Prancis Duka Lagi: Teroris Belah Tenggorokan Seorang Pria Dan Penggal Leher Seorang Wanita


SERANGAN DI PRANCIS
Seorang korban tewas dipenggal, sedang seorang yg lain akibat luka setelah sempat melarikan diri ke bar dekat lokasi kejadian. (AFP/VALERY HACHE)

PegiatLiterasi.com - Prancis kembali berduka. Seorang pria berpisau melakukan serangan di dalam dan di dekat sebuah gereja di NicePrancis. Sejauh ini, serangan itu menewaskan sedikitnya tiga orang, termasuk seorang wanita yang dilaporkan dipenggal. Presiden Emmanuel Macron menyimpulkannya sebagai serangan terorisPolisi belum menyebut motif pembunuhan.

Sementara itu, Wali kota Nice, Christian Estrosi mengatakan semua bukti menunjukkan bahwa insiden itu adalah "serangan teroris di jantung basilika Notre-Dame. Dikutip dari BBCChristian Estrosi mengatakan bahwa pelakunya ialah "Fasisme Islamis" karena tersangka berulang kali mengucapkan "Allahu Akbar".  Menurut sumber dari kepolisian, penyerang bernama Brahim Aioussaoi. Yang lebih memperkuat pernyataan Estrosi adalah ditemukannya sebuah Quran dan dua telepon, belati yang digunakan dalam kejahatan. Kepala jaksa antiteroris Prancis, Jean-Fran├žois Ricard, mengatakan: "kami menemukan sebuah Quran dan dua telepon belati yang digunakan dalam kejahatan oleh tersangka. Kami juga menemukan sebuah tas yang ditinggalkan pelaku. Di sisi tas ini terdapat dua pisau yang tidak digunakan dalam serangan," seperti dilansir BBC.

Serangan Terjadi Menyusul Protes di Sejumlah Negara

Serangan ini terjadi menyusul protes di sejumlah negara terkait langkah Presiden Macron yang membela penerbitan karikatur yang menggambarkan Nabi Muhammad. Dua serangan terpisah terjadi Kamis (29/10), satu di kota lain Prancis dan satu di Arab Saudi. Seorang pria ditembak mati di Montfavet setelah mengancam polisi dengan pistol tangan. Dan seorang penjaga diserang di luar konsulat Prancis di Jeddah. Tersangka ditahan dan penjaga gedung dibawa ke rumah sakit.

Seorang Pria Tenggorokannya Dibelah

Serangan itu terjadi pada Kamis (29/10) pagi sebelum Misa pertama hari itu. Tiga orang menjadi korban. Ketiga korban diserang di dalam basilica. Dua tewas di dalam basilica. Satu lainnya wanita berusia 60 tahun kepalanya hampir terpenggal.  Seorang pria berusia 55 tahun yang merupakan anggota pengurus gereja, tenggorokannya dibelah.

Satu Korban Kabur Setelah Ditikam

Sementara itu, seorang korban lainnya, yakni wanita berusia 44 tahun, berhasil kabur ke kafe dekat basilica setelah ditikam beberapa kali. Namun, sayang nyawa wanita itu tidak terselamatkan karena kehabisan darah.

Kota Nice Menjadi Sasaran Teror

Kota Nice adalah salah satu kota sasaran serangan mematikan dalam tahun-tahun terakhir ini di Prancis. empat tahun lalu, Kota Nice juga menjadi sasaran serangan teroris. Waktu itu, seorang warga Tunisia mengemudikan truk dan menabrak kerumunan orang yang merayakan Hari Bastille pada tanggal 14 Juli 2016. Akibat serangan itu, 86 orang tewas.

Pendeta Jacques Hamel Ditikam Lehernya Guru dipenggal kepala

Selang beberapa bulan kemudian setelah serangan di atas, Pendeta Jacques Hamel ditikam di leher di gereja kota Rouen dalam sebuah ibadah pagi. Selain itu, Pada bulan ini juga, seorang guru, Samuel Paty dipenggal kepalanya di Conflans-Sainte-Honorine, Kejadian itu terjadi, beberapa hari setelah menunjukkan karikatur Nabi Muhammad kepada murid-muridnya.

Turki Boikot Barang-barang Prancis

Dikutip dari BBC Pembunuhan itu menyebabkan ketegangan di Prancis dan upaya pemerintah untuk meredam kelompok radikal Islam menimbulkan kemarahan di Turki dan sejumlah negara. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyerukan boikot barang-barang Prancis. Situasi semakin memburuk setelah Erdogan ditampilkan dalam karikatur tengah menyingkap baju perempuan berjilbab di majalah satiris Charlie Hebdo.
Sumber: BBC

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel