Fary Francis Diangkat Jadi Komsaris Utama PT. ASABRI

Fary francis
Farry Francis

Putra NTT, Fari Francis, Diangkat Menjadi Komisaris Utama PT ASABRI

 Ini menjadi momen spesial bagi putra NTT, mantan wakil rakyat NTT 10 tahun terakhir (2009 - 2019), Bapak Fary Francis. Menteri BUMN, Erick Tohir, telah mengangkat dan melantik Fary Francis sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau PT Asabri (Persero) menggantikan Laksaman Madya TNI Dr. Didit Herdiawan Ashaf, MPA, MBA.

PT ASABRI adalah perusahaan asuransi plat merah untuk TNI/Polri dan pensiunan TNI/Polri. Momen ini memang memecahkan sejarah. Mengapa? Selama ini yang menjadi Komisaris Utama dan Komisaris Independen PT ASABRI adalah para jenderal aktif TNI atau pensiunan jenderal TNI. Tetapi saat ini, seorang sipil murni dipilih dan diangkat menjadi komisaris utama. Ini di luar kebiasaan. Pak Fary memang 'anak kolong', yang hingga saat ini masih menjadi Ketua FKPPI NTT.

Tetapi penugasannya sebagai komisaris utama PT ASABRI adalah sebuah penugasan yang bukan tanpa harapan, bukan tanpa alasan. Something happen for reason!

BACA JUGA: Refleksi Father Day, Farry Francis: 10 Tahun Saya Dicaci Maki, Tapi Saya Tidak Balas


Sepak terjang Fary sebagai wakil rakyat NTT selama 10 tahun dan 5 tahun terakhir sebagai Ketua Komisi V DPR RI sungguh membekas bagi rakyat NTT. Masih ada kisah yang terus diwartakan hingga kini, masih ada memori yang terekam baik hingga saat ini tentang perjuangannya sebagai jembatan aspirasi rakyat NTT. Banyak program pembangunan infrastruktur yang menjadi buah perjuangannya dan kini sudah dinikmati rakyat NTT.

Narasi secukupnya, fasilitasi secara total, aksi terukur berbuah pada eksekusi nyata program di lapangan. Kepercayaan itu tidak habis. Kini beliau diberi kepercayaan baru di dunia BUMN. Benar, yang setia dalam perkara-perkara kecil akan diberi perkara-perkara yang lebih besar.
Mengapa seorang putra NTT ini harus berada di posisi Komisaris Utama PT ASABRI yang kita tahu beberapa waktu terakhir dilanda persoalan perasuransian? Ibarat orang sakit, ASABRI yang sedang sakit butuh tabib. Lantai kotor di ASABRI tidak bisa dibersihkan dengan sapu yang kotor pula. Harus ada orang yang bisa menggerakkan sistem agar badai persoalan cepat diatasi, supaya ASABRI sehat lagi. Ini memang butuh figur dari luar sistem, yang sipil, yang konsisten, yang jujur dan komit. Kualifikasi ini ada dalam diri Pak Fary. Selamat bekerja bagi negeri ini. Teruslah melayani melalui ASABRI. Sekali lagi selamat dan proficiat Pak Fary untuk penugasan baru ini. Dari NTT untuk Indonesia

BACA JUGA:
Profile dr. Orient Riwu Kore, Bacalon Bupati Sabu Raijua yang Diusung Partai Demokrat Bersama Thobias Uly

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel