Kontroversi Buku Pelajaran Agama Islam SMP Kelas 8, Diduga Cemarkan Kitab Injil Umat Nasrani

buku-agama-islam-dan-budi-pekerti-untuk-smp-kelas-8

Kontroversi Buku Pelajaran Agama Islam SMP Kelas 8, Diduga Cemarkan Kitab Injil Umat Nasrani. Hal ini membuat beberapa aktivis dan pegiat sosial bereaksi. Dimana, isi buku tersebut, khususnya halaman 10 buku Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 8 SMP tertulis bahwa:
Kitab Injil (kitab kristen) diturunkan kepada Nabi Isa pada permulaan abad 1 M. Kitab Injil diwahyukan di daerah Yerusalem. Kitab ini ditulis pada awalnya dengan menggunakan bahasa Suryani. Kitab ini menjadi pedoman bagi kaum Nabi Isa a.s., yakni kaum Nasrani.

Kitab Injil berisi ajaran pokok yang sama dengan kitab-kitab sebelumnya. Namun, ada yang menghapus sebagian ajaran Kitab Taurat yang sudah tidak sesuai dengan zaman itu. Secara umum Kitab Injil berisi tentang : 
  • Perintah untuk kembali mengesakan Allah Swt. 
  • Membenarkan keberadaan Kitab Taurat. 
  • Menghapus beberapa hukum dalam Kitab Taurat yang tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman.
  • Menjelaskan bahwa kelak akan datang kembali rasul setelah Nabi Isa a.s., yaitu Nabi Muhammad saw. (di samping ada di Kitab Injil, penjelasan ini juga terdapat dalam Kitab Taurat)

Oleh sebab itu, seorang pegiat agama kristen mendesak Kemendikbud agar menarik buku itu dari peredaran dan bahkan mendesak Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) untuk melaporkan Kemendikbud dan diproses secara hukum Sebab sebagai umat Kristen di Indonesia, Merasa Kemendikbud telah menyebarkan dan mengajarkan berita bohong, karena banyak informasi yang diberikan pada buku itu adalah informasi yang tidak benar.

Merasa Kemendikbud telah memfitnah umat Kristen dengan informasi-informasi yang tidak benar tersebut. Merasa bahwa agama Kristen yang saya percaya telah dinista oleh Kemendikbud dengan adanya buku-buku pelajaran tersebut.

Oleh karena itu saya meminta MUKI untuk melakukan gugatan agar Pemerintah menghentikan dan melarang peredaran buku Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 8 SMP dan kelas 11 SMA yang ada di masyarakat.

Pemerintah membuat larangan bagi siapapun untuk menggunakan buku tersebut sebagai referensi atau menyebarkan informasi-informasi salah yang ada di dalam buku itu.

Kemendikbud memberikan klarifikasi tentang informasi-informasi yang salah tersebut, meminta maaf kepada umat Kristen secara terbuka dan memberikan ganti rugi kepada umat Kristen Indonesia.  Demikian permohonan saya kepada MUKI'. Tulisnya. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel Sedang #Viral