Soal Injil Bahasa Minang, DPRD Sumbar: Ada Upaya Untuk Buat Murtad

Berita aplikasi kitab injil bahasa minang

SUMATRA BARAT: Pegiatliterasi.com - Media Sosial dibuat heboh oleh beredarnya Surat yang berkop GUBERNUR SUMATRA BARAT, perihal Penghapusan Aplikasi Kitab Suci Injil Minangkabau yang ditandatangani oleh Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno. Dalam suratnya, Gubernur Sumatra Barat, meminta Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Cq. Direktur Jenderal Informati di Jakarta, untuk menghapus aplikasi tersebut di atas. BACA ISI SURAT LENGKAP DISINI.

Tembusan surat tersebut disampaikan kepada Kapolri, Jaksa Agung, Kepala Badan Intelejen Negara, Ketua DPRD Sumbar, Kapolda Sumbar, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Danrem 032 Wirabraja, Danlantamal II, Danlanud Sutan Sjahrir, Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Ketua MUI Sumbar, dan Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM).

Ketua MUI Sumatra Barat, Gusrizal Gazahar mengatakan, bahwa aplikasi Injil tersebut bisa bisa menyebabkan konflik antar suku agama ras dan antargolongan (SARA). Jadi tidak boleh dibiarkan.

Dikutip dari CNN, anggota DPRD Sumatra Barat, Arkadius, mendukung penghapusan aplikasi Kitab Injil berbahasa Minang, Sebab tak sesuai dengan falsafah orang Minang. Ia menilai, ada upaya pemurtadan di balik pembuatan aplikasi tersebut.

Sementara itu, Ketua LKAAM, Sayuti, menilai aplikasi Injil berbahasa Minang tidak sesuai dengan falsafah orang Minang. Ia mengatakan bahwa orang Minang pasti beragama Islam. Mereka yang sudah murtad, tidak lagi disebut orang Minang, dan hak gelar adat dan pusakonya dihilangkan. 

"Mereka boleh saja menerjemahkan Injil ke dalam bahasa Minang untuk orang yang dulunya Minang yang pindah ke agama Kristen. Namun, dalam kata pengantar terjemahan itu harus dituliskan bahwa Injil itu untuk kalangan mereka sendiri, bukan untuk orang Minang beragama Islam. Yang kami tidak setuju adalah menyebarkan dan mempublikasikan terjemahan itu untuk umum, yang berarti ada tujuan tertentu, yakni memperluas agamanya untuk orang Minang," tutur Sayuti.

Sumber: CNN

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel