Kronologi Seorang Pria Dihukum Gantung di Sumba: Diduga Oknum DPRD dan TNI Terlibat


kronolodi kasus pria digantung kepala ke bawah di sumba

Pegiatliterasi.comVideo seorang pria di Desa Rama Dana, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), dihukum gantung dengan posisi kepala ke bawah menjadi Viral. Video berdurasi 1,11 menit itu telah disebarkan lebih dari 1000 kali di media sosial dan mengundang keprihatinan netizen. Kasus itu pun sudah sampai di tangah Kepolisian Resor Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Polisi menerima laporan  terkait penganiayaan terhadap tersebut.

BACA JUGA: Seorang Nelayan Digigit Buaya Di Laut Oeba Kota Kupang

Identitas Korban Hukum Gantung Kepala Ke Bawah Di Sumba 
Terungkap bahwa  korban bernama Mario Mardi Natriti, 23 tahun, warga Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya. Sesuai laporan polisi nomor LP-B/66/I.6/X/2020/Polda NTT/Res SBD, Kasus penganiayaan ini dilaporkan kerabat korban bernama Paulus Seingo Bulu (52), warga Desa Letekonda Selatan, Kecamatan Loura Kabupaten Sumba Barat Daya 

Kronologi Penganiayaan Melibatkan Oknum DPRD dan Anggota TNI

Dalam laporannya, Paulus Seingo Bulu (52) menerangkan bahwa korban dianiaya pada tanggal 20 Oktober 2020 sekitar pukul 12.00 hingga pukul 16.00 Wita di beberapa lokasi yang berbeda. Yang paling tidak manusiawi adalah dalam laporan tersebut ternyata korban dianiaya oleh dua oknum anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya masing-masing berinisial YNR  dan SLG.
Kedua oknum anggota dewan ini diketahui merupakan kerabat dari Delsiana Bebe, yang merupakan pacar korban yang sempat kabur bersama korban karena hubungan mereka tidak direstui oleh orang tua Delsiana. Lebih lanjut, dalam laporannya, pelapor mengaku kalau YNR dan SLG menjemput korban Mario Mardi Natriti dan Delsiana Bebe dari kediaman Mario. Ikut juga dua orang oknum anggota TNI dari Koramil Waitabula, Kabupaten Sumba Barat Daya yang belum diketahui identitasnya.

Korban Dibawa Ke Koramil
Setelah dijemput, korban dibawa ke Koramil Waitabula oleh oknum anggota TNI atas permintaan anggota dewan YNR dan SLG. Sementara Delsiana langsung dijemput keluarganya untuk pulang ke Desa Karuni, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya. 
Korban Dibawa Untuk Digantung Kepala Ke Bawah
Setelah itu, korban dibawa ke suatu lokasi dan disuruh menggantungkan kepala ke bawah dengan posisi tubuh bersandar pada tembok selama 30 menit hingga korban jatuh sendiri karena kelelahan. Selanjutnya korban dibawa oleh YNR dan SLG ke rumah Delsiana Bebe. Lalu diperhadapkan dengan keluarga Delsiana. Di tempat itu juga dua oknum anggota TNI sempat menganiaya korban, juga ditampar 3 kali oleh anggota dewan YNR.

Korban Dibawa Kembali Ke Koramil
Dari rumah Delsiana, korban dibawa kembali  ke Koramil Waitabula. Kemudian diantar agi ke rumah SLG dan korban juga dianiaya di sana. Korban baru diantar pulang ke rumahnya pada pukul 18.00 wita.

Pelapor mengaku bahwa dua oknum anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya ini merupakan warga Desa Ramadana dan masih kerabat dengan Delsiana. Hingga saat ini, polisi masih mendalami kasus ini dengan memeriksa saksi-saksi. "Masih diperdalam dulu dari saksi-saksi," ujar Kapolres Sumba Barat Daya, AKBP Joseph Mandagi yang dikonfirmasi, Senin (26/10).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel