Kebohongan Uztad Fauzan Al Azmi Alias Ir. Yohanes Ignatius, S.Th

Uztad Fauzan Al Azmi Alias Ir. Yohanes Ignatius, S.Th.

4 Kebohongan Uztad Fauzan Al Azmi Alias Ir. Yohanes Ignatius, S.Th.

1. Anak Kardinal
2. Ketua Misonaris
3. Gelar Serjana Teologia (S.Th)
4. Lulusan Injil Vatican School di Vatikan

Kebohongan Sebagai:

1. Anak Kardinal?

Kardinal adalah pejabat senior dalam Gereja Katolik Roma. Berada di bawah Paus dan ditunjuk langsung oleh paus sebagai anggota dewan kardinal. Tugas para kardinal adalah untuk menghadiri rapat dalam dewan suci dan siap sedia untuk hadir, baik secara pribadi maupun bersama-sama, kapanpun Sri Paus membutuhkan nasihat mereka. Umumnya para kardinal memiliki tugas tambahan, misalnya memimpin suatu keuskupan baik keuskupan pada umumnya maupun keuskupan tituler ataupun keuskupan agung serta memimpin suatu departemen dalam Kuria Romawi. Akan tetapi fungsi terpenting mereka adalah memilih Paus baru, bilamana terjadi kekosongan tahta keuskupan Roma karena kematian atau pengunduran diri Paus yang lama. 
Karena itu ada yang aneh dari pengakuan si Uztad Fauzan Al Azmi yang bernama asli Ir. Yohanes Ignatius, S.Th. Sejak kapan ada Kardinal yang menikahdan punya anak dan istri? Bohongnya kelewatan. 


2. Ketua Misionaris untuk Hancurkan Agama Tertentu?

Di awal ceramahnya, Uztad Fauzan Al Azmi Alias Ir. Yohanes Ignatius, S.Th. memperkenalkan diri bahwa ia adalah Ketua Misionaris yang diberikan tugas untuk menghancurkan agama tertentu di Indonesia. Ini benar-benar ceramah yang provokatif dan memecah belah bangsa. Masak ada pendeta yang ditugaskan untuk kejahatan seperti itu. Kristen itu selalu berpedoman pada hukum kasih, "Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri".


3. Sekolah di Vatikan (Khatolik) tetapi Gelar Serjana Teologia (S.Th)

Aneh bukan? Masak sekolah Katolik tetapi dapat gelar pendeta Kristen protestan. Kalau pun ada yang namanya Injil Vatican School di Vatikan itu, yang pasti lulusannya jadi pastor, romo, suster, cardinal dan sejenisnya. Masak si Ir. Yohanes Ignatius ini lulusan dari sana dapat gelar S.Th (gelar Pendeta Kristen protestan) dan jadi pendeta. Sekedar tahu saja, Pendeta dan romo itu beda jauh tempat tugasnya. Pendeta untuk Kristen protestan, sedang romo untuk agama Khatolik. Inilah mengapa MUI, NU dan sejenisnya penting untuk sertifikasi para penceramah. Agar tidak ada penceramah karbitan seperti ini yang bicaranya hanya menjelekkan agama lain untuk dapatkan duit. Sehingga menimbulkan kebencian antar umat beragama. Penceramah yang motivasinya uang, begitu jadinya. Buat kontroversi entah disengaja atau memang tidak punya ilmu, akhirnya menyebabkan disintegrasi bangsa. 

4. Lulusan Injil Vatican School di Vatikan?

Dikutip dari Katolikpedia.id. Seorang yang pernah kuliah di Italia, mengatakan bahwa tidak ada yang namanya "Injil Vatican School” di Italia. Begini kutipannya, "saya hanya ingin sedikit “sharing”. Komunitas tempat tinggal saya hanya berjarak 1,5 km dari Vatikan. Jarak tempuh dengan jalan hanya sekitar 20 menit. Dan Vatikan menjadi tempat destinasi favorit saya ketika berolah raga sore, joging atau hanya sekedar jalan-jalan santai. Saya mau bilang bahwa yang namanya “Universitas Vatikan” itu tidak ada. Yang namanya“Injil Vatican School”itu juga tidak ada. Kalau saja ada pasti hanya ada dalam pikiran orang yang kepalanya kurang oksigen. Atau hanya muncul dari halusinasi berpikir orang-orang yang mimpi dan niatnya tidak kesampaian".


BACA JUGA: Muncul Desakkan: MUI Segera Pecat Tengku Zulkarnain Si "Doktor Palsu"


Teman-teman religius (Romo/Pater, Suster, Frater, Bruder) yang pernah dan sedang kuliah di Roma pasti tidak asing dengan beberapa nama Universitas Kepausan ini: Pontificia Università Gregoriana, Pontificia Università Urbaniana, Pontificia Università Salesiana, Pontificia Università Antonianum atau Pontificia Università Lateranensis. Dan tentu saja masih ada Universitas-universitas lain tempat “kaum religius diaspora” dari Indonesia menimba ilmu di Italia. Sebut saja ada Universitas Sapienza atau juga Universitas LUMSA dan macam-macam universitas lainnya.
Baca lengkap: Tanggapan: Benarkah Ada “Injil Vatican School” di Vatikan?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel