Ini Bukti, Peran Guru Tidak Bisa Diganti dengan Teknologi Secanggih Apapun

guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa

Pegiatliterasi.com - Guruku teladan. Guruku pernah bilang: "Kehidupan ini memiliki empat sudut. Aku hanya menuntunmu ke sudut pertama, sementara tiga sudut yang lainnya, silahkan kamu cari sendiri". Dalam sebuah kisah tentang pensisunan guru dan bekas muridnya yang juga sudah menjadi guru. Mereka bertemu dalam sebuah perjalanan. Bekas murid itu bertanya kepada mantan gurunya: "Apakah anda mengingat aku?" 

Laki-laki tua itu menjawab, tidak. Kemudian pria itu berkata kepadanya, "Aku adalah murid mu dulu. Guru itu lanjut bertanya kepadanya: "Apa pekerjaanmu saat ini nak?". Pria itu menjawab: "Aku berkerja sebagai seorang guru seperti bapak". "Bagus. Seperti saya?", tanya pria tua itu. "Iya benar. Aku menjadi guru karena bapak". Orang tua itu penasaran, dengan pernyataan pria itu. Ia lanjut bertanya kepadanya, "Apa yang menginspirasi kamu untuk menjadi guru". Pria itu mengisahkan kisah berikut ini:

BACA JUGA:


Cerita seorang mantan guru dan Bekas Muridnya

"Mungkin bapak tidak ingat lagi, waktu anda menjadi guruku, ada teman ku, yang juga seorang siswa, memakai jam tangan yang sangat indah dan mahal. aku sangat menyukai jam itu. dan sangat ingin memilikinya. Karena itu, aku memutuskan untuk mencuri jam itu. Kebetulan waktu istirahat, temanku meninggalkan jamnya itu di atas meja ketika ia ke toilet sekolah. Karena sangat menyukainya, aku pun mengambil jam itu. Tidak lama setelah itu, teman ku sadar, jam tangannya hilang. Dia pun mengadukan kehilangan itu kepada guru kami, dan guru itu adalah anda. Untuk mencari jam yang hilang itu, anda berbicara kepada kami semu di dalam kelas: 

"Jam tangan teman kalian hilang dan diduga dicuri oleh salah satu diantara kalian di dalam kelas ini. Jadi siapa pun pelakunya, tolong kembalikan sebelum aku periksa tas dan saku kalian satu per satu".

BACA JUGA:
Namun, aku tidak mengembalikan jam itu karena takut dikeluarkan dari sekolah dan juga malu terhadap teman-teman. Lalu, anda menyuruh kami semua berdiri di depan kelas dan anda menutup pintu. Anda Sekali lagi mengingatkan kami, agar mengembalikan jam tangan teman yang hilang itu. 

Namun, karena tidak ada yang jujur, anda mulai memeriksa saku dan tas kami untuk mencari jam tangan itu. Anda berkata, akan mencari jam tangan itu jika kami menutup mata. Akhirnya kami pun menutup mata dan anda mulai memeriksa saku kami satu per satu. 

Aku ingat persis waktu itu, ketika tangan anda sampai di saku celana ku, anda menemukan jam tangan itu dan mengambilnya. Namun, anda tidak berhenti di situ, tapi terus mencari di saku siswa-siswa yang lain sampai siswa urutan terakhir. Ketika anda selesai periksa saku kami, anda berkata:

"Bukalah mata kalian karena aku sudah menemukan jam tangan itu".

Pada saat itu, aku sangat takut dihukum dan juga malu kepada teman-teman yang lain. Beberapa detik kelas mulai hening dan anda menatap kami satu persatu. Tetapi herannya, anda tidak mengatakan apapun. Anda juga tidak mengatakan siapa yang mencuri jam tangan itu. 

BACA JUGA:

Aku pun lega dan rasa seperti telah diselamatkan dari hukuman yang paling memalukan pada hari itu. Anda benar-benar telah menyelamatkan aku dari rasa malu dan bulyan yang tak terbayangkan sebelumnya. 
Anda tahu, sesungguhnya, itu lah hari yang paling memalukan dalam hidup ku. Namun, di sisi lain, hari itu juga harga diriku diselamatkan. Tindakan anda telah menyadarkan ku agar tidak mencuri lagi. 

Sampai aku tamat dari sekolah itu, anda tidak pernah mengatakan apapun tentang kejadian itu. Karena itu, aku sangat berterima kasih kepada anda. Aku sadar bahwa, itulah yang harus dilakukan oleh seorang pendidik sejati dan itu adalah anda. 

"Apakah anda masih ingat kejadian itu?" 
Pria tua itu menjawab:
"Iya. setelah mendengar cerita anda, aku ingat akan suasana itu. Aku ingat juga, aku mencarinya di semua saku dan tas kalian. Namun, aku juga tidak mengingatmu sama sekali, sebab aku juga menutup mata pada saat memeriksa saku dan tas kalian semua".
Begitulah cerita ini berakhir. 
Kita bisa mengambil pesan moral dari cerita ini, bahwa inti dari pengajaran oleh pendidik sejati adalah, "Mengoreksi Dan Memperbaiki Seseorang, dengan cara Menjatuhkan Atau Mempermalukan nya, Maka "Anda bukan pendidik yang sesungguhnya".

Selamat Hari guru.....!!!!! peran Guru tidak dapat diganti dengan teknologi secanggih apapun di dunia ini

Sumber: Diadaptasi dari tulisan Micky Soko

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel