Ancaman Terhadap Nilai-nilai Pancasila dan Keutuhan NKRI


dampak negatif teknologi dan globalisasi


Pegiatliterasi.com - Bila kita bicara tentang ancaman terhadap nilai-nilai Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kita harus menengok beberapa sejarah pemberontakan yang sejak awal-awal kemerdekaan. Berikut ini, beberapa peristiwa sejarah yang terjadis sejak awal-awal Indonesia merdeka.

Ancaman Terhadap Nilai-nilai Pancasila dan Keutuhan NKRI

  • Peristiwa Madiun tahun 1948 yang hendak menjadikan RI sebagai Negara Komunis
  • Peristiwa Madiun tahun 1948 yang hendak menjadikan RI sebagai Negara Komunis
  • Peristiwa Andi Aziz di Ujung Pandang 5 April tahun 1950 yang salah satu tujuannya guna membantuk Negara Indonesia Timur
  • Gerakkan RMS (Dr. Soumokil) tahun 1950 yang ingin membentuk Republik Maluku Selatan.
  • Pemberontakan DI/TII (Jawa Barat, Jawa Tangah) tahun 1949-1951 untuk mendirikan Negara teokrasi berdasarkan agama dan hukum Islam
  • Pemberontakan PERMESTA (Perjuangan Rakyat Semesta) di Sulawesi tahun 1957 yang muncul karena beberapa orang merasa diperlakukan tidak adil oleh pemerintah pusat

  • Pemberontakan Partai komunis Indonesia yang popular dengan Gerakkan 30 September Partai Komunis Indonesia tahun 1965.
  • Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan jaringan terorisme pimpinan Santoso di Sulawesi (sejak tahun 1950an-Hingga saat ini…)
  • Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tahun 1990an-2000an
  • Pelaku Ideologi Khilafah (ISIS) yang ingin mengangantikan Ideologi pancasila
  • Masuknya produk dan budaya asing (mengancam produk - produk / budaya lokal - kearifan lokal / local wisdom) yang mengakibatkan Individualistik – konsumtif – koruptif - Lunturnya nilai-nilai budaya lokal.
  • Terorisme dan fundamentalisme (ekstrimisme agama) yang menyebabkan Perpecahan / konflik horizontal dan Disintegrasi nasional
  • Kapitalisme (Yang tidak terkontrol) akibatnya Privatisasi perusahaan negara: Pemodal kuat – Negara lemah.

  • Ketimpangan ekonomi dan pembangunan berdampak pada Ketimpangan Sosial, tercipta kelas-kelas sosial, Orang kaya – Orang Miskin (Indeks Gini yang semakin melebar).
  • Globalisasi tenaga kerja (ASEAN COMMUNITY) akibatnya ada persaingan antara TK Asing Vs TK lokal). DImana tidak bisa dihindari, TK asing lebih mempunyai skill (Skill Worker) dari pada Tenaga kerja lokal akhirnya kita menjadi “jongos di rumah sendiri”
  • Degradasi moral dan kepribadian bangsa artinya Lunturnya nilai gotong-royong, saling hormat-menghormati, yg muda tdk hormat yg tua, guru Vs murid.
  • Demokrasi yang salah arah dan tidak bertanggung jawab tandanya Demo Mahasiswa yg Anarkis (caci-maki), Partai politik kebablasan, perebutan kekuasaan, sedikit2 teriak atas kebebasan berpendapat, dan lain-lain
  • Hilangnya rasa nasionalisme dan patriotisme akibatnya Tidak hargai hari-hari besar nasional, dan lain-lain

  • Perangkap utang dari Negara Asing (Persaingan Ekonomi global tidak sehat) mengakibatkan Ancaman kedaulatan ekonomi negara, negara berkembang di-stir oleh negara maju. Ini terjadi apabila negara berhutang untuk hal-hal yang tidak produktif. Namun, tidak masalah bila hutang itu untuk membangun fasilitas produksi atau sarana perekonomian yang dapat meningkatkan perekonomian rakyat
  • Korupsi dan Nepotisme Menyebabkan ketidakadilan, ketidakmerataan, (disintegrasi bangsa. Mental Koruptif Para Pejabat Negara dapat Menghambat Pembangunan di segala bidang – Timbul pemberontakan - seperatis, Rakyat menjadi masa bodoh dengan Politik dan pembangunan.
  • Iptek yang disalahgunakan sehingga banyak. Misalnya penyebaran Hoaks yang menyebabkan (konflik Horizontal, kebencian,1) Masyarakat mudah terprovokasi; 2) Menciptakan sekat2 dalam masyarakat; 3) Menimbulkan perpecahan dalam masyarakat; 4) Konflik horizontal.
  • Jaringan Narkoba Internasional yang dapat Merusak masa depan generasi Penerus bangsa. Masuknya jaringan narkoba dan kejahatan Internasional lainnya.


Dampak negatif Globalisasi bagi Pancasila dan keutuhan NKRI (selengkapnya >> DISINI)


  1. Mempermudah masuk media asing yang dapat membuat propaganda
  2. Penyebaran paham radikal
  3. Orang masuk keluar dengan mudah termasuk ada aksi spionase.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel