Tak Tau Malu, Kontraktor Di Kupang Pinjam Uang, Ketika Ditagih, Malah Ancam Bunuh Korbannya


Dilansir dari KoranPewartaKorupsi.com, salah satu kontraktor di Kota Kupang, Propinsi NTT yang berinisal JPN akan dipolisikan karena diduga ingkar janji atas pinjaman uang sebesar Rp. 96 juta dari Anitha H Buli (Korban)

Pasalnya JPN telah meminjam uang dari  korban sejak 2017 dengan jaminan sertifikat tanah yang bernomor 2275 dengan luas tanah 16.480 meter persegi namun sampai saat ini belum dikembalikan.

BACA JUGA: Bikin Malu, Istri Polisi Di Kupang Ditangkap Warga Saat Mencuri, Sudah Berulang Kali Beraksi

Menurut Anitha H Buli (Korban) kepada wartawan Selasa 2 Maret 2021 menjelaskan kronologi awal JPN meminjam uang untuk mengerjakan proyek

“Kronologinya pertama kan dia (JPN) ingin mengerjakan proyek jadi mau meminjam uang ternyata uang ini pertama saya yang pakai teman punya tapi saya sudah kasih lunas jadi dia anggap utang dengan saya jadi saya membuat perjanjian dengan dia untuk membuat kuitansi bahwa dia meminjam uang kepada saya,”terang Anitha

BACA JUGA: Bos Perusahaan Di Kefa, Hamili Anak SMP, Berawal Dari Raba-Raba Hingga Beraksi Dalam Mobil

Lanjut Anitha, bukti pinjaman JPN berupa kuitansi diatas manterai 6000 dan surat perjanjian serta jaminan sertifikat tanah.

“Saya membuat kuitansi pinjam jadi dia meminjam uang pada saya begitu diatas kuitansi dan materai dengan jaminan sertifikat pada bulan November semua itu ada di surat perjanjian,”jelasnya

Tambahnya, hubungan Anitha dan JPN sebagai teman dekat sehingga dirinya membantu JPN

“Saya dengan dia itu teman dekat kami itu membantu untuk mengerjakan karena dia meminta pada saya bahwa dia belum ada pekerjaan makannya dia meminjam uang,”ungkap Anitha

Hal yang fatal,selama ini sudah dilakukan pendekatan secara kekeluargaan justru JPN mengancam untuk membunuh

“Saya sudah melakukan pendekatan terus menerus selama ini tetapi dia menggancam saya mau membunuh dan kasih cacat saya sehingga saya tidak nyaman dalam keadaan seperti ini saya meminta uang saya tetapi dia malah mengancam saya padahal saya minta dengan baik-baik dan sudah ada kedekataan pada orang tua dan dia juga,”tutur Anitha

Dengan ketidaknyamanan Anitha, dirinya mendatangi kantor Advokat/ Pengacara Mutiara Manafe SH dan rekan-rekan untuk mendapat bantuan hukum

“Saya sudah cukup sabar tapi keadaan tetap seperti ini padahal saya sudah memanggil dia untuk bicara tetapi jawaban dari dia bahwa nanti. Dan saya tidak ada jalan lain lagi maka saya datang untuk meminta bantuan hukum,”kata Anitha

Lebih jauh dijelaskan Anitha, JPN malah meminta kembali sertifikat yang telah dijaminkan tanpa mau mengembalikan uang pinjamannya

“Dia mau meminta kembali sertifikat padahal dia ada utang sama saya nah tidak mungkin saya mengembalikan jaminan tanpa dia menggembalikan uang saya,”kritiknya

Sebanyak Rp. 96 juta rupiah sampai hari ini JPN belum menggembalikan sedikit pun padahal sudah dari tahun 2017

“Dia hanya menjanjikan bahwa nanti dapat kerja baru dia menggembalikan uang yg dia pinjam kepada saya namun sampai hari ini belum menggembalikan,”bebernya

Dengan tegas dikatakan Anitha, harus diproses hukum karena telah mengancam dirinya melalui sosial media (sosmed) WhatsApp

“Saya berharap agar uang saya  bisa kembali dan dia juga harus diproses karena ada pengancaman kepada saya sehingga saya merasa takut dan tidak nyaman dan ancaman itu berupa WhatsApp kepada saya dan semua itu lengkap dan terkait pengancaman tadi saya akan melaporkan pengancaman tersebut kapada pihak yang berwajib,”harap Anitha

Mutiara Manafe SH selaku salah satu kuasa hukum Anitha Buli saat dimintai tanggapannya terkait persoalan yang dialami kliennya mengatakan akan melakukan upaya upaya hukum yang di anggap penting dan berguna untuk kepentingan klien kami,

BACA JUGA: Vidio Detik-detik Motor Paspampres "Didorong" Hingga Jatuh Oleh Emak-mak Di Sumba Demi Ketemu Jokowi

Terkait peminjaman uang Mutira mengatakan akan memberikan somasi melihat sejauh mana etikad baik dari JPN dalam hal ini selaku Peminjam.

“Kami ingin melihat sejauh mana JPN mengindahkan somasi kami, dan jika somasi sampai III kali JPN tidak mengindahkan maka kami akan mengambil langkah hukum baik perdata maupun pidana sehingga klien kami mendapat keadilan dan kepastian hukum,”ungkap Mutiara

Disingung terkait pengancaman dari JPN terhadap kliennya, Mutiara akan melaporkan ke Polda NTT

BACA JUGA: Ini 10 Kampus Terbaik Di NTT, UPG 1945 Dan Univ. San Pedro Bersaing Ketat

“Terkait dengan pengancaman yang di yang duga dilakukan JPN, kami akan segera melaporkan ke polda NTT terkait pasal 369 (1) guna klien kami mendapat perlindungan karena merasa resah dan tidak nyaman akibat perbuatan JPN,”tutup pengacara cantik ini.

Sementara itu, JPN saat dihubungi via telpon seluler di nomor Diduga Ingkar Janji Atas Pinjaman Uang 96 Juta, JPN Akan Dipolisikan

Kupang,- Salah satu kontraktor di kota kupang yang berinisal JPN akan dipolisikan karena diduga ingkar janji atas pinjaman uang sebesar Rp. 96 juta dari Anitha H Buli (Korban)

Pasalnya JPN telah meminjam uang dari  korban sejak 2017 dengan jaminan sertifikat tanah yang bernomor 2275 dengan luas tanah 16.480 meter persegi namun sampai saat ini belum dikembalikan.

BACA JUGA: Seorang Siswi Di Sumba, Diperkosa Oknum Mantan DPRD Selama Liburan Hingga Hamil dan Melahirkan

Menurut Anitha H Buli (Korban) kepada wartawan Selasa 2 Maret 2021 menjelaskan kronologi awal JPN meminjam uang untuk mengerjakan proyek

“Kronologinya pertama kan dia (JPN) ingin mengerjakan proyek jadi mau meminjam uang ternyata uang ini pertama saya yang pakai teman punya tapi saya sudah kasih lunas jadi dia anggap utang dengan saya jadi saya membuat perjanjian dengan dia untuk membuat kuitansi bahwa dia meminjam uang kepada saya,”terang Anitha

Lanjut Anitha, bukti pinjaman JPN berupa kuitansi diatas manterai 6000 dan surat perjanjian serta jaminan sertifikat tanah.

“Saya membuat kuitansi pinjam jadi dia meminjam uang pada saya begitu diatas kuitansi dan materai dengan jaminan sertifikat pada bulan November semua itu ada di surat perjanjian,”jelasnya

BACA JUGA: Bos Perusahaan Di Kefa, Hamili Anak SMP, Berawal Dari Raba-Raba Hingga Beraksi Dalam Mobil

Tambahnya, hubungan Anitha dan JPN sebagai teman dekat sehingga dirinya membantu JPN

“Saya dengan dia itu teman dekat kami itu membantu untuk mengerjakan karena dia meminta pada saya bahwa dia belum ada pekerjaan makannya dia meminjam uang,”ungkap Anitha

Hal yang fatal,selama ini sudah dilakukan pendekatan secara kekeluargaan justru JPN mengancam untuk membunuh

“Saya sudah melakukan pendekatan terus menerus selama ini tetapi dia menggancam saya mau membunuh dan kasih cacat saya sehingga saya tidak nyaman dalam keadaan seperti ini saya meminta uang saya tetapi dia malah mengancam saya padahal saya minta dengan baik-baik dan sudah ada kedekataan pada orang tua dan dia juga,”tutur Anitha


BACA JUGA: Waktu Masih Kecil, Dua Gadis Ini "Dipaksa" Tandatangani Surat Penolakan Warisan Alm. Ayah, Kini Mereka Menuntut Hak Waris

Dengan ketidaknyamanan Anitha, dirinya mendatangi kantor Advokat/ Pengacara Mutiara Manafe SH dan rekan-rekan untuk mendapat bantuan hukum

“Saya sudah cukup sabar tapi keadaan tetap seperti ini padahal saya sudah memanggil dia untuk bicara tetapi jawaban dari dia bahwa nanti. Dan saya tidak ada jalan lain lagi maka saya datang untuk meminta bantuan hukum,”kata Anitha

Lebih jauh dijelaskan Anitha, JPN malah meminta kembali sertifikat yang telah dijaminkan tanpa mau mengembalikan uang pinjamannya

“Dia mau meminta kembali sertifikat padahal dia ada utang sama saya nah tidak mungkin saya mengembalikan jaminan tanpa dia menggembalikan uang saya,”kritiknya

Sebanyak Rp. 96 juta rupiah sampai hari ini JPN belum menggembalikan sedikit pun padahal sudah dari tahun 2017

“Dia hanya menjanjikan bahwa nanti dapat kerja baru dia menggembalikan uang yg dia pinjam kepada saya namun sampai hari ini belum menggembalikan,”bebernya

Dengan tegas dikatakan Anitha, harus diproses hukum karena telah mengancam dirinya melalui sosial media (sosmed) WhatsApp

“Saya berharap agar uang saya  bisa kembali dan dia juga harus diproses karena ada pengancaman kepada saya sehingga saya merasa takut dan tidak nyaman dan ancaman itu berupa WhatsApp kepada saya dan semua itu lengkap dan terkait pengancaman tadi saya akan melaporkan pengancaman tersebut kapada pihak yang berwajib,”harap Anitha

Mutiara Manafe SH selaku salah satu kuasa hukum Anitha Buli saat dimintai tanggapannya terkait persoalan yang dialami kliennya mengatakan akan melakukan upaya upaya hukum yang di anggap penting dan berguna untuk kepentingan klien kami,

Terkait peminjaman uang Mutira mengatakan akan memberikan somasi melihat sejauh mana etikad baik dari JPN dalam hal ini selaku Peminjam.

“Kami ingin melihat sejauh mana JPN mengindahkan somasi kami, dan jika somasi sampai III kali JPN tidak mengindahkan maka kami akan mengambil langkah hukum baik perdata maupun pidana sehingga klien kami mendapat keadilan dan kepastian hukum,”ungkap Mutiara

Disingung terkait pengancaman dari JPN terhadap kliennya, Mutiara akan melaporkan ke Polda NTT

“Terkait dengan pengancaman yang di yang duga dilakukan JPN, kami akan segera melaporkan ke polda NTT terkait pasal 369 (1) guna klien kami mendapat perlindungan karena merasa resah dan tidak nyaman akibat perbuatan JPN,”tutup pengacara cantik ini.

Sementara itu, JPN saat dihubungi via telpon seluler di nomor 082211306*** untuk dikonfirmasi namun nomor tidak dapat dapat dihubungi.(*KoranPewartaKorupsi.com)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel Sedang #Viral