Prof Henuk: Masak Viktor Laiskodat Kuliah Doktor Hanya 2 Tahun?

gelar palsu gubernur ntt, viktor laiskodat

Seperti diberitakan sebelumnya, Diam-diam, ternyata selama ini Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat sedang menyelesaikan penelitian disertasinya guna meraih gelar doktor. Dan hari ini, Rabu, 16 Desember 2020, kini ia resmi bergelar doktor, namanya menjadi: DOKTOR Viktor Bungtilu Laiskodat. Viktor resmi menyandang gelar doktor, usai mengikuti ujian disertasi yang digelar secara virtual di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT. 


Disertasinya berjudul “Transformasi Pariwisata Nusa Tenggara Timur (Inclusive, Local Resources-based, Sustainable)". Untuk menyelesaikan disertasi doktornya, Viktor melakukan penelitian di 45 lokasi yang merupakan tempat wisata di NTT. Dengan objek penelitian sebanyak itu, Viktor mendapatkan apresiasi oleh para penguji.


Namun, setelah itu, gelar Doktor Viktor B. Laiskodat menuai kontroversi. Karena memang tidak ada yang tahun kalau Viktor Sedang Kuliah. 

Salah satu yang membuat orang bertanya tanya lagi adalah cuitan di twiter Prof. Yusuf Henuk. Dia mengatakan, ada indikasi "VIKTOR SI DOKTOR PALSU". Karena lulus S2 Tahun 2018, dan tahun 2020 lulus Doktor. Yang artinya, kuliah doktornya hanya dua tahun.  Padahal idealnya minimal 3-4 tahun.

Berikut Cuitan Prof Henuk tentang gelar doktor gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat.

Gelar palsu  gubernur NTT, Viktor laikodat



Jenjang S3 Kuliah Berapa Tahun?


Pendidikan level doktoral ini lebih fleksibel karena memang tingkat kerumitannya lebih tinggi. Waktu ideal menyelesaikan pendidikan doktor atau S3 ini adalah 3 tahun atau 6 semester.

Semua orang mempertanyakan UKSW sebagai Universitas yang memberi karpet merah kepada Gubernur yang sering muncul dengan pernyataan kontroversi dihadapan publik ini, tak terkecuali seorang Profesor asal NTT Yusuf Leonard Henuk, dirinya mempertanyakan legalistas doktor yang disandang Viktor, dirinya juga merekomendasikan kepada Mendikbud Nadim Makarim memanggil Rektor UKSW.

Apa benar Gelar Doktor yang disandang Gubernur VBL bisa dikategorikan Doktor Palsu, bisa dikatakan ya karena seseorang wajib menyelesaikan Gelar tertinggi akademik ini minimal 6 semester atau 3 tahun.
Demikian menurut prof. Yusuf Henuk.


Untuk diketahui, sebagaimana dilansir dari Koranntt.com, Pembimbing dan penguji yang terlibat dalam ujian tersebut adalah, Prof. Daniel D. Kameo, Prof. Dr. Intiyas Utami, Dr. Wilson M.A. Therik, Titi Susilowati Prabawa, Dr. Gatot Sasongko, dan Prof. Dr. Fredrik L. Benu selaku Rektor Undana Kupang.





Klarifikasi Dari Kampus UKSW tentang Gelar Doktor Gubernur NTT Viktor Laiskodat


Dikutip dari SelatanIndonesia.comKetua Program Studi S2 Studi Pembangunan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah, Dr. Wilson Therik angkat biacara tentang gelar Doktor yang kini diraih Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

“Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) kuliah di Program Studi S3 Studi Pembangunan UKSW sejak Tahun 2017,” sebut Dr. Wilson Therik kepada SelatanIndonesia.com, Jumat (18/12/2020). Dr. Wilson menjelaskan itu setelah beredar kesimpangsiuran pemberitaan di media online dan juga sejumlah statement yang berkembang di media sosial dan beredar di sejumlah Whatsapp Group.

“Saya sebagai salah satu ko-promotor dari Viktor Laiskodat yang merupakan mahasiswa program S3 Studi Pembangunan UKSW, saya perlu menjelaskan bahwa yang benar adalah VBL mengikuti kuliah S2 Studi Pembangunan UKSW pada tahun 2016 bulan Agustus dan berhasil menyelesaikan studinya/dinyatakan lulus dalam ujian tesis pada tahun 2017 bulan Oktober wisudanya baru dilakukan pada bulan Maret 2018, kebetulan saya adalah Kaprodi S2 Studi Pembangunan UKSW,” sebut Wilson Therik.

Ia menambahkan, selanjutnya Viktor Laiskodat langsung melanjutkan studi ke jenjang Doktoral pada Program Studi S3 Studi Pembangunan UKSW pada bulan Oktober tahun 2017 dengan NIM: 902017004. “Salah satu ketentuan kuliah di Program Studi S3 Studi Pembangunan UKSW adalah jika lulusan S2 Studi Pembangunan UKSW yang melanjutkan studi ke jenjang S3 Studi Pembangunan UKSW tidak perlu mengikuti kuliah by class tapi mengikuti kuliah by research atau independent study, bekerja mandiri bersama para pembimbing,” jelasnya

Wilson Therik mengatakan, topik disertasi yang ditulis oleh Viktor Laiskodat merupakan kelanjutan atau pengembangan dari Tesis S2-nya. “Jadi sekali lagi saya perlu tegaskan bahwa Program Studi S3 Studi Pembangunan UKSW tidak pernah meluluskan doktor palsu apalagi yang studinya hanya 2 Tahun. Secara “de jure” VBL baru boleh menggunakan gelar Doktornya setelah melewati tahapan ujian disertasi dalam forum Ujian Terbuka/Promosi. Yang terjadi pada tanggal 16 Desember 2020 yang lalu adalah Ujian Tertutup dan VBL dinyatakan lulus dalam ujian tertutup tersebut, ungkapan selamat dengan menyebut yang bersangkutan sebagai Doktor karena secara “de facto” dianggap sudah layak sebagai seorang Doktor yang akan diperkenalkan atau dipromosikan dalam ujian terbuka, yang akan dilaksanakan pada Tahun 2021, itupun VBL masih harus melakukan revisi atas disertasinya berdasarkan catatan dari para penguji dalam forum ujian tertutup,” jelas Wilson Therik.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel