Bawaslu: Secara Hukum, Orient Riwu Kore Tidak Memenuhi Syarat Menjadi Calon Bupati

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum, Abhan

BACA JUGA: Jaksa Tuntut Jonas Salean 12 Tahun Penjara

Badan Pengawas Pemilihan Umum meminta Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, untuk tidak melantik bupati terpilih Sabu Raijua, Orient Patriot Orient Riwu Kore. Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum, Abhan, di Jakarta, Senin, mengatakan, institusi itu melayangkan surat kepada Karnavian berisi pandangan terhadap Orient Riwu Kore yang tak memenuhi syarat sebagai calon bupati Kabupaten Sabu Raijua, NTT, lantaran masih tercatat sebagai warga negara Amerika Serikat (AS). “Badan Pengawas Pemilu meminta menteri dalam negeri untuk tidak melantik Orient sebagai bupati Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),” kata Abhan.


Badan Pengawas Pemilihan Umum berpandangan secara hukum Orient Riwu Kore tidak memenuhi syrat menjadi calon bupati setelah ditemukannya kewarganegaraan ganda dan ranakaian hasil Analisa Badan Pengawas Pemilu sesuai UU Nomor 12/2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2/2007 menegaskan apabila seseorang WNI memperoleh kewarganegaraan lain, maka dengan sendirinya (otomatis) kehilangan kewarganegaraan, sehingga status sebagai WNI tidak ada lagi.



Badan Pengawas Pemilihan Umum berpandangan secara hukum Orient Riwu Kore tidak memenuhi syarat menjadi calon bupati setelah ditemukannya status kewarganegaraan ganda dan rangkaian hasil pengawasan Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Sabu Raijua. Fakta hukum baru kewarganegaraan itu membuat syarat pencalonan Orient Riwu Kore tak lagi terpenuhi meskipun penetapan pasangan calon terpilih telah dilaksanakan berdasarkan Keputusan KPU Kabupaten Sabu Raijua Nomor 25/HK.03.1- Kpt/5320/KPU-Kab/I/2021 23 Januari 2021 lalu. Hal itu sesuai pasal 7 ayat (1) UU Pemilihanjuncto pasal 4 ayat (1) Peraturan KPU Nomor 9/2020, sebagai syarat fundamental harus warga nci Indonesia (WNI).

BACA JUGA: Ini Penjelasan Keluarga Soal Polemik Status Kewarganegaraan Orient Riwu Kore 

Orient Riwu Kore sebelumnya telah ditetapkan sebagal pasangan calon bupati Kabupaten Sabu Raijua berpasangan dengan Thobias Uly. Pasangan yang diusung Partai Demokrat dan PDI Perjuangan itu mendapatkan suara terbanyak sebesar 48,3 persen. Namun, fakta hukum bersumber surat Kementerian Luar Negeri nomor 02992/PK/02/2021/64/10 pada 10 Februari 2021 dan surat Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta Nomor 00709 pada 10 Februari 2021 menyatakan benar laki-laki yang ama bekerja di Amerika Serikat mi adalah warga negara Amerika Serikat. “Mengingat kewenangan pelantikan kepala daerah merupakan ranah administrasi pemerintah".

BACA JUGA: Selain Amanat Orang Tua, Ini Alasan Orient Riwu Kore Kembali Ke Sabu Raijua

“Mengingat kewenangan pelantikan kepala daerah merupakan ranah administrasi pemerintahan, maka Badan Pengawas Pemilihan Umum membuat surat rekomendasi kepada menteri dalam negeri,” ujarnya. Sejauh ini, keputusan penetapan pasangan calon terpilih pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Sabu Raijua 2020 telah disampaikan kepada Ketua DPRD Kabupaten Sabu Raijua. Kemudian hal itu juga telah diteruskan kepada Karnavian melalui Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, untuk memperoleh pengesahan pengangkatan dengan Keputusan Mendagri yang hingga kini belum dilaksanakan. Untuk itu, Badan Pengawas Pemilihan Umum meminta Karnavian tak melaksanakan Pelantikan terhadap Orient Riwu Kore.


BACA JUGA: Jaksa Tuntut Jonas Salean 12 Tahun Penjara

 BACA JUGA:

Baca Profil Lengkap Orient Riwu Kore

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel