Studi Tentang Teknik Pertanian Anggelan sebagai Kearifan Lokal pada Petani Suku Tengger dalam Upaya Mencegah Degradasi Lahan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Studi Tentang Teknik Pertanian Anggelan sebagai Kearifan Lokal pada Petani Suku Tengger dalam Upaya Mencegah Degradasi Lahan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Kearifan lokal merupakan kekhasan suatu daerah. Kekhasan tersebut bisa diamati dari kebiasaan bersosialiasi antara manusia dengan manusia maupun interaksi dengan lingkungan. Suku Tengger merupakan salah satu masyarakat memiliki kearifan lokal dalam adat istiadat antara manusia dan lingkungan. Budaya yang dipegang teguh dan kearifan dalam mengelola pertanian di daerah pegunungan yang berlereng-lereng.


Anggelan adalah salah satu teknik dalam pertanian. Teknik tersebut merupakan hasil kebudaayan dari masyarakat Suku Tengger 

Anggelan adalah salah satu teknik dalam pertanian. Teknik tersebut merupakan hasil kebudaayan dari masyarakat Suku Tengger. Masyarakat Suku Tengger menggunakan teknik anggelan sebagai adaptasi dari pertanian di daerah lereng pegunungan. Teknik tersebut dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan karakteristik tanaman dan sebagai sabuk gunung agar mengurangi dampak degradasi lahan. Masyarakat Tengger Desa Ngadas Kabupaten Malang mayoritas menanam bawang pre dan kentang. Karakteristik tanaman tersebut tidak mampu menerima banyak air, sehingga petani menyesuaikan dengan pembuatan anggelan. Sabuk gunung teknik anggelan dibuat sedemikian rupa, yang merupakan hasil dari kebudayaan lokal masyarakat Suku Tengger.

Teknik Pertanian Anggelan dalam Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

            Pembangunan ekonomi berkelanjutan berkaitan dengan kelestarian lingkungan. Pembangunan berkelanjutan sebagai pembangunan yang memikirkan kebutuhan masa sekarang, dengan memperdulikan kebutuhan generasi mendatang (World Commission on Environtment, 1987 dalam Awan, 2013). Hal tersebut diaplikasikan petani Desa Ngadas dalam pertanian teknik Anggelan.


 Pemilihan dan pengelolaan lahan dengan teknik anggelan 

            Pemilihan dan pengelolaan lahan dengan teknik anggelan memperhatikan beberapa aspek. Aspek keruangan dan kelingkungan merupakan dua hal yang sangat penting serta diperhatikan dalam pertanian tersebut. Pada aspek keruangan, terdapat tumbuhan tegak sebagai batas wilayah dan sebagai penjaga gerak lahan di sudut area persawahan. Tumbuhan perdu tersebut tidak semua ada sebagai pembatas dan penjaga gerak lahan, tapi juga memperhatikan sinar datang matahari, apabila tumbuhan tidak mendapat sinar matahari optimal maka tumbuhan tegak akan digatikan oleh tumbuhan yang tidak terlalu menghalangi sinar matahari. Pada aspek kelingkungan rumput gajah mini diperlukan dalam mengurangi erosi alur dan sebagai pengganti tanaman tegak di sudut areal persawahan. Rumput tersebut di tanam di setiap pematang sawah dan areal anggelan selain mengurangi run off (erosi permukaan) namun untuk mengalirkan air ke sawah yang berada di bagian bawah lereng.           


Hasil Penelitian Tentang Teknik Pertanian Anggelan

Berdasarkan hasil penelitian dari beberapa observasi dan juga wawancara yang telah dilakukan, didapatkan beberapa keunggulan dari pengolahan lahan pertanian dengan menggunakan teknik anggelan antara lain:
1.      Mengurangi degradasi lahan pertanian
2.      Mempermudah pengairan pertanian
3.      Mempermudah dalam pengelolaan pertanian
4.      Meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian
5.      Menjaga kelestarian lingkungan


Degradasi lahan di pengaruhi oleh hasil dari beberapa proses. Proses tersebut mereduksi atau menyebabkan hilangnya kesuburan tanah yang dipegaruhi aktivitas manusia dan faktor fisik. Erosi tanah bisa disebabkan oleh angin dan air, penggunaan pestisida dan hilangnya tutupan tumbuhan (Coxhead dan Oygard, 2007). Pendapat lain mengatakan bahwa degadrasi pertanian di daerah pegunungan mayoritas dipengaruhi oleh produktivitas tanah yang rendah dan laju erosi akibat air yang tidak memperhatikan konservasi tanah dan air (Gatot dkk, 1999). Teknik anggelan menurut informan mampu dalam mengatasi tantangan degradasi lahan karena tanah yang diusakahan dalam pertanian sudah berpuluh tahun lalu dan hasil pertanian tetap baik.
  

Kesimpulan
Teknik anggelan dilakukan dengan memodif bentukkan pengelolaahan lahan dengan membuat pematang lahan yang menyerupai pola zig zag. Teknik ini banyak memberikan keuntungan bagi petani diantaranya mengurangi degradasi lahan, mempermudah pengairan dan pengelolaan lahan pertanianmeningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian, dan menjaga kelestarian lingkungan.
Teknik anggelan merupakan hasil kebudayaan interaksi masyarakat Suku Tengger dengan alam. Lingkungan sekitar yang merupakan lereng-lereng pegunungan curam dapat diusahakan sebagai lahan pertanian yang tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Sumber: Bigharta Bekti Susetyo1 Noviani Nurkolis2
Pascasarjana Pendidikan Geografi
Universitas Negeri Malang
Makalah ini disampaikan dalam Seminar Call For Paper dengan tema: 
“Seeking the Peace and Prosperity of Our Nation” Yang dilakukan oleh 

Keluarga Mahasiswa Kristiani Pascasarjana (KMK PS) UGM

Rujukan
Coxhead, Ian dan Oygard, Ragnar. 2008. Land Degradation. Makalah disajikan dalam Copenhagen Consensus. 8 April.
Gatot, dkk. 1999. Rainfall-Runoff  Harvesting for Contrilling Erosion and Sustaining Upland Agriculture Development. Makalah disajikan dalam 10th International Conservation Organization Meeting, Purdue University and USDA-ARS National Soil Erosion Research Laboratory. 24-29 Mei.
Rusdi, dkk. 2013. Evaluasi Degradasi Lahan Diakibatkan Erosi pada Areal Pertanian di Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Konservasi Sumberdaya Lahan.1 (1): 24-39.
Awan, Abdul Ghafoor. 2013. Relationship Between Environtment and Suistanable Economic Development: A Theoritical Approach to Enviromental Problems. International Journal of Asian Social Sciences. 3 (3): 741-761
Siombo, Marhaeni Ria. 2011Kearifan Lokal dalam Perspektif Hukum Lingkungan. Jurnal Hukum.3 (18): 428-443.
Suprihati, dkk. 2013. Kajian Budidaya Pertanian Berbasis Pengetahuan dan Kearifan Lokal di Daerah Lereng Gunung Berapi. Makalah disajikan dalam Fokum Konser Karya Ilmiah FP UKSW Salatiga. 16 April.

USDA, NRCS.-.Counter Farming For Cropland in the Pacific. Natural Resources Conservation Service:America

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel