Pembentukan Provinsi Kepulauan Flores Kembali Menguat

provinsi flores

Sejarah Panjang Pembentukan Provinsi Flores

Cerita di Balik Pembentukan Provinsi NTT, Awalnya Ingin Dirikan Provinsi Flores (BACA >> DISINI)

Gagasan pembentukan Provinsi Flores bukanlah gagasan yang baru belakangan ini muncul. Gagasan itu telah muncul sebelum terbentuknya Provinsi NTT pada 1958, hasil pemekaran Sunda Kecil menjadi tiga provinsi, yakni Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan NTT. Wacana pembentukan Provinsi Flores sudah dimunculkan Partai Katolik pada Pemilu 1955. Saat itu, Ende dipilih menjadi ibu kota provinsi. Cerita di Balik Pembentukan Provinsi NTT, Awalnya Ingin Dirikan Provinsi Flores (BACA >> DISINI)


Selanjutnya, pada pertengahan Mei 1956 di Nele, Kabupaten Sikka, Partai Katolik kembali mengusulkan pembentukan Provinsi Flores yang berlanjut di Ende pada Juni 1957. Namun, di tengah wacana tersebut, pihak lainnya bergerak lebih cepat dengan membentuk Provinsi NTT pada 1958. Setelah itu, gerakan pembentukan Provinsi Flores mulai meredup.

Pada 1992 di Ende, komponen masyarakat Flores berupaya menghidupkan kembali wacana tersebut, tetapi gagal karena tak membuahkan rekomendasi dan keputusan. Kemudian, berturut-turut digelar pertemuan di Maumere pada 1999, lalu di Bali (2000), Jakarta, dan Kupang (2001), Ende (2002), dan terakhir 2003 saat digelar Musyawarah Besar Orang Flores, juga tak membuahkan hasil karena tak ada kesepakatan ibu kota provinsi di antara tiga pilihan, yakni Ende, Mbay, dan Maumere. Sejak saat itu, gaung pembentukan Provinsi Flores relatif tak terdengar hingga pertemuan yang digelar P4F di Ruteng.


Pembentukan Provinsi Kepulauan Flores Kembali Menguat

Pembentukan Provinsi Kepulauan Flores Kembali Menguat. Proses Pembentukan Provinsi Kepulauan Flores di dukung penuh oleh  Bupati Ende H. Djafar H. Achmad. Dukungan tersebut tersirat saat Panitia P4KF menemui Bupati Djafar pada Rabu,(24/02/21) di Ende di Rumah Jabatan Bupati Ende.

Pertemuan tersebut membahas persiapan  penyelenggaraan Konggres III Panitia Pembentukan Provinsi Kepulauan Flores,(P4KF) yang akan direncanakan pada bulan Mei Tahun 2021  di Ende.


Bupati Ende H. Djafar Achmad kepada media, rabu ( 24/02/21) mengatakan Pemda ende menyetujui penyelenggaraan konggres di Ende, kata bupati Djafar ini bagian dari dukungan terhadap hasil konggres II P4KF yang di selenggarakan pada maret 2015 di Mbay Ibukota Kabupaten Nagekeo.

Demikian initisari pertemuan antara Panitia P4KF Kabupaten Ende bersama Bupati Ende pada Rabu,(24/02/21). Beberapa hal disepakati dalam pertemuan yang di mediasi Asisten Administrasi Pemerintahan  Kabupaten Ende Abraham Badu.


Bupati Djafar menjelaskan, Perjuangan Pemekaran Provinsi Flores Kepulauan telah dilaksanakan sudah lama oleh masyarakat di Flores Lembata. Hal ini dibuktikan dengan dua kali penyelenggaraan Konggres sebelumnya.


“Saya setuju itu. Jika dilaksanakan di Ende  untuk konggres ke III ini. Pada prinsipnya kita siap dan saya minta silahkan saudara-saudara di Panitia untuk lakukan konsolidasi termasuk semua dokumen konggres sebelumnya.”Ujar Bupati Djafar.


Ketua Panitia P4KF Kabupaten Ende yang didampingi Pengurus dan Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Philipus Kami menjelaskan, saat ini panitia sedang melakukan persiapan teknis dan konsultasi dengan panitia Pusat untuk penyelenggaraan Konggres ke III P4KF.

“Kita apresiasi sikap Pemkab Ende. Bapak bupati sangat mendukung Kerja Panitia. Dan alhamdulilah beliau siap Ende dijadikan tuan rumah penyelenggaraan konggres ke III nanti.” Ujar Pria yang Akrab di sapa Aries Putra Lawa. (DetikFlores.com)

BACA JUGA: 

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel