Suster Andre, Orang Tertua Kedua Di Dunia Yang Sembuh Dari Covid-19 Genap Berusia 117 Tahun

Lucile Randon, yang kini dikenal dengan panggilan Suster Andre


Lucile Randon, yang kini dikenal dengan panggilan Suster Andre, orang tertua kedua di dunia yang juga orang tertua di Eropa, merayakan ulang tahunnya yang ke-117 pada hari Kamis, 11 Februari 2021. Menurut Gerontology Research Group, orang tertua di dunia saat ini adalah seorang perempuan asal Jepang, Kane Tanaka, yang berusia 118 tahun (kelahiran 2 Januari 1903). Saat ditanya apa rahasia umur panjangnya dalam suatu kesempatan, Suster Andre menjawab, "Berani dan tunjukkan kasih sayang".

Bulan lalu biarawati kelahiran 11 Februari 1904 tersebut baru saja sembuh dari Covid-19. Dirinya mengaku tidak sadar tertular virus mematikan tersebut sehingga menulari 81 orang penghuni Panti Jompo Santa Katarina dari Labouré, Toulon, Prancis, tempat tinggalnya, dan menewaskan 10 orang di antaranya. Ketika ia diberitahu tertular, ia mengatakan, "Saya sangat lelah, itu benar, tetapi saya tidak menyadarinya".

Ketika ditanya oleh penyiar BFM Prancis apakah ia takut akibat terpapar Covid-19, Suster Andre berkata, "Tidak, saya tidak takut, karena saya tidak takut mati". "Aku senang bersamamu, tapi aku ingin berada di tempat lain - bergabung dengan kedua kakak laki-lakiku, serta kakek dan nenekku", ujarnya.

"Ia sangat beruntung", kata David Travella, juru bicara rumah jompo, kepada surat kabar Var Matin. "Ia tidak bertanya kepada saya tentang kesehatannya, tetapi tentang kebiasaannya". "Misalnya, ia ingin tahu apakah jadwal makan atau waktu tidur akan berubah". Suster Andre tidak menunjukkan rasa takutnya terhadap Covid-19. Ia justru sangat mengkhawatirkan kondisi penghuni rumah jompo lainnya.

Suster Andre tidak meminta sesuatu yang istimewa untuk ulang tahunnya. Tetapi, pihak panti jompo merencanakan perayaan untuk biarawati yang buta dan berkursi roda ini. Akan ada misa khusus di panti tersebut, yang dihadiri belasan biarawati serta koki yang memasak hidangan favorit Suster Andre. Dalam suatu kesempatan, ia bilang makanan favoritnya adalah lobster seraya menenggak segelas wine. "Saya minum segelas kecil wine setiap hari", katanya.

Suster Andre lahir di Ales dalam keluarga Protestan. Ia adalah satu-satunya perempuan dari tiga bersaudara. Kenangan terindahnya, kala ia masih bisa bertemu kedua saudara laki-lakinya di akhir Perang Dunia I. "Jarang terjadi, dalam keluarga, biasanya ada dua yang tewas, bukan dua yang hidup", katanya. "Mereka berdua pulang", katanya sebagaimana dilansir AFP tahun lalu pada ulang tahunnya yang ke-116.

Lucile Randon menjadi Katolik dan dibaptis pada usia 26 tahun. Ia bergabung dengan tarekat Putri Kasih kala berusia 41 tahun. Suster Andre lalu ditugaskan di rumah sakit di Vichy, di mana ia bekerja selama 31 tahun di sana. Tiga puluh tahun berikutnya dihabiskannya di panti jompo Pegunungan Alpen, Prancis, sebelum ia pindah ke Toulon.
(disarikan dari berbagai sumber oleh Peter Suriadi - Bogor, 13 Februari 2021)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel Sedang #Viral