan.



Munculnya item pengadaan buku perpustakaan justru terjadi saat pihak desa melakukan asistensi program ke Dinas PMD. *kabarindependen.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel Sedang #Viral