Kronologi Anggota DPRD Manggarai Maki Perawat Dengan Kata Anjing Hanya Karena Masalah Sepele

kasus dprd manggarai timur maki perawat
Christina Natalia Carvallo Korban Kasus Anggota DPRD Manggarai Timur



Pegiatliterasi.com - Kasus Anggota DPRD Manggarai Timur maki perawat puskesmas terus bergulir. Diberitakan, Oknum anggota DPRD Manggarai Timur dari fraksi PDI-P, bernama Sales Medi sedang menjadi sorotan akibat perbuatannya yang kurang terpujinya kepada salah seorang perawat perempuan di Puskesmas Borong.

Kejadian itu terjadi ketika salah satu keluarga Sales Medi bernama Mateus Mundur 58 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas pada Jumat (6/11/2020) malam dan mengalami luka cukup parah.

Akibat peristiwa tersebut, pasien dibawa ke Puskesmas Borong untuk dirawat dan karena luka parah, ia dirawat inap. 


BACA JUGA: Ini Kasus Rizieq Yang Akan Diusut Kembali Oleh Polda Metro Jaya

Kronologi Kejadian Kasus Anggota DPRD Manggarai Timur maki perawat puskesmas

Seorang perawat perempuan yang bertugas bernama Christina Natalia Carvallo melihat ruang rawat pasien sangat sumpek dan panas karena banyak anggota keluarga pasien yang menjenguk. Atas dasar alasan kenyamanan dan memudahkan perawat mengontrol pasien, ia kemudian meminta dengan sopan agar keluarga yang menjaga cukup tiga orang saja.

Tidak terima diminta untuk keluar, Sales Medi membentak Christina dengan sangat kasar dengan kata binatang. Ketika dijawab soal SOP, Sales justru naik pitam serta menekankan dirinya adalah anggota DPR.


BACA JUGA: DPRD DKI Minta Duit 888 Miliar Per Anggota, Denny Siregar: Anies dan DPRD DKI Rampok Uang Rakyat DKI, Jadi Kangen Ahok


"Hei anjing, kau tidak tahu siapa saya?" ujar Sales Medi seraya menunjuk dadanya sendiri dan kemudian beralih menunjuk ke arah perawat Christina.

Perawat Christina tidak gentar, ia kemudian berusaha menjelaskan kepada Sales Medi tentang perlakuan yang sama terhadap pasien tanpa memandang itu keluarga DPR atau bukan.

BACA JUGA: 4 Kesamaan Paling Nyata Gisel dengan Wanita Dalam Vidio Hot 


"Saya tahu Anda seorang DPR, tetapi Anda tidak bisa semena-mena seperti itu terhadap kami di tempat kami bekerja" jawab Christina melansir surat hak jawabnya atas pemberitaan media yang tidak benar dari peristiwa tersebut.

Buntut dari jawaban perawat Christina tersebut, Sales Medi tambah marah. Selain memaki, ia juga mengancam akan menggunakan kewenangannya sebagai anggota dewan untuk menutup Puskesmas Borong.

Sales Medi juga mengarang cerita bahwa perawat Christina telah menyebutnya "DPR sombong" di sejumlah media padahal tidak ada kalimat seperti itu.


BACA JUGA: Nasdem Siap Usung Habib Rizieq di Pilpres 2024

Pasien Jadi Korban 

Sayangnya, pasien Mateus Mundur yang harus dirawat inap justru menjadi korban perbuatan Sales Medi. Pada malam yang sama, ia diminta dipindahkan ke klinik susteran Peot atas permintaan Sales.

Istri pasien yang dikonfirmasi perawat Christina soal permintaan pemindahan itu hanya bisa menangis. Mereka sebenarnya tidak ingin memindahkan Mateus dan meminta maaf kepada perawat Christina atas kejadian tersebut.

Perawat Christina dengan sabar menenangkan mereka dan mengatakan bahwa kejadian semacam itu adalah resiko dari pekerjaan mereka sebagai perawat.

BACA JUGA: Denny Siregar: Pembataian Satu Keluarga Di Sigi Bukan Persoalan Agama


Sikap dendam Sales Medi ternyata masih berlanjut. Tidak puas memaki perawat Christina di depan rekan perawat dan keluarga pasien, ia kemudian melaporkannya ke Bupati Manggarai Timur, Andreas Agas.

Tepat pada Senin (9/11/2020) Sales Medi memimpin keluarga pasien bertemu bupati dan menyampaikan empat tuntutan dengan poin utama yaitu mencopot Kepala Puskesmas Borong dan meminta perawat Christina dimutasi ke daerah terpencil.


BACA JUGA: Kronologi Kapak Berdarah Di TTS


Perawat Christina Dilaporkan ke Polisi 

Masih belum puas dengan hal tersebut, dua hari kemudian yaitu pada Rabu (11/11/2020) Sales Medi bersama kuasa hukumnya melaporkan perawat Christina ke Polres Manggarai Timur.



Dalam Laporan Polisi dengan No. LP/56/XI/2020/NTT/RES Manggarai Timur, perawat Christina dinilai melukai hati Sales Medi sebagai anggota dewan dan meminta agar aparat menyelidikinya secara cepat, profesional dan proporsional.

Upaya yang dilakukan Sales Medi dinilai masyarakat sangat berlebihan dan tidak berhati nurani. Alih-alih meminta maaf kepada perawat Christina, ia justru bertindak seolah-olah menjadi korban atas apa yang dia mulai sendiri.


Keadilan dan Dukungan Masyarakat Terhadap Kasus Anggota DPRD Manggarai Timur maki perawat puskesmas

Sementara itu, perawat Christina yang berharap mendapat perlindungan dari lembaga tempatnya bekerja justru tidak mendapatkan keadilan.

Pada Rabu (30/11/2020) Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur justru meminta perawat Christina mengalah kepada Sales Medi karena dia sudah marah-marah di kantor DPR dengan membanting kursi dan buku-buku RKA.

BACA JUGA: Di TTU, Dosen Paksa Tiduri Mahasiswi Setiap Malam Minggu Hingga Hamil


Keputusan Dinkes yang meminta perawat Christina dimutasi ke Kisol atau Wae Lengga ditentang oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Manggarai Timur.

Menurut PPNI, keputusan tersebut sangatlah tidak adil dan dinkes seharusnya tidak boleh hanya ikut kemauan Sales Medi. 


BACA JUGA: Di Manggarai: Istri Babak Belur Karena Menolak Berhubungan Intim


Sales Medi Dilaporkan ke Polisi

Perawat Christina dengan segala ketabahannya kemudian memutuskan untuk memperjuangkan keadilan bagi dirinya dan perawat-perawat lain yang mungkin mengalami nasib serupa dengan dirinya.




Ia ditemani pihak keluarga, perwakilan PPNI Cabang Borong bersama kuasa hukumnya Antonius Ador menempuh jalur hukum dengan melaporkan Sales Medi ke Polres Manggarai Timur pada Kamis (19/11/2020).

Sales Medi dilaporkan karena dinilai telah menghina dan memaki perawat Christina saat menjalankan tugas mulianya merawat pasien di Puskesmas Borong. 

BACA JUGA: Kronologi Kapak Berdarah Di TTS


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel Sedang #Viral