Di Kupang, Ibu Hamil Didiagnosa Covid-19, Keluarga Keroyok Pegawai Puskesmas Sampai Babak Belur



Dilansir dari Gerainusa.com- Seorang Pegawai Honorer di Puskesmas Bakunase Kota Kupang Tedor Agustinus AE (31) melaporkan keluarga pasien yang hendak bersalin pada puskesmas itu. Hal ini berkaitan dengan kasus pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh keluarga pasien berinisial AYT (31) dan RKM (25) di halaman Puskemas Bakunase, Kota Kupang, Selasa (2/3/2021).

Laporan polisi kasus ini juga diperoleh awak media, Agustinus melapor keluarga pasien ke Polsek Oebobo, Resort Kota Kupang dengan tuduhan pengeroyokan.

Laporan itu bernomor LP B 25 III Sektor Oebobo, Tanggal 03 Maret 2021. Dalam laporan itu, Tedor Agustinus mengaku dikeroyok hingga mengalami luka lebam pada beberapa bagian tubuh.

BACA JUGA: Waktu Masih Kecil, Dua Gadis Ini "Dipaksa" Tandatangani Surat Penolakan Warisan Alm. Ayah, Kini Mereka Menuntut Hak Waris

Kapolres Kupang kota AKBP Satria Perdana PT Binti SIK Melalui Kapolsek Oebobo AKP Magdalena Mere, ketika dikonfirmasi membenarkan laporan itu.

“iya benar, korban sudah buat laporan polisi, dan malam itu juga para pelaku kami sudah amankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata AKP Magdalena Mere, Rabu (3/3/2021) siang.

Belum diketahui persis penyebab dugaan pengeroyokan itu. Namun, dari pengakuan korban, ia dikeroyok karena keluarga tidak terima seorang pasien yang baru melakukan persalinan dikonfirmasi pihak Puskesmas Bakunase memiliki gejala Covid-19.

BACA JUGA: Vidio Detik-detik Motor Paspampres "Didorong" Hingga Jatuh Oleh Emak-mak Di Sumba Demi Ketemu Jokowi

Sebelum peristiwa dugaan pengeroyokan itu, disebutkan istri salah satu pelaku dibawa ke Puskesmas Bakunase untuk mendapatkan perawatan persalinan.

Setelah proses persalinan itu berhasil dilakukan, pihak medis melakukan tindakan medis lanjutan yakni pemeriksaan Covid-19 terhadap pasien. Hasil pemeriksaan, pasien diketahui memiliki gejala Covid. Saat itu pasien langsung diarahkan untuk melakukan rujukan ke RSUD WZ Johanes Kupang yang merupakan rumah sakit rujukan bagi pasien Covid-19.

Kedua pelaku yang mengetahui informasi itu langsung menolak dan hanya ingin membawa pasien kembali ke rumah.

BACA JUGA: Ini 10 Kampus Terbaik Di NTT, UPG 1945 Dan Univ. San Pedro Bersaing Ketat

Saat itu korban juga berusaha memberikan penjelasan kepada keluarga pasien agar segera dirujuk. Perdebatan antara korban dan keluarga pasien akhirnya berujung pada peristiwa dugaan pengeroyokan itu.

Hingga berita ini dimuat, pihak keluarga pasien yang diduga menjadi pelaku pengeroyokan itu belum berhasil dikonfirmasi.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel