Ini Dia Penyebab Tagihan Listrik di Rumah Menjadi Boros, Begini Cara Hitungnya

Penyebab Tagihan Listrik di Rumah Menjadi Boros

Saya pelanggan listrik tegangan rendah golongan rumah tangga non subsidi R1-2.200 VA. Pelanggan kategori rumah tangga dengan daya 1.300 VA keatas saat ini dikenakan tarif Rp.1.467,-/kWh. Harga listrik atau biasa dipublikasikan di media massa dengan sebutan TDL (tarif dasar listrik) saat ini mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016. Untuk mengubah (menurunkan/menaikkan) TDL prosesnya sangat rumit dimana harus membuat kajian komprehensif terlebih dahulu, mengikuti formula dari KESDM, menunggu UU APBN, meminta persetujuan DPR, dan proses lainnya sampai disahkan oleh pemerintah. Hingga saat ini kita masih bersama-sama berjuang melawan Covid-19 dengan cara tetap tinggal di rumah. Saya akan cerita sedikit peningkatan konsumsi tenaga listrik akibat semua anggota keluarga berada di rumah. 

Saya simplikasi pemakaian energi pada hari kerja dengan simulasi perhitungan peralatan elektronik sebagai berikut (spesifikasi daya terpasang biasanya ditempel di peralatan elektronik, satuannya Watt).

  1. Televisi LED 32 Inch, daya terpasang 55 W, dipakai 3 jam saat makan malam bersama.
  2. AC, daya terpasang 350 W, dipakai 8 jam saat tidur malam hari.
  3. Lampu 5 buah, daya terpasang 10W per lampu, digunakan 8 jam untuk penerangan pada malam hari.
Setelah diketahui data-data peralatan dan waktu penggunaan maka dihitunglah energi yang digunakan.

  1. Televisi LED 32 Inch, energi terpakai (55 W x 3 jam) 165 Wh
  2. AC, energi terpakai (350 W x 8 jam) 2.800 Wh
  3. Lampu, energi terpakai (5 lampu x 10 W x 8 jam) 400 Wh
  4. Total energi terpakai 3.365 Wh atau (3.365/1.000) 3,3 kWh
  5. Dalam sehari saya mengeluarkan biaya (3,3 kWh x Rp.1.467,-/kWh) Rp.4.936,- atau ampir 5 ribu rupiah.
  6. Dalam sebulan saya mengeluarkan biaya (Rp.4.936,- x 30 hari) Rp.148.094,-

Karena pandemi Covid-19, saya dan keluarga harus tetap berada di rumah sehingga pemakaian peralatan elektronik kami meningkat.
  1. Televisi LED 32 Inch, daya terpasang 55 W, yang semula ditonton 3 jam saat makan malam bersama sekarang bertambah 6 jam pada siang sampai sore hari untuk menonton film atau berita terkini.
  2. AC, daya terpasang 350 W, yang semula dipakai 8 jam saat tidur malam hari sekarang bertambah 5 jam untuk istirahat siang hari.
  3. Lampu 5 buah, daya terpasang 10W per lampu, yang semula digunakan 8 jam untuk penerangan pada malam hari bertambah 6 jam untuk menerangi ruangan yang gelap tidak terpapar matahari.

Cara Hitung KWh Listrik Prabayar

Setelah diketahui penambahan tingkat konsumsi peralatan listrik maka dihitunglah energi yang digunakan.
  1. Televisi LED 32 Inch, energi terpakai (55 W x (3+6) jam) 495 Wh
  2. AC, energi terpakai (350 W x (8+5) jam) 4.550 Wh
  3. Lampu, energi terpakai (5 lampu x 10 W x (8+6) jam) 700 Wh
  4. Total energi terpakai 5.745 Wh atau (5.745/1.000) 5,7 kWh
  5. Dalam sehari saya mengeluarkan biaya (5,7 kWh x Rp.1.467,-/kWh) Rp.8.428,-
  6. Dalam sebulan saya mengeluarkan biaya (Rp.8.428,- x 30 hari) Rp.252.837,-
Berdasarkan perhitungan tersebut fakta yang saya temukan adalah telah terjadi peningkatan penggunaan tenaga listrik dari Rp.148.094,- menjadi Rp.252.837,- atau meningkat hingga 70% hanya dari 3 peralatan elektronik yaitu TV, AC, dan lampu penerangan. Angka kenaikan akan bervariasi kenaikannya tergantung besarnya daya terpasang peralatan elektronik lainnya (kulkas yang menyala 24 jam, pompa air, water heater, rice cooker, komputer, kipas dll) serta durasi pemakaian yang meningkat selama dirumah. Kami mengakui ternyata kami mengkonsumsi listrik lebih banyak dari hari biasa. Nampaknya harus berhemat dengan mengefisienkan pemakaian, hmm. So, please do not hesitate to contact me if you need further information about your daily electrical load. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel