Sadis: Ini Kronologi Mutilasi Di Kalibata City

Mutilasi Di Kalibata City

RHW (Ren). Pria yang jasadnya ditemukan tewas terpotong di dalam sebuah koper, di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, adalah alumni UGM jurusan sastra dan juga seorang Youtubers. 

RHW dalam youtubenya dikenal dengan nama Ren. Dia pernah membuat konten di akun YouTube TV IVS. Judul kontennya adalah, 'Merantau di Negri Sakura'.

"Indonesian student : RHW(Ren) is a Master Student of Tokyo University of Foreign Studies. Ren is living in Fuchu city, Western part of Tokyo. He has already been 6 years lived in Japan. Ren will introduce about daily life in Japan as an Indonesian (student) viewpoint. 

Episode1 : Around Tokyo University of Foreign Studies. City of Fuchu," demikian deskripsi pada konten YouTube tersebut.

Dalam youtubenya itu, Ren memperlihatkan kehidupan di luar kampus. Dia menunjukkan sebuah warung bento dengan harga terjangkau. Dalam video itu, Ren terlihat fasih berbahasa Jepang, ketika mengobrol dengan seorang koki.

Kasus bermula ketika keluarga Ren melaporkan bahwa Ren hilang sejak 9-10 September 2020 dari laporan orang hilang tsb polisi kemudian melakukan penyelidikan lebih dalam hingga akhirnya ditemukanlah jasad Ren dengan kondisi dimutilasi sebanyak 11 bagian dan dimasukkan kedalam sebuah koper.

Polisi sendiri sudah mengungkap dan menangkap pelakunya. Dua pelaku adalah sepasang kekasih bernama Djumadil Al Fajri (DAF) dan Laeli Atik Supriyatin (LAS).  
Dalam kasus ini, LAS berperan merayu Ren hingga korban mau memberitahu pin ATM-nya.

Setelah dibunuh dan jenazahnya dimutilasi, rekening korban dikuras oleh kedua tersangka.
LAS menguras rekening senilai Rp 97 juta yang diambil lewat ATM korban. 
Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, uang tersebut digunakan pelaku untuk menyewa satu unit kamar apartemen dan rumah yang rencananya untuk mengubur korban di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Uang tersebut juga sudah digunakan pelaku untuk membeli barang berharga lainnya seperti emas antam dan motor Nmax.

Kronologi kejadian bermula ketika korban berkenalan dengan LAS melalui aplikasi Tinder.
Setelah intens berkomunikasi, Ren dan LAS memutuskan untuk bertemu pada Senin (7/9/2020).
Pada Rabu (9/9/2020), keduanya menyewa kamar di apartemen di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Kamar itu disewa selama tiga hari hingga Sabtu (12/9/2020).

Saat keduanya masuk kedalam kamar, ternyata pelaku pria yakni DAF telah bersembunyi didalam kamar mandi. Ketika korban dan LAS sedang berhubungan intim, DAF keluar dari tempat persembunyiannya.

DAF langsung menghampiri LAS dan memukul kepala bagian belakang Ren menggunakan batu bata sebanyak tiga kali.
Selain itu DAF juga menikam korban sebanyak tujuh kali hingga Ren meninggal dunia.
Di hari dan lokasi yang sama, jenazah Ren lalu dimutilasi menggunakan gergaji dan sebilah golok.

Pada Sabtu (12/9/2020), potongan tubuh korban yang dibungkus plastik kresek dan dimasukkan ke koper dibawa ke Apartemen Kalibata City.
Itu adalah hari di mana keluarga korban melapor ke Polda Metro Jaya terkait orang hilang.
Empat hari kemudian, jenazah korban yang sudah dimutilasi ditemukan di sebuah kamar di lantai 16 Tower Ebony.

Polisi mengamankan kedua tersangka di Perumahan Permata Cimanggis, Cimpaeun, Tapos, Kota Depok, pada Rabu (16/9/2020) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Tambahan : pelaku wanita LAS ternyata diketahui menjalin hubungan terlarang dengan DAF, DAF sendiri telah beristri dan memiliki beberapa orang anak. Bahkan LAS dan DAF sempat menculik anak DAF dengan istri resminya sebelum kemudian dikembalikan.

Pesan : jangan terlalu percaya kepada seseorang apalagi berkenalannya itu melalui aplikasi atau sosial media, karena orang terdekat disekitar kita saja bisa menyakiti diri kita ! Apalagi orang asing (orang yg baru dikenal)

Sc : Glosarium Horror Dan Misteri

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel