Walau Hanya Bagian Tubuh, Jenazah Pramugari Asal Sabu Raijua, Mia Wadu Tiba Di Rumah



Dilansir dari Kupangterkini.com, Tepat pukul 17.30 Wita Rabu (20/1/21) jenazah pramugari Sriwijaya Air SJ 182, Mia Tresetyani Wadu, 23, tiba di rumahnya, Gang Tirta Gangga 8, Jalan Tukad Gangga, Renon, Denpasar. Tangisan sang bunda Ni Luh Sudarmi, mengiringi kedatangan peti jenazah berwarna kemerahan di balut selendang putih itu. Ayahnya Zet Wadu terlihat sesunggukan sambil menyeka air mata yang berguguran mengunakan tisu. Kedua orang tua ini larut dalam perasaan duka yang dalam.

BACA JUGA: Amanda Manopo Mengaku Sudah Dua Kali Menikah, Apa Kata Billy?


Suasana rumah duka bertambah haru biru, menyusul tangisan dari keluarga lainnya, yang sejak siang hari sudah menunggu kedatangan peti jenazah. Semuanya larut dalam suasana duka yang mendalam.

BACA JUGA: Penumpang Asal NTT Ini Lolos Dari "Maut Sriwijaya Air" Karena Biaya Tes Swab Mahal

Tak berapa lama peti jenazah tiba, dilangsungkan ibadah penerimaan. Semua yang hadir dengan khusuk mengikuti ibadah yang dipimpin Pdt. Ivonne Makatita, STh. Selepas itu ibadah pengiburan keluarga yang dipimpin Pdt Emiritus Abraham Supriono, S. Teol.

Peti Jenazah Mia dikeliling teman sejawat dan keluarganya. Ibunda Ni Luh Sudarmi berada di pojok kanan berkacamata memakai masker (Foto: Shitri/kupangterkini.com)

Pendeta Abraham dalam khotbahnya menyerahkan seluruh pergumulan keluarga ini ke dalam hadirat Tuhan. Sekaligus memohon pertolongan untuk pergumulan yang dihadapi keluarga ini.

BACA JUGA: Ini Sosok Mia Trisetyani Wadu, Pramugari Korban Sriwijaya Air Asal Sabu-NTT


Kendati ayahnya sejak semula bersikeras, namun peti jenazah Mia sudah tidak di buka lagi. Hanya semalam disemayamkan di rumahnya, besok pagi langsung dimakamkan di pekuburan kristen Mumbul, Nusa Dua, Badung. Mulai pukul 10.00 Wita ibadah pelepasan jenazah.

BACA JUGA: Dua Warga Ende, Korban Tragedi Sriwijaya Air "Palsukan" Identitas Gunakan KTP Orang Lain

Baik sang ayah maupun kerabat lain yang dimintai keterangan tak ada yang berani memberi komentar soal body part apa saja yang terdapat dalam peti jenazah. ‘’Kami bersyukur anak kami bisa dikuburkan,’’ ujar Zet sambal meneteskan air mata. (sumber: kupangterkini.com).


BACA JUGA: Kisah Gadis Asal Kupang, Diperkosa Ayah kandung Sejak SD Sampai Kuliah Semester Akhir

BACA JUGA: Penumpang Asal NTT Ini Lolos Dari "Maut Sriwijaya Air" Karena Biaya Tes Swab Mahal

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel