GRADUASI PKH : ANTARA BERKAH DAN MOMOK BAGI KPM PKH


Bagi peserta PKH kata Graduasi PKH sepertinya sudah tidak asing lagi. Pada dasarnya kata graduasi, memiliki makna lulus atau lepas. Graduasi dalam kacamata penerima bantuan PKH merupakan bentuk kelulusan atau kemandirian dari ikatan bantuan PKH. 

Graduasi PKH juga bisa dimaknai sebagai keadaan di mana KPM PKH menyatakan atau dinyatakan sudah tidak memenuhi kriteria dan syarat sebagai peserta PKH sehingga bantuan tunai PKH nya harus dihentikan atau dengan kata lain KPM PKH itu harus dikeluarkan dari PKH. 

Jenis-jenis Graduasi PKH

Ada 3 jenis graduasi di PKH yaitu :

1. Graduasi Sejahtera

Kehidupannya menjadi sejahtera karena suatu sebab yang instan (cepat) seperti mendapatkan uang ganti rugi pembebasan lahan, warisan atau undian.

2. Graduasi Mandiri

Kehidupannya menjadi sejahtera karena ada daya upaya yang dilakukan oleh KPM PKH secara konsisten seperti membuka sebuah usaha atau berdagang.

3. Graduasi Alamiah

Kehidupannya bisa jadi masih miskin namun sudah tidak lagi memiliki komponen PKH seperti anak usia dini / anak usia sekolah / anggota keluarga yang lanjut usia atau penyandang disabilitas berat.

Bagi KPM PKH yang sudah sejahtera dan memiliki rasa sosial yang tinggi, Graduasi menjadi sebuah cara yang tepat dan berkah karena tindakan ini bisa memberikan kesempatan bagi keluarga sangat miskin lainnya.

Di sisi lain, ada beberapa kondisi yang tidak ideal yang terjadi di lapangan dan ini sebenarnya sangat disayangkan oleh kita semua yaitu adanya beberapa sikap KPM PKH yang menolak untuk melakukan graduasi meski keadaanya sudah tidak lagi memenuhi syarat dan kriteria sebagai KPM PKH. 

Bagi mereka, kata Graduasi berubah menjadi momok yang menakutkan dan KPM PKH dengan kondisi di bawah ini : 

1. KPM PKH dengan Komponen PKH namun kehidupannya sudah sejahtera
Mereka yang melakukan ini adalah para KPM PKH yang kondisi ekonominya sebenarnya sudah di atas kriteria sebagai Keluarga Sangat Miskin namun dengan alasan masih memiliki komponen PKH atau masa kepesertaan di PKH masih di bawah 5 tahun, mereka melakukan penolakan untuk melakukan Graduasi Sejahtera atau Graduasi Mandiri. 

2. KPM PKH Non Komponen namun kehidupannya belum sejahtera
Kebalikan dari situasi di atas, para KPM PKH ini merasa bahwa mereka masih layak mendapatkan bantuan tunai PKH karena kondisi ekonominya masih tergolong sebagai Keluarga Sangat Miskin meski sudah tidak memiliki komponen PKH, mereka menolak untuk dihapus kepesertaannya di PKH.

Menyikapi situasi yang tidak ideal di PKH, memang perlu dilakukan beberapa langkah strategis sebagai jawaban dari permasalahan yang ada. Selain sosialisasi tentang PKH harus digalakkan kembali kiranya perlu adanya penegasan kembali kepada KPM PKH yang sudah tidak memenuhi syarat dan kriteria sebagai peserta PKH bahwa PKH adalah program bantuan untuk Keluarga Sangat Miskin yang masih memiliki komponen PKH.

Sebenarnya jika kita mau mengingat beberapa tahun lalu, ada istilah untuk menangani permasalahan di atas yaitu seorang KPM PKH bisa dikeluarkan dari PKH apabila dia sudah sejahtera atau tidak mematuhi kewajibanya sebagai peserta PKH. Tindakan itu disebut sebagai EXIT PKH, yang tujuannya adalah untuk mengeluarkan KPM PKH yang sudah tidak memenuhi syarat dan kriteria sebagai KPM PKH namun masih tidak mau melepaskan bantuan tunai PKH yang selama ini diperolehnya.

Indikator KPM PKH 

Dalam petunjuk teknis Graduasi, memang disebutkan beberapa indikator KPM PKH yang sudah layak untuk digraduasi yaitu :

1. Masuk klaster Desil 4 atau 4+ padaDTKS;
2. Kemampuan daya beli anggota keluarga lebih tinggi dibandingkan dengangaris kemiskinan di setiap kabupaten/kota sesuai penetapan Badan Pusat StatistikNasional; 
3. Anggota KPM PKH yang merupakan ASN, TNI/POLRI, aparat pemerintah kecamatan/ kelurahan atau sebutan lainnya.

Melihat beberapa indikator di atas, rasanya bukan hal yang tidak mungkin bagi KPM PKH untuk dihapus kepesertaanya dari PKH. 

Dengan begitu bantuan tunai PKH akan lebih tepat sasaran dan manfaatnya bisa dirasakan bagi keluarga sangat miskin yang memang membutuhkan bantuan tunai PKH. SDM PKH sebagai pelaksana PKH juga akan memiliki dasar sebagai pijakan dalam membuat sebuah keputusan tentang KPM PKH yang layak digraduasi atau yang masih perlu dipertahankan sebagai peserta PKH. 

Jakarta, 24.02.2021
Guruh Ardianto

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel Sedang #Viral