Hati-hati, Di Kupang Ada Pengedar Uang Palsu Ratusan Juta

Warga Kota Kupang dan seluruh NTT harus waspada, sebab sudah ada yang cetak uang palsu ratusan juta di Kupang.

Saat transaksi perhatikan baik-baik. Polsek Kelapa Lima, Polres Kupang Kota, Nusa Tenggara Timur berhasil membekuk resedivis pembuat dan pengedar uang palsu.

Tidak tanggung tanggung, pelaku berinisial JB (55) ini mencetak uang palsu senilai Rp343.400.000 (tiga ratus empat puluh tiga juta empat ratus ribu rupiah). 
Uang palsu senilai ratusan juta tersebut direncanakan dibawa ke negara tetangga Timor Leste, diduga untuk diedarkan atau ditukar dengan dolar namun terlebih dahulu digagalkan aparat kepolisian. 
Kapolres Kupang Kota AKBP Satria Perdana Binti menjelaskan, kasus ini terungkap setelah masyarakat menginformasikan bahwa di Kelurahan LLBK, Kota Kupang, ada seseorang ingin membeli kain di toko namun uang yang diberikan ditolak oleh kasir. 
"Dari situlah dilakukan penyelidikan oleh unit Reskrim Polsek Kelapa Lima. Proses penyelidikan berlangsung kurang lebih selama satu bulan lantaran pelaku berpindah-pindah tempat tinggal. Pelaku sehari-hari sebagai petani," jelas Kapolres. 

Pelaku baru berhasil ditangkap di jembatan Oesapa dan mengaku menjual printer yang digunakan untuk mencetak uang palsu, di Desa Oemofa, Kabupaten Kupang.  
Setelah menjual printer, pelaku kemudian berpindah ke Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara dengan membawa ribuan lembar uang yang telah dipalsukan. 
"Saat diamankan, ditangan pelaku disita uang palsu sebesar Rp11.100.000 (sebelas juta seratus ribu rupiah). Kemudian dilakukan pengembangan oleh unit Reskrim dan didapatkan lagi uang palsu sebesar Rp343.400.000 (tiga ratus empat puluh tiga juta empat ratus ribu rupiah), di rumah saudaranya di Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak," ungkapnya. 
Barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku JP adalah, uang palsu pecahan Rp100.000 (seratus ribuh rupiah) sebanyak 3.535 lembar senilai Rp353.500.000 (tiga ratus lima puluh tiga juta lima ratus ribu rupiah).  

Uang palsu pecahan Rp50.000 (lima puluh ribu rupiah) sebanyak 20 lembar, senilai Rp1.000.000 (satu juta rupiah), satu tas tenteng berwarna hitam, satu buah tas tenteng berwarna biru, satu kulit kertas A4s warna hijau dalam keadaan robek, satu unit printer merk epson L360 warna hitam dan 267 (dua ratus enam puluh tujuh) lembar kertas A4 bergambar tiga pecahan uang palsu Rp100.000 (seratus ribu rupiah). 
Cetak Uang Palsu Ratusan Juta, Seorang Pria di Kupang Ditangkap Polisi (1)

"Pelaku terancam 15  tahun penjara karena melanggar Undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang, subsider pasal 244  subsider pasal 245 KUHP," tandasnya. 
Bank Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Timur mengapresiasi pengungkapan yang dilakukan oleh aparat kepolisian, sehingga uang palsu tersebut tidak banyak beredar di masyarakat. 

"Ini pengungkapan pengedar uang palsu paling besar di Nusa Tenggara Timur," kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Timur, I Nyoman Aryawan Atmaja. 
Atas kinerja aparat Kepolisian Resor Kupang Kota dan Polsek Kelapa Lima, Bank Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Timur, memberikan cinderamata berupa piagam penghargaan, uang bersambung (Uncut Bankotes) dan uang pecahan Rp75.000 (tujuh puluh lima ribu rupiah).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel