Ini Kesimpulan Khotbah Oknum Pendeta GBI di Kupang Yang Memancing Kontroversi di Kalangan Jemaat

Kontroversi Khotbah Oknum Pendeta GBI di Kupang 

Doktrin agama adalah hal yang sangat sensitive. Sehingga siapa pun yang berbicara tentang itu, sebaiknya memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai isi kitabnya. Dalam agama Kristen pun seperti itu, para pendeta dan pengkhotbah wajib hukumnya memahami Alkitab secara menyeluruh. Memahami Alkitab tidak hanya tahu baca Alkitab lalu mulai anggap diri pengajar atau pendeta. Belajar Alkitab adalah mulai dari sejarah, tafsiran hingga hal-hal yang aplikatif dalam hidup sehari-hari. Itulah yang menjadi tantang untuk para pendeta dan pengkhotbah Kristen dimana-mana. Banyak yang lebih suka membaca “Buku Kristen” dari pada “Alkitab Kristen”. Sehingga, ketika mereka berbicara tentang Alkitab, pemahaman didominasi oleh Buku yang mereka baca yang kadangkala tidak sesuai dengan isi Alkitab. 






Sebenarnya tidak salah untuk membaca buku tentang kekristenan, malah itu sangat bagus, namun yang menjadi masalah adalah kita tidak benar-benar pahami maksud dari buku yang kita baca, lalu sandingkan dengan pemahaman Alkitab yang juga tidak dipahami secara komprehensif. Sehingga dalam khotbah, bukan berbicara tentang isi Alkitab, tetapi bicara tentang buku yang mereka baca. Dan belum tentu mereka bisa menyampaikan isi buku itu sesuai dengan maksud penulisnya. Inilah yang memunculkan kontroversi diantara para pembicara dan pengkhotbah Kristen selama ini. 




Hal serupa juga terjadi di Kupang. Karena isi khotbah salah satu pendeta, maka menimbulkan kontroversi. Vidionya yang berdurasi hampir 2 jam, sudah dihapus dari Youtube. Berikut ini point-point atau kesimpulan dari khotbah yang menimbulkan kontroversi di kalangan umat kristiani di Kupang. 

  • Tuhan menciptakan alam semesta dengan maksud supaya bumi bisa dikelola dan dikuasai oleh manusia. (Yes aya 45:18). 
  • Allah tidak pernah memberikan surga kepada manusia (Yesaya 65:11). Tujuan utama kita adalah bukan ke surga tetapi membawa surga ke bumi 

Apa yang bukan menjadi tugas kita? 
  1. Tuhan tidak menugaskan kita untuk pergi ke surga. 
  2. Tuhan juga tidak menugaskan kita untuk mempersiapkan orang lain pergi ke surga. 
  3. Tuhan tidak menugaskan kita untuk mendirikan suatu agama. 
  4. Tuhan tidak menugaskan kita untuk mempromosikan agama / denominasi. Dalam kerajaan Allah tidak ada yang ekslusif, yang ada adalah inklusif. 
  5. Tuhan tidak menugaskan kita untuk memisahkan diri dari dunia. 
  6. Tuhan tidak menugaskan kita untuk menghakimi dunia. Tetapi tugas kita untuk mempengaruhi dunia ini. 
  7. Tuhan tidak menugaskan kita untuk bersaing dengan dunia. 
  8. Tuhan tidak menugaskan kita untuk menjauhi dunia.
Vidio khotbahnya yang berdurasi hampir 2 jam, sudah dihapus dari Youtube. Isi khotbah ini membuat kontroversi di kalangan umat. 
Berikut Screenshot postingan dari istri pendeta yang bersangkutan.

BACA JUGA: 27 Titik Pijat Refleksi Kaki Yang Dapat Kamu Lakukan di Rumah Bersama Pasangan
Screenshot postingan dari istri pendeta yang bersangkutan

Berita terkait: 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel