Pebulu Tangkis Taufik Hidayat, Terseret Korupsi Mantan Menpora, Imam Nahrawi

Taufik Hidayat Korupsi
Pegiatliterasi.com - Kasus korupsi yang melibatkan Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) terus bergulir di KPK.  Imam Nahrawi divonis 10 tahun penjara dan denda Rp. 500 juta dan wajib membayar uang pengganti sebesar Rp. 19,154 miliar oleh Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Jaksa KPK menilai, Imam Nahrawi bersama dengan rekanya bernama Ulum, terbukti secara sah dan meyakinkan telah menerima suap sebesar Rp. 11,5 miliar dan gratifikasi sebesar Rp. 8,648 miliar. Sebelumnya Miftahul Ulum, selaku asisten pribadi Imam Nahrawi, telah divonis 9 tahun penjara dan denda Rp. 300 juta. Ulum terbukti menjadi operator lapangan aktif penerimaan suap dan gratifikasi Imam Nahrawi. 


Taufik Hidayat Terlibat Korupsi 

Salah satu hal yang menjadi pembicaraan Netizen beberapa hari ini adalah terlibatnya Mantan Pebulu Taufik Hidayat, diseret dalam kasus korupsi ini. Sebagaimana dikutip dari menurut JPU KPK Taufik Hidayat menjadi perantara dalam pemberian gratifikasi untuk Imam Nahrawi. Hal itu terjadi saat Taufik menjadi staf khusus Menpora Imam Nahrowi.


Dikutip dari republika.co.id, Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Jumat (Jumat (12/6) yang dilakukan melalui video conference, JPU KPK, Budhi Sarumpaet mengungkap fakta bahwa pada bulan Januari 2017, Tommy Suhartono selaku Direktur Perencanaan dan Anggaran Program Satlak PRIMA minta uang sebesar 1 miliar rupiah kepada Edward Taufan Pandjaitan. Uang itu akan digunakan untuk keperluan Imam Nahrawi. "Uang itu diminta dan diserahkan kepada Taufik Hidayat, staf khusus Menpora Imam Nahrawi," kata Budhi.

"Atas permintaan tersebut, selanjutnya Edward Taufan Pandjaitan alis Ucok mengambil uang tunai sejumlah 1 miliar rupiah yang berasal dari anggaran akomodasi atlet Program Satlak PRIMA. Selanjutnya, uang itu diserahkan kepada Taufik Hidayat melalui Reiki Mamesah di rumah Taufik Hidayat," Lanjut Budhi.


Tommy menghubungi Taufik dan mengatakan akan ada Miftahul Ulum (asisten pribadi Imam Nahrawi) yang akan mengambil uang titipan itu untuk keperluan Menpora. Ulum lalu datang ke rumah Taufik dan mengambil uang Rp 1 miliar untuk diserahkan kepada Imam. 

Miftahul Ulum Membantah Terlibat

Sebelumnya Miftahul Ulum, selaku asisten pribadi Imam Nahrawi, telah divonis 9 tahun penjara dan denda Rp. 300 juta. Ulum terbukti menjadi operator lapangan aktif penerimaan suap dan gratifikasi Imam Nahrawi. Namun, dalam persidangan, Miftahul Ulum membantah pernah ambil 1 miliar rupiah dari Taufik Hidayat. Meskipun demikian, keterangan Tommy, Ucok, Reiki, dan Taufik walau masing-masing keterangan yang berdiri sendiri, namun saling berkorelasi satu dengan yang lain. Selain itu, mereka juga membenarkan adanya penerimaan uang oleh Imam. Jadi, menurut Jaksa, bantahan Ulum hanya untuk menutupi perbuatan Imam. 


Sumber: republika.co.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel