Temuan BPK: Ini 9 Proyek MANGKRAK Di Sabu Raijua, Nilainya Lebih Dari 20 Miliar

proyek mangkrak di abu
Ilustrasi jalan mangkrak

Pegiatliterasi.com - Suhu Politik di Sabu Raijua terus meninggi menyusul akan dilaksanakan Pilkada Serentak Desember 2020 Mendatang. Salah satu isu yang hot di kalangan orang Sabu adalah banyaknya pembangunan yang mangkrak atau terbengkalai dan tidak ada penyelesaian. 

Ternyata isu itu, bukan hanya isapan jempol semata. Proyek mangkrak itu ternyata benar-benar ada. Hal itu terungkap dalam temuan yang dimuat dalam laporan BPK RI Perwakilan Provinsi NTT. Dalam Laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTT terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua TA 2019, Nomor: 77.c/LHP/XIX.KUP/06/2020, terganggal 22 Juni 2020.

BACA JUGA: Arti di Balik Motif Sarung Sabu dan Awal Mula Terbentuknya Hubi Ae dan Hubi Iki

BPK RI Laporannya   ada sepuluh paket pekerjaan senilai Rp 21.068.008.916 pada Dinas PUPR Sabu Raijua (9 paket) dengan nilai lebih dari Rp 20,3 Milyar dan 1 paket proyek di Dinas Pariwisata Sabu Raijua dengan nilai sekitar Rp 705 juta.

Adapun 9 proyek mangkrak di Dinas PUPR Sabu Raijua adalah :

  • Pengembangan Jaringan Perpipaan SPAM Desa Keduru dengan nilai kontrak Rp 898.554.059. Dilaksanakan oleh CV. Alpha Et Omega. Realisasi fisik 69,7 %. Alasan keterlambatan : Kelalaian penyedia dalam mendatangkan material pipa di lokasi pekerjaan.
  • Pengembangan Jaringan Perpipaan SPAM Desa Jiwuwu dengan nilai kontrak Rp 895.850.000.
    Kontraktor : CV. Kendra. Progres fisik 65,41%. Alasan keterlambatan : Kelalaian penyedia dalam mendatangkan material pipa di lokasi pekerjaan.
  • Peningkatan Jalan Mesara-Ege1 (dari Tanah Ke Lapen) dengan nilai kontrak Rp5.542.506.114. Kontraktor : CV. Sinar Naga Emas. Progres fisik 40,25%. Alasan keterlambatan: kelalaian penyedia yang tidak cermat dalam mendatangkan material dan tenaga kerja di lokasi proyek.
  • Peningkatan Jalan Mesara-Ege2 (dari tanah ke lapen) dengan nilai kontrak Rp 3.918.856.884. Kontraktor : CV. Bumi Jaya. Progres fisik 95,02 %. Alasan keterlambatan: kelalaian penyedia dalam mendatangkan tenaga kerja di lokasi proyek.
  • Peningkatan Jalan Ledeke-Halapadji dengan nilai kontrak Rp 1.667.926.563. Kontraktor: CV. Dua Putra Mandiri. Progres fisik 54,11%. Alasan keterlambatan: kelalaian penyedia yang tidak cermat dalam mendatangkan material, tenaga kerja dan peralatan di lokasi proyek.
  • Peningkatan Jalan Poros Tengah, Sabu Timur dengan nilai kontrak Rp 1.615.429.295. Kontraktor : CV. Larasati. Progres fisik 20,63 %. Alasan keterlambatan: kelalaian penyedia yang tidak cermat dalam mendatangkan material dan tenaga kerja di lokasi proyek.
  • Pembangunan Jalan Daieko-Gurimonearu (dana cadangan) dengan nilai kontrak Rp 2.547.900.000. CV. Mitra Sahabat Jaya. Progres 32,25 %. Alasan keterlambatan: kelalaian penyedia yang tidak cermat dalam mendatangkan material dan tenaga kerja di lokasi proyek.
  • Pembangunan Jalan Sebelah SMAN 1 Sabu Barat – SD Prema dengan nilai kontrak Rp 1.580.805.402. Kontraktor: CV. Mitra Perkasa. Progres 50,01 %. Alasan keterlambatan: kelalaian penyedia yang tidak cermat dalam mendatangkan material dan tenaga kerja di lokasi proyek.
  • Pembangunan Jalan Tanajawa-SD Prema dengan nilai kontrak 1.696.056.099. Kontraktor: CV. Master Karya. Progres 17,67%. Alasan keterlambatan: kelalaian penyedia yang tidak cermat dalam mendatangkan material, peralatan dan tenaga kerja di lokasi proyek.

Selain itu, ada 1 paket proyek di Dinas Pariwisata Sabu Raijua, yakni Renovasi Aula Budaya, Lopo, Home Stay, Objek Budaya Pantai Napae dengan nilai kontrak Rp 705.124.499. Kontraktor: CV. Mitra Abadi, progres 91,29 %. Alasan keterlambatan: kelalaian penyedia dalam mendatangkan tenaga kerj di lokasi proyek.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel