Kisah Inspirasi Bidan Maria Densiana Usfinit, Menyelamatkan Nyawa Pasiennya


Kefamenanu, Mimpiintt.com- Bidan tak hanya bertugas di kota dengan fasilitas memadai tetapi juga ada yang bertugas di desa dengan fasilitas yang sangat terbatas dan menegangkan. Bidan merupakan orang yang berjasa untuk membantu persalinan ibu dan buah hati.

Maria Densiana Usfinit, A.Md.Keb salah satu bidan senior dengan paras cantik yang bertugas di Polindes Oehalo, Desa Oehalo, Kecamatan Insana Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT. Desa Oehalo adalah salah satu desa terpencil di TTU.

Menjadi abdi negara dan mengabdi dengan tulus dan iklas mengantar bidan Densy sudah 9 tahun lamanya menjadi pelayan masyarakat desa dengan suguhan minimnya fasilitas di tempat tugas.

Kepada media Selasa (16/2/2021) Ia menceritakan "tempat tugas saya itu akses jalannya masih pengerasan, berlumpur, licin, bebatuan, signal hp buruk, akses internet buruk, kebutuhan sehari-hari untuk belanja sulit yaitu kami harus ke desa seberang atau desa tetangga desa Lanaus yang jaraknya sekitar 4-5 Km atau ke pasar Maubesi yang jaraknya sekitar belasan Km, itu pun pas hari pasar baru kami ke pasar.

Akses transportasi yang digunakan sehari-hari adalah kendaraan roda 2 atau motor, untuk kendaraan roda 4 bisa, tapi di musim panas, itu juga jarang masuk mengingat medan jalannya buruk. Kalau musim hujan mobil tidak bisa masuk karena medannya yang menantang.

Jika dari desa Lanaus ke desa Oehalo itu melewati hutan. Saya biasanya pulang sendiri menggunakan motor. Apalagi kalau sudah sore atau malam harus melewati hutan yang gelap.

Jadi kalau ada pasien gawat itu kita agak susah untuk mengevakuasinya. Jadi kami harus membuat tandu darurat untuk bisa mengangkut pasien ke faskes yang memadai (puskesmas atau rumah sakit).

Lebih lanjut dikatakannya, kalau musim panas kita kekurangan air bersih, bahkan sumur semua kering. Tahun kemarin 2020 itu air di kali kering semua, jadi kami cuma harap satu sumber mata air saja, karena mobil tengki tidak berani ke desa tempat tugas saya.

Saya sudah bertugas 9 tahun di sini dan saya adalah bidan senior. Selain saya, juga dengan petugas lain. Ada adik magang bidan 1 orang (2 tahun bertugas), perawat magang 1 orang (3 tahun bertugas), perawat kontrak daerah 1 orang (baru pindah masuk 1 tahun bertugas). Mereka semua adalah anak asli di sini, tuturnya.

Dulu sebelum kekeringan air, saya tinggal menetap di polindes, tapi pas tahun kemarin 2020, benar-benar kekeringan dan harapan kami cuman 1 sumber mata air di kali, akhirnya saya memutuskan untuk tinggal di rumah yaitu di Kota Kefamenanu, kebetulan anak saya yang pertama sudah sekolah TK di Kefa jadi pagi-pagi baru berangkat dari Kefa ke tempat tugas yang jaraknya sekitar 30 Km.

Waktu itu awal saya bertugas di sini, saya merasa stres dan kurang nyaman karena harus pisah rumah dengan suami karena suami tinggal sendiri di rumah kami di kefa, sedangkan saya dengan anak tinggal di polindes. Tapi lama kelamaan berjalannya waktu, akhirnya saya betah.

Kemudian saya membeli sebidang tanah di sani dan saya mulai menghilangkan rasa stres dengan bercocok tanam dan akhirnya sampai sekarang saya betah di sani. Masyarakat di sini sudah seperti keluarga, walaupun harus pergi pulang Kefa-Oehalo tiap hari, saya enjoy.

Bidan Densy pun berharap kedepan semoga akses jalan cepat diperbaiki, akses internet juga, karena tinggal di sini kita ketinggalan informasi apalagi sekarang serba online.

Karena dulu pernah anak saya sakit selama satu minggu suami tidak tahu karena mau telepon saja harus naik ke bukit baru dapat signal, pokoknya kalau mau mengingat jadi terharu.

Kepada abdi negara agar semangat selalu dalam bekerja dan lakukan segala sesuatu dengan baik, tulus dan ikhlas, mengeluh itu wajar sebagai manusia tetapi jangan berlarut-larut dalam pengeluhan karena pengeluhan itu tanda kelemahan jiwa, tutupnya. (Mimpi NTT.com)


REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel