Pegawai Honor Di NTT Dipecat, Gaji Tak Dibayar Selama Setahun: Ini Penjelasan Dari Kadishub Provinsi NTT

Dilansir dari Koranntt.com – Dunia pekerjaan tidak selamanya mulus seperti yang diinginkan. Kadang rejeki selalu didapat, namun banyak juga kisah pilu yang harus dijalani.

Seperti yang dialami oleh salah satu pegawai kontrak di Dinas Perhubungan UPTD Wilayah 2 Kabupaten Belu yang diberhentikan secara sepihak oleh instansi terkait.

Kisah pilu ini terasa semakin menyayat hati, lantaran selama setahun bekerja, haknya berupa gaji tidak dibayar oleh pemerintah.


BACA JUGA: Seorang Siswi Di Sumba, Diperkosa Oknum Mantan DPRD Selama Liburan Hingga Hamil dan Melahirkan

Pria yang tidak mau disebutkan namanya ini menuturkan, total ada 3 pegawai kontrak yang diberhentikan dan gajinya tak dibayar.

Kemudian dalam perjalanan, 1 orang dipanggil kembali untuk bekerja. Sedangkan 2 orang lainnya diberhentikan secara permanen, termasuk dirinya.

BACA JUGA: Bos Perusahaan Di Kefa, Hamili Anak SMP, Berawal Dari Raba-Raba Hingga Beraksi Dalam Mobil

“Pertama saya ojek. Tetapi tiba-tiba dipanggil kakak saya, dan menyampaikan bahwa Dinas Perhubungan Provinsi sedang membutuhkan tenaga kerja. Jadi segera antar ijazah dan langsung interview,” jelasnya kepada wartawan, Kamis 11 Februari 2021.

Setelah menjalani tes wawancara, ia pun diterima sebagai pegawai dengan status magang, dan dijanjikan gaji Rp250.000 per bulan.

BACA JUGA: Ayah Perkosa Anak Kandung Di Sumba

“Awalnya saya berat hati karena merasa gajinya tidak seberapa, ditambah lagi pakaian dinas harus ditanggung sendiri. Namun saya berusaha tenang, dan terus bekerja dengan harapan bisa diperhatikan dan segera memiliki SK kontrak seperti teman lainnya,” ujarnya dengan penuh harap.

“Namun, nyatanya sangat menyakitkan, karena setiap bulan kami tidak diberi gaji seperti yang dijanjikan. Malahan, pengeluaran kami jauh lebih besar setiap bulan untuk transportasi dan sebagainya,” jelas dia menambahkan.

Meski demikian, pihak instansi terkait tetap memberikan harapan. Para pegawai kontrak diminta untuk terus bekerja keras, karena nama-nama mereka telah dikirim ke dinas terkait, dan akan segera diangkat menjadi pegawai kontrak.

BACA JUGA: Cinta Segitiga Oknum Dosen Unimor Dengan Mahasiswi, Korban Sudah Hamil Tujuh Bulan, Kencan Setiap Malam Minggu Di Rumah Pelaku

“Sekarang malah terbalik. Kami dirumahkan tanpa ada sebab dan alasan yang jelas. Saya dan orang tua sempat menanyakan kejelasan ke kantor, namun mereka mengatakan dana tidak ada. Kalau dana tidak ada kenapa kami diberi janji?” tanya dia.

Ia berharap agar Dinas Perhubungan UPTD Wilayah 2 Kabupaten Belu, bisa memperhatikan dan menghargai jasa mereka yang selama ini bekerja keras mengejar target PAD.

“Kami tidak perlu lagi masuk kantor seperti itu. Tetapi kami harap jasa kami dihargai. Mau kasih keluar juga intinya hak kami harus dipenuhi. Karena kami merasa diperalat dan diperdaya oleh pemerintah,” ungkapnya. 


BACA JUGA: Gadis Usia 16 Tahun Di TTS, Terancam Dipenjara Karena Bunuh Pria Yang Ingin Memperkosa Dirinya Di Hutan


Penjelasan Kepala Dinas Pehubungan (Kadishub) Provinsi NTT Tentang Tenaga Honor Yang Dipecat dan tak Dibayar Gaji Setahun

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur angkat bicara terkait pemberhentian pegawai magang di Kantor UPTD 2 wilayah Kabupaten Belu.

Sesuai laporan yang diterima, ketiga orang tersebut merupakan pegawai magang, bukan tenaga kontrak yang diangkat berdasarkan SK Gubernur NTT.

“Jadi mereka adalah tenaga magang pada Terminal Lolowa. Namun selalu pungli terhadap kendaraan angkot, angdes dan bus selama melakukan magang. Sehingga perlu diambil tindakan tegas,” ujar Kepala Dinas Perhubungan NTT, Isyak Nuka kepada wartawan, Sabtu 13 Februari 2021.

BACA JUGA: Miras Di GOR Oepoi Kupang, Seorang Pemuda Tewas Ditikam Temannya

Ia menjelaskan, setelah mengetahui perbuatan ketiga orang tersebut, pihak UPTD Wilayah 2 Kabupaten Belu kemudian memberikan pembinaan secara kelembagaan.

Namun pembinaan yang diberikan ternyata tidak berdampak terhadap kinerja para pegawai magang tersebut.

“Berulangkali diberi pembinaan namun tidak ada perubahan, sehingga kita tindak tegas dengan pemberhentian,” terang Isyak Nuka.

BACA JUGA: Seorang Ibu Di Rote Tewas Dibacok Karena Sering Hina Pelaku

Sementara terkait gaji yang belum dibayarkan, Kadis Perhubungan NTT mengatakan, pihak yang mempekerjakan dan menjanjikan besaran gaji adalah mantan Kepala UPTD yang sudah pensiun.

“Sekarang Kepala UPT baru yang taat regulasi, bahwa gaji dibayar harus sesuai SK Gubernur. Sementara mereka yang magang tanpa SK. Jadi mereka tidak digaji karena bukan tenaga kontrak daerah,” tandas Isyak Nuka.

Diberitakan sebelumnya, tiga orang pegawai magang di UPTD 2 Wilayah Kabupaten Belu diberhentikan secara sepihak.

BACA JUGA: Bos Perusahaan Di Kefa, Hamili Anak SMP, Berawal Dari Raba-Raba Hingga Beraksi Dalam Mobil

Mereka bukan hanya diberhentikan, namun gajinya selama setahun pun tak dibayar oleh instansi terkait. Padahal sebelumnya mereka sudah dijanjikan akan digaji Rp250.000 per bulan. 

BACA JUGA: Ayah Perkosa Anak Kandung Di Sumba

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel