Camat Di Kupang Resahkan Masyarakat Karena Sebarkan Hoax Tentang PSBB, Walikota Kupang: Telusuri Kebenaran Berita Itu


Diberitakan oleh SELATANINDONESIA.COM, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore melalui Sekda Kota Kupang, Farhen Funay untuk menelusuri pesan suara yang diduga dilakukan oleh Camat Kota Raja, Rudi Abubakar yang sempat meresahkan warga.

“Kami diperintahkan oleh pimpinan untuk menelusuri apakah benar, pesan suara itu dilakukan oleh salah satu camat di Kota Kupang. Apabila terbukti bahwa yang melakukan itu adalah beliau maka akan ada tindak lanjut dari tidakannya itu,” sebut Kabag Protokol Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji ketika menggelar jumpa pers di Ruang Garuda, Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (13/1/2021).

Disebutkan Ernest, Wali Kota Kupang memerintahkannya melalui Sekda Kota Kupang untuk menelusuri kebenaran dari pesan suara tersebut. “Kami mohon kerja sama teman-teman media untuk memberikan klarifikasi bahwa berita yang beredar dalam pesan suara itu tidak benar. Saya sebagai juru bicara pemerintah Kota Kupang membantahnya,” tegas Ernest.

Sebelumnya marak beredar di berbagai WhatssApp Grup dan Media Sosial, sebuah pesan suara yang didiga suara Camat Kota Raja, Rudi Abubakar yang menyampaikan bahwa, lonjakan kasusu positif Covid-19 di Kota Kupang sudah hampir menyerupai Jakarta dan Wali Kota Kupang telah bersurat ke pemerintah pusat untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Karena hari ini Ibu Emy dan Pak Kapitan mati tadi pagi. Pak Wakil sudah perintahkan untuk semua kantor tutup. Sekarang beberapa kantor sudah ditutup mulai BKD, Dukcapil, Kantor Lurah Liliba ditutup karea terkonfirmasi banyak yang positif. Kantor camat juga, melalaui kewenangan beta (saya) sebagai camat mulai hari ini tutup. Juga siapapaun, jangan coba-coba keluar rumah,” demikian isi pesan suara yang sempat diperoleh SelatanIndonesia.com.
Erenst Ludji menegaskan, terkait berita tentang Wai Kota dan Wakil Walikota untuk PSPB, itu tidak benar. “Jadi saya selaku jubir Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang membantah berita itu. Dan tadi ada pembahasan dalam rapat terkaiat PSBB, yang ada kami siapakan edaran Walikota terkait pembatasan kegiatan kemasyarakatan, baik di lingkungan mapuan di pusat perbelanjaan, rumah makan dan restoran,” katanya.


KLARIFIKASI DARI SANG CAMAT

REKAMAN yang berasal dari Camat Kota Raja, Kota Kupang, Rudi Abubakar yang mengatakan bahwa kota Kupang akan berlakukan PSBB per hari ini, Rabu (13/1) sempat viral dan beredar di beberapa group WhatsApp.

Rekaman tersebut juga mengatakan bahwa Ibu Emi (Ketua DPRD NTT) bersama tiga orang lainnnya beserta Pak Kapitan meninggal Dunia pagi tadi.

“Buat saudara semua, Kaka, Ponakan semua yang ada. Beta baru habis rapat dengan pak Wakil. Korona di Kota Kupang sudah melebihi Jakarta. Hari ini pak Wali minta surat ke Jakarta bahwa Kupang PSBB. Karena Gubernur hari ini Korona, Ibu Emi dan tiga orang pak Kapitan mati tadi pagi,” katanya dalam rekaman tersebut.

“Pak Wakil minta Kantor semua ditutup, sekarang sudah beberapa Kantor ditutup. BKD, Dukcapil, Kantor Lurah Liliba ditutup. Kantor Camat juga melalui kewenagan beta mulai hari ini tutup. Siapa pun juga jangan coba-coba keluar rumah,” lanjutnya dalam rekaman tersebut.

Camat Kota Raja, Rudi Abubakar yang langsung dikonfirmasi VN mengenai rekaman suaranya tersebut pada Rabu (13/1) sore mengakui adanya rekaman tersebut. Namun kata dia, rekaman suaranya tersebut hanya ditujukan kepada keluarganya lewat group WhatsApp keluarga demi mempertegas keluarganya sendiri menaati protokol kesehatan.

Ternyata ada keluarganya yang menyebarkan rekaman tersebut. “Tadi saya sudah telfon dengan ibu Emi. Beta jelaskan kalau beta tidak ada maksud begitu. Karena itu hanya untuk keluarga, beta mau kancing mereka supaya mereka jangan keluar sembarang,” katanya.

Dia juga mengaku kaget dengan adanya rekaman suaranya tersebut yang sudah menyebar dan sempat viral. 

Sumber: victorynews.id



REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel