Pemilih Yang Foto Surat Suara Di Bilik Suara Akan Dapat Sanksi

Pegiatliterasi.com -  Pilkada Serentak dihelat pada tanggal 9 Desember 2020. Banyak pemilih yang belum tahu aturan main dalam memberikan suara. Salah satunya soal larangan membawa ponsel atau kamera ke bilik suara dan atau mengambil gambar surat suara di bilik suara, karena itu melanggar peraturan Pemilu. 

Fenomena yang terjadi pada pemilu Kada 2020, ada saja pemilih yang memfoto surat suara di Bilik Suara dan mengunggah di media sosial. Salah satu contohnya dalam Pilkada di Sumba, NTT.  Akun Fb bernama Fransisco Hepe dalam grup Fb SandleWood, mengunggah hasil foto di bilik suara. dan memberikan keterangn untuk mendukung paket tertentu. 


Gambar di bawah ini adalah hasil screen shot unggahan akun tersebut. 

Larangan membawa ponsel atau gawai ke bilik suara
Hasil foto di bilik suara

Dilarang Membawa HP ke Bilik Suara dan Di Larang Foto Surat Suara di Bilik Suara

Sebagaimana dilansir Kompas.com, Pelarangan pendokumentasian dinilai berpotensi menjadi sarana terjadinya transaksi politik uang. Bawaslu juga mengatur soal larangan membawa ponsel ke bilik suara dalam Peraturan Bawaslu Nomor 13 Tahun 2018 Pasal 17 Ayat 1 huruf t tentang pengawasan, pemungutan dan perhitungan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota. Bunyi Pasal 17 ayat 1 tersebut, pada intinya mengatur bahwa  PPL atau Pengawas TPS mengawasi kepatuhan KPPS dalam pelaksanaan proses pemungutan suara dengan cara mengingatkan dan melarang pemilih membawa telepon genggam dan/atau alat perekam gambar lainnya ke bilik suara.


BACA JUGA: Heboh!!! Mahasiswa "Gituan" Saat Kuliah Online, Tidak Sadar Sedang Terekam Kamera Zoom


Larangan membawa ponsel atau gawai ke bilik suara tertuang dalam PKPU 18 tahun 2020. Larangan ini dibuat guna mencegah pemilih mendokumentasikan pilihannya dan menyebarkannya melalui berbagai platform, termasuk media sosial.

Selain itu, ada juga  Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) 3 Tahun 2019 Pasal 38 tentang pemungutan dan penghitungan suara, diatur larangan membawa alat komunikasi atau kamera ke dalam bilik suara. Sedangkan larangan mendokumentasikan atau memfoto hasil coblosan terdapat pada Pasal 42.



Berikut isi pasal tersebut:
Pasal 38
d. mengingatkan dan melarang Pemilih membawa telepon genggam dan/atau alat perekam gambar lainnya ke bilik suara.

Pasal 42
Pemilih dilarang mendokumentasikan hak pilihnya di bilik suara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41.

Oleh sebab itu, kita sebagai pemilih harus tahu dan menaati peraturan itu.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel