Terancam Digusur, Perumahan Pondok Indah Matani Digugat Pemilik Tanah

perumahan pondok indah matani
Pegiatliterasi.com -  Dalam beberapa tahun terkahir, bisnis perumahan di NTT berkembang dengan cepat. Salah satu pengusaha properti ternama di NTT adalah Boby Liyanto, yang meneruskan usaha ayahnya. Namun, bukan usaha namanya kalau tidak menemui fase pasang surut. Seperti itulah yang dihadapi Boby Cs saat ini. Perumahan Pondok Indah Matani yang menjadi lahan usaha properti mereka salama ini, sedang mengalami masalah. Perumahan yang mereka bangun ini digugat oleh pemilik tanah. Pihak penggugat, yakni keturunan Isak Sabaat. Isak Sabaat dinilai sebagai pemilik tanah (tuan tanah). Sementara pihak tergugat adalah Badan Pertanahan Nasional (BPN). Lembaga tersebut digugat atas penerbitan sertifikat hak milik atas nama Boby Liyanto dan kini sudah dijadikan Kompleks Perumahan Pondok Indah Matani.
Gugatan itu pun sudah dalam tahap persidangan di pengadilan. Pada Kamis, 5 November 2020, sekitar pukul 11.00 Wita, PTTUN Kupang memeriksa tiga lokasi sengketa lahan di dalam Kompleks Perumahan Pondok Indah Matani. Pemeriksaan tersebut turut diikuti pihak BPN, penggugat dan tergugat.


Kuasa hukum penggugat Yance Tobias Mesakh mengatakan ada tiga lokasi yang digugat.Yaitu lahan pertama seluas 6140 M2, lahan kedua 5000 M2 (perbedaan lokasi), lahan ketiga 5000 H2.



Ketiga lokasi tersebut masih berstatus sengketa dan tengah disidangkan di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Kupang. Selain sidang di PTTUN, tim dari pengadilan juga turun langsung memeriksa ke lokasi tanah yang disengketakan.
Saat ini, Boby Cs sedang membangun perumahan di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang yang kemudian dinamakan dengan "Perumahan Pondok Indah Matani".
Meskipun sudah dalam tahap pembangunan, sayang sekali, tanah yang menjadi lokasi pembangunan masih disengketakan antara Pemilik tau tuan tanah dengan 
Perumahan Pondok Indah Matani dibangun di atas lahan yang bermasalah. 

Sejarah Tanah Perumahan Pondok Indah Matani

Dikutip dari VoxNtt.com, kuasa hukum pengugat, Yance Tobias Mesakh mengatakan tanah itu milik asli Isak Sabaat. “Kami menggugat tanah karena milik asli Isak Sabaat. Pernah pada tahun 1995 urusan kekeluargaan antara Kristofel Naimanu (yang melakukan komplain). Berita acara perdamaian dilakukan pada bulan  Juli 1995. Waktu itu BPN ukur sendiri luas lokasi. Luasnya belum diketahui oleh keluarga  karena BPN belum keluarkan hasil,” ungkap Yance. 

Kemudian, ketika membangun perumahan tahun 2009, tuan tanah sempat melakukan pelarangan.  Hengky Lianto yang adalah ayah Boby Liyanto kemudian datang  bertemu tuan tanah pada tahun 2020. “Waktu itu mau kasih rumah satu buah dan jadikan anak tuan tanah sebagai Satpam untuk jaga perumahan, tapi tuan tanah tidak mau,” terang Yance.


Pada tahun 2013 saat gugatan oleh penggugat baru mengetahui sertifikat lahan yang disengketakan ternyata milik orang lain. “Pihak Boby Liyanto membeli tanah dari Inyo Langoday. Pada sidang pembuktian tanpa ada permohonan  sertifikat ke BPN. Gambar Sertifikat (GS) tahun 2000 sementara gambar yang ada di BPN dalam bentuk peta bidang itu tahun 2002.

Surat pernyataan pemilik tanah menjadi milik Inyo Langoday adalah ditandatangani Kepala BPN Kabupaten Kupang Diky Pell,” imbuh Yance menjelaskan.
“Kami menggugat  BPN atas sertifikat yang dikeluarkan kepada saudara Boby Liyanto oleh Inyo Langoday bukan atas permintaan tuan tanah asli,” tambah Yance.

Sementara itu, Boby Liyanto melalui kuasa hukumnya Samuel Ahab mengatakan sengketa ini belum tuntas.  “Ini kan lain perkara lagi. Ini perkara lagi berproses kita tunggu saja. Kapan majelis hakim ketok palu siapa yang lebih berhak,” ungkap Samuel. Menurut Samuel, pemilik lokasi tidak ada kekhawatiran karena sebelumnya pihaknya  sudah mengadakan sosialisasi.  “Mereka percaya perumahan beli rumah ini secara sah,” ujarnya.
Tanah Perumahan yang disengketakan tersebut di atas berlokasi di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.
sumber: VoxNtt.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel