Benarkah Ada Ribuan Bidadari Di Sorga? Ini Tafsiran Nadirsyah Hosen tentang Bidadari Di Sorga

PESTA DISURGA.
Penulis Rof Sin

Dari dulu sampai sekarang para ahli tafsir terkadang berbeda tafsir dan begitu juga dgn kenikmatan surga pesta sex dgn bidadari surga yg cantik, montok dan tetap perawan, sebagian mempertahankan tafsir tsb, sedangkan sebagian lagi beda tafsir. 
Tafsir kaum Sufi tentang kenikmatan tertinggi disurga adalah : Melihat wajah Nya, nikmat terbesar yg mereka harap2kan hanyalah rida dan berjumpa dengan Nya.
Sangat miris dan memalukan jika kita mendengar ceramah bahwa rajin beribadah, rajin menyembahnya berharap masuk surga dan tujuannya disurga pesta sex dgn bidadari, sangat memalukan tujuan yg seperti ini.
Jika kita mempelajari tafsir Al Qur'an maupun hadis, jangan hanya teks tetapi pelajarilah konteksnya, pelajarilah secara lengkap Sosio-historis-antropologi dan culture bangsa Arab, supaya kita mengetahui pasti ttg mereka.
Ada satu tafsir yg bagus ttg bidadari ini dari Gus Nadirsyah Hosen, ini tafsirnya secara singkat :

" Sebelum Islam datang, orang Arab istrinya tidak terbatas. Islam datang bawa aturan maksimal 4. Rugi dong kalau masuk islam ? Begitu tanya mereka. Maka islam tawarkan kalau kalian buat baik didunia akan ada bidadari cantik menunggu disurga. Ini kompensasi sesuai konteks saat itu.
Bidadarinya jumlahnya berapa ? Banyak kata islam. Cantik gak ? Cantik, santun, montok, bergelang emas, selalu perawan jawab Qur'an.
Jadi ini jawaban Qur'an pd konteks masyarakat yg masih jahiliyah, gila wanita dan merasa rugi kalau masuk islam. Ini konteksnya.
Begitulah cara islam berdakwah dgn memproyeksikan ukuran kesenangan dan kebahagiaan masyarakat Arab pd masa itu.
Iming2 kenikmatan surga dan bidadarinya adalah strategi dakwah islam sesuai konteks sosio historis masyarakat jahiliyah saat itu.
Anak sekarang nanyanya : Disurga ada Wi Fi gak ? Boleh jadi kalau Qur'an masih turun sekarang jawabannya : Ada Wi Fi dengan kecepatan tak terbatas.
Jadi dengan kata lain, lelaki itu makhluk rendahan yg takluk dengan syahwat dan karenanya perlu diiming2i kenikmatan bidadari disurga kelak.
Bagaimana dengan perempuan ?
Para perempuan makhluk terhormat, kualitas keimanan mereka tidak berdasarkan iming2 syahwat, tanpa ada bidadarapun perempuan rela memeluk islam dan mematuhi ajarannya.
Padahal sejatinya surga itu adalah yg tak terbayangkan oleh kata dan mata serta rasa. Beyond Our Imagination ".
( Nadirsyah Hosen ).

Penafsiran tentang bidadari surga ini harus diubah dan menurut saya yg paling tepat seperti apa yg ditafsirkan Gus Nadirsyah Hosen, sesuai konteksnya, bedasarkan sosio historisnya. Tetapi sebagian ulama tetap tidak mau berubah, yg dibicarakan hanya teksnya, tidak peduli dgn konteksnya, buta sosio historisnya, tetap terus menerus berdakwah ttg pesta sex dgn bidadari disurga yg terus perawan dan akhirnya menjadi bahan ejekan dan tertawaaan. Ulama2 bodoh ini hanya mempermalukan dan merendahkan Islam.

Berhentilah berdakwah tentang selangkangan, berdakwalah tentang kemanusiaan.

SALAM DAMAI.
ROF SIN.
🇲🇨♥️🇲🇨💛🙏💚

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel