Rabat Jalan Desa Di Malaka Rp.240 Juta, Kontraktor Disodorkan Kuitansi Kosong

Ilustrasi Jalan Rabat

Penggunaan dana desa seringkali menciptakan polemik. Hal itu karena dana desa yang sangat besar dan terkadang kapasitas aparatur tidak disiapkan untuk memanfaatkan dana sebesar itu. Sehingga banyak kepala desa yang menyimpang dari aturan bahkan masuk bui karena ketahuan korupsi. Ini Nama-nama 52 Kades Di NTT yang Korupsi Dana Desa, Total Kerugian Negara 9 Miliar Rupiah Lebih.




Dilansir dari VoxNtt.com, Di Malaka, Rabat Jalan Desa Rp.240 Juta, Kontraktor Disuruh Tanda Tangan Kuitansi Kosong. Seorang kontraktor, bernama Gabriel Kilo, yang menangkan proyek jalan rabat di Desa Webetun, Kecamatan Teinhat, Kabupaten Malaka. Saling tuduh antara kontraktor dan kepala desa pun terjadi. Penjabat Kepala Desa Webetun, Gaudensius Klau yang mengaku tak melunasi uang kerja Gabriel, karena tidak ada nota dan kuitansi belanja, namun Gabriel Kilo membantah hal itu.

Dikutip dari Voxntt.com, sebelumnya, Kontraktor Gabriel Kilo mengaku, ia mengerjakan proyek rabat jalan tersebut pada tahun anggaran 2019 dan telah rampung. Ia pun baru terima bayaran Rp 45.000.000 pada bulan Juli tahun 2020 dari total nilai proyek Rp 240. 230.100,-. Artinya masih sisa pembayaran Rp. 195.230.100.




Tetapi hampir setahun telah lewat, uang sisa sebesar Rp.195.230.100, belum juga dibayarkan. Sementara, Pemerintah Desa ketika ditanyai terkait pelunasan uang sisa oleh Kontraktor, selalu beralasan, uang ada tetapi dibuku.

Sejak saat itu, aku Gabriel, mereka (Pemdes) enggan berkomunikasi dengannya. Sikap Pemdes tersebut membuat Gabriel resah dan mencurigai.
“Kalau ada di buku kenapa tidak cairkan? Ini pekerjaan satu paket, masa yang lain dibayarkan dan sisanya tidak?” protes Gabriel Kilo.




Gabriel kian resah dan mencurigai sikap Pemdes, ketika dirinya didatangi Bendahara Desa Webetun dan menyerahkan sebuah kuitansi kosong untuk Gabriel tanda tangan. Karena merasa aneh, Gabriel menolak untuk menandatangani kuitansi tersebut.

“Pernah mereka (Bendahara Desa Webetun) antar kuitansi kosong untuk saya tanda tangan, namun saya tolak karena mereka tidak bawa uang,” kisah Gabriel Kilo di rumahnya, Rabu 10 Maret 2021. Hingga saat ini, Gabriel masih mempertanyakan alasan uang yang katanya ada dibuku dan maksud dari Pemdes, di balik memintanya menandatangani kuitansi kosong. Pernyataan Gabriel itu ditepis Gaudiens Klau, Penjabat Kades Webetun yang juga Kepala Kesbangpol Kabupaten Malaka.


Menurut Gaudiens, pihaknya bukan tak membayar, tetapi menunggu nota dan kuitansi belanja Gabriel baru uang bisa dilunasi.

“Soal rabat.. ya betul, pekerjaan sudah selesai sejak akhir tahun 2019, pada saat saya menjadi penjabat Kades,” tulis Gaudensius Klau.
Menurutnya, pihaknya telah meminta Gabriel untuk menyiapkan bukti-bukti belanja (nota belanja dan kwitansi) pekerjaan proyek jalan rabat tersebut, agar bisa diproses dan dibayar.
“Namun sampai sejarang tidak ada. Tidak mungkin kita membayarnya, tanpa ada bukti-bukti belanja. Ok mungkin ini gambaran singkatnya,” tulis Gaudensius Klau dalam pesan WhatsApp kepada wartawan, Kamis (11/03/2021).




Pernyataan Gaudens ini kemudian dibantah oleh Gabriel Kilo. Menurut Gabriel, apa yang disampaikan Gaudiens itu tidak benar. Sebab, dia mempunyai nota belanja dan kuitansi yang lengkap.

“Nota belanja material dan kuitansi, semuanya ada di saya. Dan itu lengkap, sesuai nilai uang yang ada. Nanti saya akan tunjukkan semuanya jika diminta,” ungkap Gabriel Kilo saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (12/03/2021). (*VoxNtt.com)

BACA JUGA:

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel