Kawin Tangkap Di Sumba: Kronologi Wanita Diculik Segerombolan Pria Untuk Dijadikan Istri Kedua

Ilustrasi

Dilansir dari sepangindonesia.co.id,  Kasus kawin tangkap yang pernah terjadi di Sumba dan sempat viral di dunia maya beberapa waktu lalu kini terulang lagi. Kali ini korban kawin tangkap menimpa SIK (21) warga Desa Wee Wulla, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten SBD. Kejadian tersebut diungkapkan Yumita Lende (20) adik kandung korban yang didampingi Maria Rammi Ate (18), saksi mata kasus ini kepada awak media di Mapolres SBD, Kamis (04/03/2021).


Krononologi Kronologi Wanita di Sumba Diculik Segerombolan Pria Untuk Dijadikan Istri Kedua

Menurutnya, kejadian ini berlangsung pada Rabu (03/03/2021) kurang lebih pukul 10.00 wita. Namun saat kejadian itu ia sedang berada di sekolah, sementara korban sendirian di rumah. Diterangkan Yumita, peristiwa ini disaksikan oleh Maria Rammi Ate tetangga dekat mereka. Tak berselang usai kejadian, pada pukul 11.00 wita peristiwa pun dilaporkan ke Polsek Wewewa Selatan.Dikisahkan Maria Rammi Ate tetangga korban yang juga saksi mata kejadian itu, sekitar pukul 10.00 wita serombongan orang menggunakan pick up memasuki halaman kios korban. Kemudian turunlah dua orang yang berpura-pura membeli rokok seharga lima ribu rupiah di kios ini. SIK yang saat itu sendirian tidak menduga adanya niat jahat para pelaku karena tidak ada gelagat mencurigakan. Ketika korban menyodorkan rokok, saat itu pula ia  disergap oleh kedua pelaku ini.


“Kebetulan jarak rumah kami sangat mepet sehingga melihat dan mendengar langsung kejadian ini. Saat rombongan pria yang menggunakan pick up dan bersenjatakan parang di pinggang ini masuk di halaman kios, saya tidak curiga sama sekali. Pikirnya mereka sekedar mampir untuk membeli rokok. Namun saya pun kaget ketika melihat korban ditarik paksa oleh dua pelaku yang tadinya turun membeli rokok. Karena berontak korban pun digotong paksa. Seorang pelaku memegang tangan dan seorang lagi memegang kakinya,” ungkapnya.


Lanjut Rammi Ate, korban saat itu menangis dan meronta sekuat tenaga sehingga kedua pelaku pun membantingnya ke tanah. Karena korban terus menangis dan berontak, datang lagi empat pelaku lain untuk membantu. Namun korban tetap berontak sehingga dibanting lagi ke tanah. Setelah kehabisan tenaga, korban pun digotong paksa dan dilempar begitu saja ke dalam mobil pick up yang dipenuhi orang ini. Tanpa menghiraukan teriakan dan tangisan korban, mobil pick up yang memuat rombongan pelaku kawin tangkap ini pun tancap gas.


Dituturkan Rammi Ate, tak satu pun dari para pelaku tersebut yang dikenalnya. Informasi keberadaan korban baru diketahui sekitar pukul 13.00 wita. Kabar ini diperoleh dari keluarga tetangga korban yang berdomisili satu desa dengan para pelaku. Dari informasi sementara ini diberitakan bahwa korban ingin dipersunting oleh Umbu Domi alias Ama Lena, warga Kampung Mondo Rongo, Desa Dangga Mango, Kecamatan Wewewa Timur, SBD. Pria yang konon sudah beristri dan memiliki anak ini diduga kuat sebagai otak dalam peristiwa tersebut.


Karena kedua orang tua korban saat ini sedang berada di Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, laporan polisi pun dilakukan sendiri oleh Yumita, adik kandung korban. “Ayah dan ibu saya saat ini sedang berada di Bima untuk mencari nafkah di sana. Karena itu saya diminta untuk mengadukan kasus ini. Besok mereka tiba dan akan turun tangan sendiri. Kami sama sekali tidak mengenal dan tidak punya hubungan apa-apa dengan para pelaku. Perbuatan mereka sungguh biadab dan di luar batas kemanusiaan. Sebagai adik kandung korban, saya berharap agar para pelaku dihukum seberat-beratnya,”  pinta Yumita.


Adik Korban sedang diambil keterangan oleh polisi


Secara terpisah, Kasatreskrim Polres SBD, IPTU Yohanes E. R. Balla, SE yang ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, laporan keluarga korban atas kasus ini sudah diterima.  Walau masih bersifat laporan, polisi akan menindaklanjutinya sesuai prosedur hukum yang berlaku. Ditegaskan Balla, penanganan kasus ini akan melibatkan aparat Polsek Wewewa Selatan dan Polsek Wewewa Timur. Maklum, lokasi TKP dan domisili korban berada di wilayah hukum Polsek Wewewa Selatan, sedangkan para pelaku berdomisili di wilayah Polsek Wewewa Timur.


“Sebentar kami akan segera melakukan penangkapan terhadap para pelaku. Untuk sementara, perbuatan ini dikenakan pasal 332 dengan ancaman hukuman di atas lima tahun. Jika terpenuhi unsur penculikan, akan dikenakan lagi pasal tersebut. Sifat laporan hari ini masih berupa informasi keluarga yang meminta bantuan polisi. Karena kasus ini adalah delik aduan sehingga harus diadukan langsung oleh korban. Namun demi ketepatan dan kecepatan pelayanan, proses penangkapan segera kami lakukan,” tandas Balla. (***sepangindonesia.co.id )

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel