4 Strategi Telkomsel "Membungkam" Denny Siregar Dalam Kasus "Pembocoran" Data Pribadi Denny Siregar oleh Karyawan Telkomsel Bernama Febriansyah Puji Handoko

Febriansyah Puji Handoko
Denny Siregar dan karyawan Telkomsel bernama Febriansyah Puji Handoko 
Pembobolan (dibaca: Pembocoran) data pribadi Denny Siregar oleh karyawan Telkomsel bernama Febriansyah Puji Handoko berbuntut panjang. Denny berencana adukan Telkomsel ke meja hijau karena lalai merahasiakan data pribadinya. Namun, menurut Denny, Telkomsel berusaha membungkamnya dengan berbagai cara. Dalam postingan di akun Fbnya, yang berjudul "ADU STRATEGI" Denny mengatakan bahwa ada 4 strategi "big company" (dibaca: Telkomsel).
Begini cuitan lengkap Denny Siregar.


ADU STRATEGI
Saya sudah menduga, bahwa kasus melawan "Big Company" tidak semudah kelihatannya..
Mereka punya jaringan orang2 top dan dana besar untuk melindungi kepentingan besarnya. Dan strategi mereka keren sekali, sehingga banyak orang silau.

Salah satu strategi adalah dgn membangun narasi seolah2 mereka sudah membongkar jaringan didalam. Dan keluarlah tersangkanya, yang ternyata jabatannya cuman coro doang. 
Dengan begitu, mereka memposisikan sebagai korban, dan karena mereka dan saya sesama korban, jadi cukup minta maaf saja, "Maaf ya Den, atas ketidaknyamannya.." Mereka anggap masalah selesai.


BACA JUGA: Akun @xdigeeembok, Bongkar Kedok Haikal Hassan Sebagai "Penyandang Dana" Operasional Akun @Opposite6891


Strategi kedua, dengan memunculkan orang/kelompok seolah2 menuntut mereka belasan triliun rupiah dengan mengatasnamakan saya. Dan narasi yang dibangun adalah, "Ah, Denny ternyata cuman cari uang". Dibunuhlah karakterku, supaya yang tadinya mendukung menjadi benci.

Nah strategi ketiga, mereka akan memunculkan "angka nego" dgn saya ke publik. Tujuannya, ya apalagi merusak nama supaya opini terbentuk bahwa saya hanya mencari uang.




Lalu strategi keempat, akan bongkar2 keburukan saya di masa lalu, supaya kembali lagi tercipta opini negatif publik ke saya.
Dan semua itu akan mereka lakukan dalam rangka menghalangi saya mengajukan gugatan sebenarnya. Melepaskan tanggung jawab mereka yang sudah sangat merugikan. Dan supaya tidak muncul orang2 seperti saya yang akan mengajukan gugatan yang sama.
Begitulah cara Big Company menyelesaikan masalahnya. Tidak ada empati, bagi mereka semua hanya bagian dari industri. Saya dan kita semua hanyalah "nomor" bagi mereka, bukan lagi manusia. 
Penting bagi mereka jika saya dibungkam. Supaya tidak ada kasus "Goliath kalah melawan Daud". Kalau Daud menang, wah rusak reputasi besar mereka. Saham bisa anjlok karena kepercayaan hancur.

Padahal, apa yang saya lakukan dgn menggugat nanti, justru akan memperkuat posisi mereka sebagai perusahaan yang perduli pada masalah sistem internalnya. Efek jera lewat gugatan itu penting, supaya mereka tidak bisa seenaknya lepas tangan dari masalah serius di dalam sistem keamanan data mereka.

Sungguh, ini permainan catur yang menarik bagi saya. Langkah harus cermat, jangan sampai salah. Dan tekanan2 yg lebih besar akan saya hadapi, lebih kuat dari yang pernah terjadi.
Tapi biarlah. Apa yang terjadi biarlah terjadi. Setidak2nya saya sudah berusaha melawan kesombongan sebuah korporat besar. Dan jika saya kalah, tetap saja menjadi sebuah kebanggaan karena saya pernah melakukan langkah besar yang berarti.

BACA JUGA: 4 Kebohongan Uztad Fauzan Al Azmi Yang Ngaku Anak Kardinal

Sebentar lagi, pasti banyak tokoh2 besar yang akan menelpon saya, dan bilang, "Denny, kamu mundur saja.."
Ah, biar saya beri mereka secangkir kopi..
Bagi saya, ini hanya permainan catur saja. Hanya lawannya saja yang berbeda..
Seruput..

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel