Saksi Bernadus Benu: Jonas Salean Bagi-bagi Tanah Pemkot Tanpa Persetujuan DPRD

kasus tanah milik pemkot kupang
Bernadus Benu sedang bersaksi

Pegiatliterasi.com - Kasus Pengalihak Hak Atas Tanah Milik Pemerintah Kota Kupang dengan terdakwa Jonas Salean dan Tomas More, terus bergulir. Kini Pengadilan Tipikor Kupang memanggil para saksi untuk bersaksi di depan hakim dan JPU. Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) berlangsung pada Senin (7/12) sore. Dalam Sidang kali ini, JPU menghadirkan empat orang saksi diantaranya mantan Asisten II Djama Mili Meha, mantan Sekda Kota Kupang Bernadus Benu, Wakil Wali Kota Hermanus Man, dan Kepala BPN Kota Kupang Vivi Nggagas. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Dju Jhonson Mira Mangi didampingi Hakim Anggota Ibnu kholib dan Ali Mutarom.


Dilansir dari Penatimor.com, Sidang pemeriksaan saksi dimulai dari mantan Asisten II Djama Mila Mahi dan Sekda Kota Kupang Bernadus Benu. 

Asisten II Djama Mila Meha dalam keterangannya, mengaku tidak pernah tau soal letak tanahnya dan tidak pernah menunjukan ke pihak Pertanahan soal batas tanah. Meha mengaku diberikan tanah kapling sebagai ucapan terima kasih atas pengabdiannya di Pemkot, namun yang lebih tau persis adalah Wali Kota Kupang saat itu, Jonas Salean.


Sementara, mantan Sekda Kota Kupang Bernadus Benu mengemukakan, tanah di depan Hotel Sasando masuk dalam Sertifikat Hak Pakai Nomor 5 tahun 1981 yang tidak tercatat sebagai aset tetapi tercatat sebagai inventaris barang milik daerah. “Tetapi kalau mau dialihkan ke pihak lain harus dibentuk tim kecil untuk melakukan kajian dan telaah kepada Wali Kota untuk dibuatkan Surat Keputusan Pemberian Tanah Kapling dan ditindak lanjuti dengan Surat Penunjukan Tanah Kapling kepada yang berhak menerima,” jelas Bernadus.


Tetapi kenyataannya, lanjut Bernadus, aset tanah di depan Hotel Sasando tidak ada panitia kecil yang dibentuk oleh Pemkot Kupang untuk menilai, akan tetapi itu perintah langsung dari Wali Kota kepada Bagian Tata Pemerintahan tanpa melalui Sekda Kota Kupang pada waktu itu.

Lanjutnya, selain dirinya bersama isteri mendapatkan tanah, terdapat juga para pejabat Pemkot, pimpinan dan anggota DPRD Kota yang menerima SK penujukkan kepemilikan tanah tersebut, yakni Ketua DPRD Yeskiel Loudoe dan Wakil I DPRD Christian Baitanu.


Selanjutnya Penatimor.com memberitakan bahwa, Dalam proses pemberian tanah kaveling itu, menurut Bernadus, tidak melalui persetujuan DPRD Kota Kupang, bahkan terkait pengelolaan barang milik daerah itu, Pemkot saat itu tidak membentuk tim pengkaji.


Setelah pemeriksaan kedua saksi ini, sidang ditunda hingga Senin depan dengan agenda pemeriksaan saksi. Wakil Wali Kota Hermanus Man dan Kepala BPN Kota Kupang, Vivi Nggagas. Terdakwa Jonas Salean dalam persidangan didampingi oleh Panesehat Hukum, Mel Ndaomanu cs.


Sumber: Penatimor.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel