Gila, Telkom Makan Melintang Dari Internet Desa di NTT: 26,5 Juta Hanya 10 GB Padahal Lelet Minta Ampun, Bandingkan Dengan XL, 40 GB hanya Rp. 70.000


Visi Misi Presiden Jokowi yang kita kenal “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, dari Jawa centris menjadi pembangunan yang Indonesia centris” , sangat erat kaitannya dengan pembangunan dan pengembangan desa.

Hal ini juga diterjemahkan dalam 4 Program Prioritas dari Kemendes PDTT terkait anggaran Desa 2017 yang antara lain:
  • Agar setiap desa memiliki satu produk unggulan (One Village One Product),
  • Adanya pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menambah pendapatan asli daerah agar bisa menopang pembentukan desa mandiri,
  • Pembangunan embung desa dan
  • Fasilitas olahraga.

Visi Misi Presiden ini juga didukung dan dilindungi UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa yang termaktub dalam UU Desa Pasal 86 Ayat 1-3, yang berbunyi:
Desa berhak mendapatkan akses informasi melalui sistem informasi desa yang dikembangkan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota.

Pemerintah dan pemerintah daerah wajib mengembangkan sistem informasi Desa dan pembangunan kawasan perdesaan.

Sistem Informasi Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi fasilitas perangkat keras dan perangkat lunak, jaringan, serta sumber daya manusia.

INTERNET UNTUK DESA


Sayangnya belum semua desa di Indonesia dapat menikmati fasilitas Internet. Jangankan Internet, untuk akses telekomunikasi layanan telepon seluler pun kadang juga masih terbatas.

Kendala terbesar adalah aspek geografi di Indonesia yang terdiri dari ribuan kepulauan, sehingga pemerataan pembangunan khususnya akses komunikasi/informasi mengalami kendala, terlebih untuk daerah-daerah 3T (Terdepan Terluar dan Tertinggal).

Telkom Ambil Kesempatan Untuk Pengembangan Internet Desa

Berkaitan dengan visi misi presiden itu, maka salah satu provider telekomunikasi terbesar sekaligus perusahaan publik, yang artinya BUMN milik rakyat Indonesia, berusaha untuk membuka desa yang terisolir dari jaringan internet. Salah satu daerah prioritas adalah di desa-desa di NTT. 

Oleh sebab itu, Telkom bekerjasama dengan Pemerintah beberapa desa di wilayah TTS. Namun, ternyata Telkom terlalu mahal bagi beberapa kepala desa. hal itu terungkap dari Pemerintaan oleh pos Kupang dalam wawancara dengan salah satu kepala desa di TTS, yakni Kepala Desa Boentuka, Kecamatan Batu Putih, Apris Fuah didampingi Jeremias Kollo, Kasie Kesra Dea Boentuka kepada POS-KUPANG.COM, Rabu( 17/3/2021

Apris mengaku menyesal mengambil program internet desa tersebut. Selain terlalu mahal, kuota internet yang diberikan sangat kecil dan jaringannya lelet. Untuk memasang peralatan internet desa, pihak desa harus merogoh kocek senilai Rp. 36.850.000. padahal kuota per bulannya hanya 10 Giga dengan kecepatan 6 MBPS.

"Rugi Kakak ambil ini program. Mereka datang pasang ini alat sepotong saja kami bayar 5 juta. Biaya maintenancenya 2 juta. Sedangkan biaya berlangganan satu tahun 26.500.000. Tapi hanya dapat kuota 10 GB per bulan. Kalau Rp. 26.500.000 kita bagi 12 bulan maka kita bayar per bulan Rp.2.200.000 lebih hanya untuk kuota 10 GB. Ini tidak rugi bagaimana. Belum lagi internetnya lelet. Sedangkan kalau kita beli kuota internet pakai XL, 40 GB hanya Rp. 70.000," ujarnya dengan nada kesal.

Merasa rugi dengan program tersebut, dirinya memutuskan untuk memutus jaringan internet desa tersebut per Januari 2021. Dirinya sempat menyampaikan keinginan untuk memutus internet desa tersebut kepada pegawai pegawai Plasa Telkom namun oleh pegawai tersebut menyebut tidak bisa.

"Kami minta kasih putus mereka tidak mau, ya sudah saya kasih putus sendiri," sebutnya dengan nada kesal.


Saran untuk Telkom: Jangan Ambil Kesempatan dalam kesempitan dan kesulitan. Bagaimana Desa mau berkembang kalau kalian buat susah para kepala desa. Mereka sudah susah (jaringan) kalain bikin tambah susah. Lagipula Telkom itu perusahaan milik rakyat Indonesia. Bandingkan Dengan XL, perusahaan swasta murni, 40 GB hanya Rp. 70.000 per bulan.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel