POLITISASI AGAMA SELALU SUKSES MEMBODOHI BANGSA INDONESIA SEJAK BERABAD-ABAD LAMANYA



MEMPERJUANGKAN KEDAULATAN RAKYAT DINEGRI SENDIRI 

POLITISASI AGAMA SELALU SUKSES MEMBODOHI BANGSA INDONESIA SEJAK BERABAD-ABAD LAMANYA.

Indonesia Kita anggap masih menjadi Negara terbelakang atau maaf 🙏 barbar! , ketika politisasi Agama marak dinegri ini apalagi baru mendengar pemenggalan Kepala di Sulawesi Tengah dan pembakaran sebuah gereja , Baru beberapa minggu yang lalu ada seorang penipu yang [email protected] dirinya Imam Besar memprovokasi dan mengancam Akan terjadi pemenggalan Kepala, hmm kebiadaban terang benderang yang dibiarkan yang mengusik hati nurani dan keadilan bagi rakyat Indonesia , lalu ini tanggung jawab siapa?

Jelas ini adalah  ini adalah  ini adalah  tanggung jawab pemerintah yang tidak kunjung bersikap tegas kepada para provokator yang selalu menggaungkan Fasisme berselubung agama kemudian para politisi Busuk yang mendisain seseorang menjadi imam Besar untuk memprovokasi dan membodohi rakyat  sungguh mereka tidak berfikir bagaimana akibatnya untuk masyarakat kecil , sesungguhnya mereka memang kaum biadab yang memang harus dilenyapkan dari bumi tercinta Indonesia ini.

Tak bisa dipungkiri semua orang pada dasarnya Ingin punya hak untuk maju dan hal ini tidak mungkin bisa terlaksana oleh Fasisme , karena dalam prinsip fasis Kebijakan hanya dikuasai oleh segelintir orang atau kelompok. 
Rakyat jelata hanya bisa pasrah dan tak punya hak untuk mempersoalkan Kebijakan Pemimpin.

Musuh dari demokrasi adalah Fasisme gaya baru yang merupakan  keserakahan dan keinginan untuk berkuasa dengan cara merekayasa masyarakat atau social engineering dengan simbol-simbol imajiner .Seperti Ulama padahal kriteria Ulama tidak jelas, Imam besar yang memang kriterianya juga tidak jelas. 

Kemudian surga dan neraka hingga gangguan ketakutan  yang digambarkan akan terjadi menurut khayalan yang memang sudah disain , misalnya kebangkitan PKI, Negara Thogut Indonesia negara miskin akan bangkrut , alan dikuasai Cina  dan sebagainya  padahal yang memanas manasi seseorang yang bertugas sebagai  provokator yang ditugasi  orang-orang yang sekian puluh Tahun merampok uang Negara dan bergelimpangan dalam kehidupan yang mewah. 

Semua itu adalah usaha membangkitkan kembali Fasisme untuk melawan Demokrasi sehingga kekuasaan bisa dikuasai sekelompok orang seperti dijaman Orde Baru. 

Tak bisa dipungkiri bahwa Indonesia adalah Negara kaya yang penuh dengan limpahan sumber Daya Alam  bayangkan sebuah negara dengan gugusan kepulauan yang disebut Sunda besar, meliputi Sumatera , Jawa , Kalimantan, Sulawesi hingga Irian semuanya mempunyai potensi sumber Daya Alam yang langka diseluruh dunia tapi terdapat disemua gugusan Pulau tersebut termasuk juga digugusan Sunda kecil seperti Nusa Tenggara Barat , Nusa Tenggara Timur, Maluku dan sebagainya. Punya sumberdaya  alam dari mulai Nikel, emas, minyak, batu Bara, biji besi dan sebagainya belum lagi alamnya yang Indah dan subur dan menjadi destinasi Favorit para turis mancanegara , seperti Bali  Raja ampat, Bunaken, dll  hingga Pulau komodo.

Dengan daya tarik Indonesia yang demikian hebat tak bisa  dipungkiri menjadi daya tarik dunia dan kaum kapitalis  , Indonesia bisa dikuasai Belanda , Inggris, Amerika Serikat selama berabad-abad bahkan Belanda bisa menjadi Negara berdaulat berubah dari VOC yang tadinya bagian dari  Kerajaan Inggris dengan mengeruk kekayaan Indonesia , begitu juga Amerika Serikat bisa menjadi Negara super power juga Karena  minyak Riau (mereka mengeksplorasj berabad-abad dengan konsesi pemerintah Belanda dalam rangka balas jasa melepaskan diri dari Inggris)  dan emas Papua yang Atas balas jasa penggulingan Soekarno oleh Orde Baru. Artinya yang menghendaki kembalinya Fasisme di Indonesia hanya kaum Imperialis, kapitalis ,kolonialis asing dan beberapa individu yang serakah Tak puas puas dengan kekayaannya membuat sindikat dengan kelompoknya untuk membodohi rakyat Indonesia guna merampok kekayaan alam Indonesia dan uang rakyat Indonesia.

Betapa malangnya bangsa Kita hingga Merdeka Sudah 55 Tahun Masih juga dibodohi bahkan sekarang dibodohi oleh bangsanya sendiri dengan menampilkan keturunan Arab yang Tak tau malu terus membodohi bangsa Kita.

Seluruh masyarakat harus  tau sejak berabad-abad lamanya Belanda menjajah Indonesia selalu dengan memecah belah melalui politisasi agama tujuannyanya agar masyarakat Kita bodoh dan lebih mementingkan agamanya daripada kebangsaan! 

Hal ini diutarakan oleh Tan Malaka dalam bukunya Republikken Indonesien yang diterbitkan tahun 1925 dan madilog yang diterbitkan tahun 1943 , beliau berpendapat tak akan merdeka cara berpikir seseorang jika hanya mengikuti dogma apapun termasuk agama Karena akan membuat orang lupa untuk merdeka. 
Agama adalah urusan pribadi kepada Tuhan dan aturan hubungan antar manusia bukan membatasi pola berpikir seseorang.

Pemikiran Tan Malaka mempengaruhi cara berpikir kaum Nasionalis pada saat Itu dan mendorong munculnya ikrar Sumpah Pemuda pada tahun 1928 dimana para tokoh mengikrarkan satu Tanah air,  satu Bangsa, satu bahasa, yaitu Indonesia. Tak ada satu agama. kemudian Bung Karno merunmuskan Pancasila adalah ketuhanan yang Maha esa karena Sudah melihat bahwa kepentingan yang utama adalah kebangsaan. 

Belanda dengan politik devide et empera selalu melakukan politisasi Agama untuk memadamkan perlawanan para pejuang di Indonesia, Kita masih ingat perang Paderi yang dipimpin Tuanku Imam Bonjol dimana Belanda memecah belah umat islam bahkan mendatangkan Ulama Wahabi dari Timur Tengah yang memecah belah kaum adat dan  kaum Paderi yang tadinya bersatu menghadapi Belanda menjadi terpecah , di Minang kaum adat sangat memuliakan perempuan dengan adat matrilineal yang sebenarnya memacu agar laki laki mau bekerja keras tanpa memikirkan materi.

Sedangkan kaum Paderi yang terdiri dari para pendatang suku mandaeling , jawa dan melayu Riau berpihak kepada kaum wahabi sehingga Imam Bonjol menyerah.

Ucapannya yang populer kepada kaumnya ketika Itu menghadapi perpecahan bangsanya sendiri adalah :
"Adopun hukum Kitabullah banyak lah malampau dek ulah kito juo. Baa dek kalian?"  (Adapun banyak hukum Kitabullah yang sudah terlangkahi oleh kita. Bagaimana pikiran kalian?). 

Pada saat kaumnya lebih memikirkan hal yang sebenarnya bukan hal yang utama yaitu menghadapi perjuangan melawan kolonial mereka malah berperang sendiri hingga akhirnya Imam Bonjol pun menyerah dan dibuang ke Minahasa kemudian tak bisa lagi berdakwah karena disana penduduknya beragama nasrani. 

Kemudian pada perang Aceh dimana Belanda akhirnya memenangkan pertarungan dengan Cut Nyak Dien seorang Pahlawan perempuan yang tangguh dan pemberani,  Ulama Wahabi  suruhan Belanda sukses mensosialisasikan Al Maidah 51 dan perempuan Aceh wajib berjilbab dan patuh pada suami (mungkin hal ini banyak yang tidak tau , silahkan cari literasi dalam bahasa Belanda dan ada beberapa dalam bahasa Inggris ).


Belum lagi bagaimana Belanda menaklukan Kesultanan di makasar dan  Tidore di Maluku, Kerajaan Kerajaan di jawa seperti Brawijaya dan Mataram. Tentu kita pernah ingat tokoh -tokoh seperti Cornelius Speelman, Snock Hergenje  bahkan Westerling mereka hadir dengan politisasi Agama memecah belah rakyat Indonesia sehingga Belanda bisa menguasai Indonesia dalam waktu yang begitu lama.

Jadi politisasi Agama sebenarnya adalah musuh terselubung yang mengganggu Persatuan dan nasionalisme sejak dulu dan selalu sukses membodohi rakyat Indonesia, akankah sekarang juga sukses membuat rakyat Indonesia menjadi begitu bodoh? (Bersambung).

Wallahu'Alam bishowab

Tito Gatsu.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel Sedang #Viral