Miris, "Kamomosnya" RSUD Naibonat Kupang: "Dulu Sendal Jepit, Kini Rumput Liar"

Pegiatliterasi.com - Masih ingat Kunjungan Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe dan rombongan pada 8 Mei 2019? Waktu itu Jerry menyatakan secara tegas bahwa RSUD Naibonat merupakan RSUD “Kamomos” di NTT karena Jerry menyaksikan mata kepalanya sendiri, Sendal Jepit yang harga 10 saja di taruh di keyboard Komputer berharga jutaan, Masuk di akal bagaimana "kamomosnya" oknum-oknum  di sana?? Para pemimpin RSUD Naibonat seharusnya ditampar oleh kejadian itu, namun, ternyata tidak. Memang kalau orang sudah tabiat "kamomos" tetap saja "kamomos" ya?!


rsud naibonat kupang


Dulu masalah Sendal Jepit, kini rumput dan ilalang liar yang hampir menutupi tembok hingga atap rumah sakit kebanggaan masyarakat Kabupaten Kupang itu. Sebagaimana dilansir Safarintt.com, di ruang IGD Naibonat, Senin 7 Desember 2020, sedih melihat gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Naibonat, khususnya gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD). Gedung ini jika dilihat pembangunan terus dibangun setiap tahun ada biaya pemeliharaan yang dianggarkan. Namun, jadi pertanyaannya biaya pemeliharaan bangunan dikemanakan? 

rsud naibonat kupang


Masih dikutip dari Safarintt.com, selain itu, dilihat dari kondisi bangunan seolah-olah bangunan tersebut tidak bertuan atau berpenghuni, sehingga rumput liar-tumbuh liat hingga sampai diatap IGD tersebut. Rumput menutupi bangunan bangunan gedung dari arah matahari terbit hingga ke belakang gedng. Rumput ini melata, masuk AC ruangan yang terpajang diluar.


Bangunan ini lebih tepat dikatakan bangunan tak berpenghuni sebab tidak bisa dikatakan gudang, jika gudang itupun masih dilakukan pembersihan, apalagi gedung pemerintahan yang berlabel kesehatan. Bangunan tidak berpenghuni yang menampung segala satwa liar termasuk jin dan kuntilanak untuk hidup dan berkembangbiak dalam bangunan itu.



Jika setiap tahun terus dianggarkan untuk pembangunan namun tida ada perawatan sama sekali terhadap bangunan yang dibangun sebaiknya tidak usah dilakukan. Anggaran tersebt sebaiknya diberikan ke masyarakat Kabupaten Kpang yang sedang membutuhkan.


Direktur RSUD Naibonat yang dikonfirmasi terkait rumput liar yang tumbuh subur sampai atap rumah sakit, dr Erold Nenobais diruang kerjanya enggan berkomentar soal kondisi kebersihan bangunan tersebut. Dirinya sedang menyiapkan diri untun mengikuti tes pejabat eselon II.


Kalau rumah sakit saja yang seharusnya bersih dan sehat, apa yang kita harapkan soal masalah kesehatan di Kabupaten ini. Parah. Mental para pejabat di rumah sakit itu harus di rubah dan dicuci otak dan hatinya, supaya bersih. Kalau tidak, orang dirawat bukan sembuh, tetapi tambah sakit. Parah!!! Parah!!! Rupanya Gubernur Viktor harus sidak ke sana supaya kasi push up itu direktur atau pilih cabut rumput pakai mulutnya. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel Sedang #Viral