Listrik Era Baru: Pohon Lamtoro dan Kaliandra Akan Jadi Pembangkit Listrik Di NTT

Tanaman jenis Lamtoro dan Kaliandra akan diolah menjadi pembangkit listrik di NTT. Hal itu disampaikan General Maneger PT. PLN Cabang NTT, Agustinus Djatmiko, menurutnya, setiap harinya, PLN membutuhkan 30 ton cacahan pohon Kaliandra dan Lamtoro untuk pembangkit tenaga listrik. “Kita sangat membutuhkan kedua pohon ini untuk pembangkit listrik di NTT,” ungkap Agustinus.

Oleh sebab itu, PLN Cabang Nusa Tenggara Timur bekerjasama dengan Univesitas Nusa Cendana (Undana) Kupang melakukan penanaman 2.000 anakan jenis Lamtoro dan Kaliandra pada lahan seluas 5 hektar di Desa Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang.



Rektor Undana Kupang, Fredrik Benu mengatakan, bahwa penanaman sekitar 2.000 anakan pohon Lamtoro dan Kaliandra akan diolah menjadi pembangkit listrik di NTT.
“Kegiatan penanaman 2.000 pohon ini diprakarsai oleh PT. PLN Cabang Nusa Tenggara Timur bekerjasama dengan kita Universitas Nusa Cendana Kupang,” ungkapnya dalam kegiatan penanaman 2.000 anakan pohon jenis Lamtoro dan Kaliandra, Selasa (27/10/2020). Kegiatan penanaman 2.000 anakan ini bertepatan dengan Hari Listrik Nasional ke-75.

Riset Bank Dunia Tentang NTT

Sementara itu,gubernur NTT Viktor Laiskodat mengatakan, hasil riset yang dilakukan oleh Bank Dunia belum lama ini, menjadikan Provinsi NTT sebagai salah satu, bahkan satu- satunya Provinsi di Republik ini yang selain memiliki panas matahari tertinggi di Indonesia, juga memiliki kecepatan angin yang sangat konstan di sepanjang pantai di NTT.


Menurutnya, ini adalah satu satunya cara agar segera melupakan energi fosil. Bahkan saat ini perusahaan-perusahaan besar di dunia menamakan diri mereka Renuble Energi Hundred Persen. Artinya bahwa apapun yang diproduksi oleh perusahaan manapun di dunia ini yang tidak menggunakan Blue Energi, maka sudah pasti ditolak. Hal ini mengharuskan untuk segera menggunakan Energi Baru Terbarukan.

BACA JUGA: Ini 39 Nama Yang Mendapat Jatah Tanah Milik Pemkot Kupang Dari Jonas Salean dan Tomas More


Target Energi Baru Terbarukan pada tahun 2024 harus menyentuh angka 23 persen.

Presiden Jokowi telah mencanangkan agar Energi Baru Terbarukan pada tahun 2024 agar mencapai angka 23 persen. Menurut Viktor, Secara Nasional saat ini PLN ada di angka 10 – 11 persen. Itu artinya masih kurang sekitar 12 persen, dan untuk mencapai itu dibutuhkan kerja ekstra.

“Oleh sebab itu, sebagai gubernur saya pastikan bahwa dalam waktu yang tidak lama lagi lompatan ekonomi di provinsi ini akan mencapai 2.000 bahkan 3.000 kali lipat berkat Energi Baru Terbarukan yang akan disumbangkan buat negara ini, baik dari energi matahari, angin maupun bio massa,” Tambah mantan DPR RI itu.







Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel