7 Fakta HTI di Kupang yang Bangkit Lagi, Dari Suami Istri Sering Berulah sampai Ditangkap Di Kos-Kosan

aksi HTI di Kupang di depan kantor gubernur NTT

HTI di Kupang Bangkit Lagi


1. Manfaatkan Masa Sepi Pandemi Covid-19

Para pengikut khilafah itu menfaatkan masa pandemi covid 19 saat ini. Tempat-tempat umum yang biasanya ramai dan sekarang sepi karena covid 19. Salah satunya depan Gedung Sasando (kantor gubernur NTT). Mereka beraksi di gedung itu sebagai simbol mereka ada di NTT dan masih "hidup". hal ini supaya membuktikan kepada teman-teman mereka yang ada di tempat lain, bahwa mereka masih ada dan beraksi.

2. Selipkan Selebaran Paham Radikal di Lembaran Koran 

Seperti dilansir dalam penatimor.com, seorang laki-laki tampak dalam video yang beredar, sedang mengampanyekan paham khilafah tepat di depan gedung sasando (kantor gubernur), jalan El-Tari, Kota Kupang. Selain itu, diduga pula, ada oknum radikalis menyebarkan paham khilafah, lewat selebaran yang diselipkan pada lembaran koran yang dijajakan loper di jalanan 


3. Beraksi di Depan kantor Gubernur NTT

Kurniawan Naga Bay, Komandan KOKAM Pemuda Muhammadiyah Kota Kupang, menjelaskan bahwa, vidio penyebaran ajaran radikal dan provokasi itu telah berkembang di media sosial melalui video di chanel YouTube yang menampilkan oknum tertentu berdiri depan gedung kantor Gubernur NTT dan melakukan live video confrence dalam sebuah acara live YouTube Khilafah Chanel.

4. Viral di Media Sosial

Aksi pelaku pengusung paham radikal di Kupang menjadi viral di grup-grup WA dan Facebook. Netizen di kota Kupang khususnya dan NTT umumnya mengecam oknum-oknum itu. Mereka menyerukan agar polisi segera menangkap oknum-oknum itu yang ingin merenggut rasa damai dan toleransi di NTT. 

5. Pemuda Muhammadiyah Kota Kupang Mengecam Aksi Mereka

Sebagaimana beritakan dari gonttnews.com (30/05/2020), bahwa Pemuda Muhammadiyah Kota Kupang tidak tinggal diam. Mereka menyampaikan pernyataan sikap soal penyebaran paham khilafah dan menegaskan bahwa menolak kehadiran paham khilafah di Kota Kupang, NTT.
Kurniawan Naga Bay, Komandan KOKAM Pemuda Muhammadiyah Kota Kupang, mengatakan, sangat menyayangkan kejadian tersebut. Isi dari buletin dakwah yang mereka sebarkan justru terkesan memprovokasi antar-sesama umat islam. Karena itu, KOKAM Pemuda Muhammadiyah Kota Kupang siap membantu dan mengawal kasus ini demi mencegah terjadinya kasus SARA di Kota Kupang.
Di lain pihak, Sekretaris Umum Pemuda Muhammadiyah Kota Kupang Anshar Dahlan, Pemuda Muhammadiyah Kota Kupang bahkan Muhammadiyah secara umum sudah sangat final menolak kehadiran khilafah dan menyetujui pancasila sebagai falsafah negara kita. 

6. Ditangkap Polisi di Kos-kosan

Sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia (30/05/2020), Kepolisian Resor Kupang Kota bekerja sama dengan organisasi masyarakat di Kota Kupang Brigade Meo menangkap dua orang yang sejak Kamis (28/5) menyebarkan ideologi khilafah melalui pamflet di Jalan El Tari Kupang. Kedua orang itu diamankan di salah satu kos-kosan di Jalan Air Lobang 3, Kelurahan Sikumana, Kota Kupang.

BACA JUGA: ISU KRISIS NASIONALISME DAN PLURALISME AGAMA

7. Pelakunya Sepasang Suami Istri Yang Sering Berulah

Ketua Brigade Meo Mercy Siubelan mengatakan bahwa suami istri itu adalah pasangan yang sering berulah berkaitan dengan ideologi khilafah. Keduanya disebut Mercy adalah pentolan ]organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Siubelan mengatakan bahwa salah satu dari kedua orang itu pernah diamankan oleh Brigade Meo beberapa waktu lalu karena melakukan hal yang sama.

Khilafah bukan Solusi, Ini Bukti Kehancuran Karena Khilafah

Kehancuran Karena Khilafah

Sebuah realita terkait fakta sejarah Khilafah Islam dimasa lalu, tidak semuanya baik.
Rakyat menderita pada masa Khalifah ke 22 Abbasiyah, Al-Mustakfi. Tidak ada makanan yang bisa mereka peroleh. Rakyat bertahan hidup dengan memakan apa saja, dari mulai rumput, sisa sampah, sampai anjing dan kucing liar. Harga roti dikabarkan enam kali lebih mahal. Bahkan sejumlah perempuan terpaksa menjadi kanibal memakan daging dan tubuh mayat. Kondisi darurat !! Bukan lagi sekadar krisis mata uang. Mau ente sekarang makan bangkai begituan ?!

Jauh sebelumnya, Khalifah ke 13 Abbasiyah al-Mu’tazz sukses bikin negara bangkrut. Untuk bayar gaji pasukan dia tidak sanggup, maka dia minta ibunya keluarin duit. Namun ibunya menolak dengan alasan tidak punya uang. Imam Suyuthi dlm kitabnya meragukan jawaban ibunya Khalifah ini. Ada laporan bahwa ibunya memang enggan mengeluarkan 50 ribu dinar hasil korupsinya. Kegagalan al-Mu’tazz memenuhi permintaan militer ini fatal. Ini membuat semua fraksi militer (Turki, Faraghinah Magharibah) bersatu dan sepakat menyingkirkan Khalifah yang sudah bangkrut ini.

Pasukan menyerbu masuk dan menyeret Khalifah al-Mu’tazz keluar istana. Sambil mereka memukuli Khalifah yang saat itu masih berusia sekitar 24 tahun. Baju Khalifah koyak di sana-sini dan darah terlihat di bajunya. Sang Khalifah dijemur di panas terik mentari. Tragis bukan ?! Al-Mu’tazz kemudian dipaksa untuk menulis surat pegunduran dirinya. Dia tidak sanggup menuliskannya. Lantas surat dituliskan dan dia dipaksa menandatanganinya. Setelah itu dia dimasukkan ke dalam kamar tanpa diberi makan dan minum selama tiga hari. Akhirnya al-Mu’tazz wafat.

Selain itu, Ini daftar nasib tragis para khalifah Abbasiyah: Khalifah ke-18 al-Muqtadir (dipenggal kepalanya), Khalifah ke-19 al-Qahir (dicongkel matanya), Khalifah ke-20 ar-Radhi (wafat sakit), Khalifah ke-21 al-Muttaqi (dicongkel matanya), Khalifah ke-22 al-Mustakfi (dicongkel matanya) Ini sebuah fakta menyedihkan yang terjadi di masa Khilafah. Jadi, ya biasa-biasa saja, dalam rentang waktu yang panjang ada kalanya kekhilafahan mendatangkan kemakmuran seperti di masa Khalifah Harun ar-Rasyid tapi ada juga periode dimana kemelaratan dan kemiskinan melanda kekhilafahan. Ini membuktikan bahwa baik Khilafah, Kerajaan, ke-Amir-an, Republik ataupun berbangsa bernegara itu sama saja.

BACA JUGA: Alasan Mengapa Bung Karno Dilengserkan dan Jokowi Dibenci

Masalahnya, eks HTI itu menyembunyikan fakta krisis dan kebangkrutan yg dialami khilafah zaman 'old', lantas menyerang Demokrasi dan Pemerintah RI seolah-olah Khilafah itu satu-satunya Solusi untuk Rupiah yang sedang anjlok dan harga barangnya/jasa yang mahal. Justru, Khilafah zaman 'old' dulu pernah lebih parah lagi.


Modusnya eks HTI: menyerang kondisi sekarang dengan kisah kejayaan Khilafah masa silam. Ketika ditunjukkan fakta sejarah bahwa Khilafah pun dulu juga bermasalah. Mereka menyembunyikan fakta sejarah dan 'ngeles' bahwa sejarah tidak bisa jadi sumber hukum. Lha terus kenapa ente duluan ngutip sejarah masa lalu ?! Kalau sudah jelas sejarah tidak bisa jadi sumber hukum.

Masih juga berkoar-koar dengan "Khilafah harus ditegakkan karena itu ajaran Islam". Baiklah, kalau begitu kenapa kalian (HTI) tidak gabung saja dengan kelompok pengusung Khilafah lainnya ( 1515, al Nusro, al Qaeda, Ikhwanul Muslimin, dsb ). Padahal kalian sama-sama berbendera Tauhid, sama-sama Muslim, sama-sama mengklaim sebagai Ahlulsunnah wal Jama'ah, sama-sama mengklaim memiliki pemahaman Islam yang Kaffah dan sama-sama memperjuangkan Khilafah ajaran Islam. Kira-kira apa jawaban mereka ya ?!

Salam NKRI Harga MATI!!!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel