Seorang Praktisi Kesehatan Menentang Produk "Pemutih dan Pengesat " Organ Kewanitaan

Pemutih dan Pengesat vagina

Baca guys biar paham ya!
Belajar itu tidak kenal usia
Organ Reproduksi Wanita:  Berani Menolak Edukasi Salah Kaprah
Tulisan ini mengandung konten dewasa.  Nggak tabu,  gue sedang tidak membahas tutorial sex atau semacamnya.  Ini seputar kekeliruan yang masih sangat  awam terjadi dilingkungan kita. 

Ditulisan sebelumnya,  beberapa kali gue bahas. Cuma kali ini gue buat khusus. Tapi sebelumnya, dari tulisan gue yang membahas sex edukasi,  lu orang nggak seenaknya memandang sebelah mata.  Ilmu ini nggak ada di perbokepan kok,  gue dapet di situs medis, artikel sesama penulis,  dan buku di rak-rak perpustakaan. 
Gue secara pribadi mengajak untuk kita MENENTANG SEGALA MACAM PRODUK  Pemutih dan Pengesat Vagina.

Siapa sih yang ngajarin Vagina kesat itu bagus? Hah? 
Ajaran warisan Nenek Moyang kita ratusan tahun silam yang dimana ilmu medis belum berkembang? 
Ajaran turun temurun dari Ibu ke Ibu yang memborong daun sirih? 
Lanjut lanjut,  jangan stop baca.  Gue nggak ngomel-ngomel kok.  Hehehe

*Pertama.  Secara alamiah,  vagina nggak ada yang wangi.  Gue berani bertaruh!
*Kedua. Vagina basah saat mendapat rangsangan. Itu namanya horny.  Jika kering kesat, gue nggak berharap laki-laki merasa menemukan harta karun,  tapi segera sadar diri pasangannya nggak tertarik untuk melakukan sex.  Wanitanya nggak horny, sebagai laki-laki,  sebenarnya dia gagal. 

*Ketiga. Tentang Warna. Jika wanita berpikir tentang pink,  merah dan putih, tentu salah.  Vagina, labia,  dan selangkangan selalu memiliki pigmen warna lebih gelap dari warna kulit tubuh kita. 
Bentuk labia setiap wanita juga berbeda-beda. Ada yang tipis,  ada yang berwarna abu,  ada yang menggelambir sebelah,   ada juga yang menggelambir  menutupi clitoris.
Dan semua itu NORMAL. 

Jangan berpikir meminum bergelas-gelas daun sirih, maka akan mendapatkan vagina yang kesat dan harum.  Girls,  Mom,  Sist,  itu tidak lebih dari sekedar upaya merusak rahim. 
Jangan berpikir memborong sabun pewangi,  KRISTAL EKS (noh gue sebut merk,  mana sellernya,  sini lah kroyok gue lagi) atau produk-produk yang menjanjikan bisa menghilangkan aroma Vagina secara instan.  Itu ngaco!

Jika ada produk yang menyuruh lu memasukan itu ke vagina,  kemudian nanti keluar kaya gumpalan putih,  seperti tisyu,  gue pastikan produk itu berbahan dasar TAWAS!
Tawas di gunakan untuk bahan dasar pembuatan deodorant.  Silahkan raba ketiak lu sebelum dna sesusah menggunakan deo.  Kesat,  wangi, dan nggak lembab bukan? 
Sekarang bayangkan deodorant lu oles ke vagina lu? 
Cairan keputihan akan mengering,  menggumpal,  dan dengan tolol seller akan menyebut itu penyakit yang keluar. 
Hey girls, ladies,  Vagina sehatpun akan mengalami hal serupa jika dioles tawas.  Lu serius mau menyumbat rahim lu dengan tawas dan berharap agar vagina lu tetap kering? 

*Yang terakhir.  Pigmen warna. 
Warna Labia dan selangkangan bahkan jika 3x lebih gelap dari pigmen warna utama kulit kita,  itu normal.  Dengan mengoles krim pemutih,  lu hanya sedang mencoba merusak jaringan kulit sekitar dan seluruhnya.
Kita ini manusia lho, yang kalo terangsang akan basah, bukan seperti boneka sex yang akan tetap kering. Kita manusia,  yang tercipta fleksibel.  Jika sebelum dan paskah melahirkan ada yang berubah,  itu normal?!  Come on,  we are not doll !! 

Makan jenis makanan tertentu juga secara alamiah cariran tubuh kita akan berubah arona Bukan sekedar keringat dan bau mulut,  tapi juga Vagina. Dan ini alami bukan aib. Kita bukan boneka sex yang di ciptakan sesuai imaginasi!  Yg di rangsang nggak akan basah,  atau yang vaginanya terbuat dari silicon yang di warnai sehingga mau lembab atau tergeset serat kain nggak akan berubah warna. 
Gue tadi bilang itu yang terakhir ya.  Belom,  bentar.  Masih ada beberapa paragraf ke bawah. 

Ini tentang keputihan. 
Keputihan itu bukan aib.  Bahkan jika itu sampai membuat celana dalam lu bolong-bolong.  Vagina memiliki PH dengan asam yang tinggi, hingga dalam jangka waktu tertentu membuat kain rapuh.  Bukan jorok,  tapi mengenali aroma vagina lu sendiri itu perlu.  Jadi cuma lu snediri yang akan hafal,  mana aroma normal, aroma abis makan duren,  aroma abis makan daging-dagingan atau aroma saat vagina lu mungkin mengalami gangguan. 

Nah,  gangguan. 
Yang umum dan sering terjadi adalah Jamur.  Jika keputihan diserati gatal berlebih,  bau yang tidak seperti biasanya,  tidak nyaman dan lainnya, bukan serta merta disiram pakai sirih. 

Dalam vagina terdapat bakteri baik dan bakteri jahat. Mengatasi sendiri dengan berbagai macam obat,  mungkin juga akan sekaligus membunuh bakteri baik.  Sedangkan bakteri baik berfungsi untuk membersihkan vagina dan menjaga PH.
Untuk mengatasi ini,  konsultasi dengan dokter adalah pilihan yang tepat.  "Mahal konsul ke dokter."
Konsul di Bidan,  Puskesmas,  maupun di Posyandu.  Itu gratis, lho.

Keputihan itu bukan aib!
Tidak perlu malu konsultasi ke Dokter atau orang-orang yang ahli di bidang tersebut. 
Gue memaksa lu untuk membagikan tentang ini ke saudara laki-laki,  temen laki-laki, pacar  atau suami lu sendiri. 
Mereka harus berhenti dengan sudut pandang kuno dan mitos sex yang merugikan.

Kita nggak bisa lagi menolak sex edukasi.
Karena mitos-mitos seputar sex sebagaian besar amat sangat merugikan dan sangat diskriminatif bahkan memojokkan wanita.
Yang ujung-ujungnya they’ll lose their confidence as a woman.
Paham kan guys!

#DYAHNOVITA
#salamcaseluda🥰

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel