Nama-nama Batu di Kampung Adat Namata Di Sabu Raijua

nama-nama batu di namata sabu raijua
Tampak beberapa Batu yang ada di Kampung Adat Namata
Pegiatliterasi.com - NAMATA adalah salah satu nama kampung adat di Sabu Raijua. Kampung ini sangat terkenal dengan kampung megalitik, karena terdapat bebatuan yang unik berbentuk bulat, dan bersegi empat di dalam kompleksnya. Setidaknya ada 20 batu dengan namanya masing-masing. Batu-batu ini dianggap keramat. Secara administratif, NAMATA berada di wilayah adat Hab'ba, Kecamatan Sabu Barat, Desa Raeloro. Selain sebagai nama kampung adat, NAMATA juga nama salah satu suku (udu) terbesar di wilayah adat Hab'ba. 

BACA JUGA:  Silsilah Orang Sabu dari yang "Paling Keramat" sampai keturunan ke-71, atau Keturunan ke-21 dari orang pertama yang mendiami Tanah Sabu

Nama-Nama Batu DI Kampung Adat Namata

Berikut adalah nama-nama WOWADU (batu) yang ada di kampung adat NAMATA.

1. Wowadu Mejad'di Deo (batu tempat duduknya Mone Ama). 

Mone Ama adalah orang yang berasal dari suku NAMATA, dan memegang jabatan tertinggi sebagai DEO RAI dari udu (Suku) Namata. Deo Rai juga memiliki Wakil yang disebut Bawa Iri Deo. Ini adalah batu paling keramat, dan tidak boleh disentuh apa lagi diinjak atau diduduki oleh orang lain, selain Deo Rai dan wakilnya. Di atas batu Wowadu Mejad'di Deo inilah Deo Rai akan duduk pertama kalinya untuk melaksanakan Ritual adat. 

2. Wowadu Lawa Rai 

Wowadu Lawa Rai terletak batu ini di depan batu Mejaddi Deo. Wowadu Lawa Rai  memiliki hubungan erat dengan segala sesuatu yang ada di Rai Hawu Tanah Sabu. Sebab itu, batu ini dipercaya sebagai batu pemegang kendali keamanan, kesuburan, kemakmuran dan kesejahrteraan di Sabu Raijua.


3. Wowadu Kika Ga

Kika Ga adalah nama orang. Ia adalah orang yang pertama kali menemukan dan mendiami Rai Hawu atau Tanah Sabu. Kika Ga pertama kali tinggal di tempat yang bernama Hu Penyoro Mea. Di sana ia, membantuk "Nada" atau "Kampung kramat" yang bernama Kolo Merabbu. Sehingga, Wowadu Kika Ga adalah batu yang diambill dari Kolo Merabbu. 

4. Wowadu Hawu Miha 

Batu ini merupakan batu yang diambil dari nama nenek moyang orang Sabu pada generasi ke-39 . Hawu miha adalah anak dari hasil perkawinan antara kaka beradik yang bernama Ngara Rai dengan adik perempuannya bernama Piga Rai. Hawu Miha memiliki 3 saudara yaitu Djawa Miha yang merantau ke Pulau Jawa, Ede Miha yang merantau ke Flores dan Huba Miha yang merantau ke Pulau Sumba.

5. Wowadu Ngahu

Wowadu Ngahu merupakan batu yang berfungsi untuk menentukan kemenangan perang.  DIceeritakan bahwa, pada zaman dahulu, ketika terjadi perang, maka sebelum berangkat perang akan dilaksanakan ritual diatas Wowadu Ngahu. Orang yang melakukan Ritual di atas batu tersebut, bukan sembarang orang. Hanya boleh dilakukan oleh panglima perang yang bernama Maukia Muhu. 

6. Wowadu  Kelaga Rue 

Wowadu  Kelaga Rue berberfungsi untuk melakukan ritual agar mendatangkan kesehatan, penyucian diri dari hal-hal yang tabuh. Orang yang melakukan ritual di atas batu ini, adalah Mone Ama. Ia memangku jabatan Sebagai RUE dari udu (suku) Nahupu. Jabatan sebagai Rue sama halnya dengan mentri kesehatan serta berperan untuk memanjatkan doa menolak bala atau mala petaka bagi alam semesta. 

7. Wowadu Latia

Latia artinya, "petir". Wowadu Latia tidak boleh disentuh oleh siapapun selain Mone Ama. Karena Mone ama memegang jabatan sebagai Latia dari suku Namata.  Di atas batu ini inilah Mone Ama memanjatkan doa agar tidak  terjadi kecelakaan terhadap manusia, hewan maupun tumbuhan yang diakibatkan karena tersambar petir .

8. Wowadu Meja

Wowadu Meja atau batu Meja, berbentuk plat besar yang digunakan sebagai tempat untuk memotong daging untuk sesajian oleh para Mone Ama ketika ingin melaksanakan ritual di batu-batu yang lain yang ada di kampung adat Namata.

9. Wowadu Weka Ngaru

Wowadu Weka Ngaru atau batu Tua-muda, berbentuk bulat yang fungsi untuk melakukan ritual bagi orang yang ingin mendapatkan jodoh.

10. Wowadu Hubi Jaru

Wowadu Hubi Jaru berfungsi untuk melakukan ritual agar dijauhkan dari kesulitan hidup.  sehingga batu ini diyakini sebagai batu yang membawakan keberuntungan bagi manusia.

11. Wowadu Wopio 

Wowadu Wopio berbentuk bulat yang berfungsi sama seperti wowadu Hubi Djaru, yakni untuk melakukan ritual supaya dijauhkan dari kesulitan hidup. 

12. Wowadu Patti Maratu Kaho (Maratu Kaho: Nama orang)

13. Wowadu Piga Hina (Maratu Kaho: Nama orang)

14. Wowadu Wabba Dere Namata (Wabba Dere: Pukul Gong) 

Batu ini digunakan oleh udu Namata untuk pemukulan gong jika ada ritual yang harus di iringi dengan gong.  misalnya Misalnya Tarian Ledo Hawu.

15. Wowadu Babba Dere Nahoro

Nahoro adalah salah nama Suku di sabu. Jadi, Batu ini merupakan batu yang digunakan oleh udu Nahoro untuk pemukulan gong jika ada ritual yang harus di iringi dengan gong.

16. Wowadu Wabba Dere Nataga

Nataga adalah salah nama Suku di sabu. Jadi, batu ini adalah batu yang digunakan oleh udu Nataga untuk pemukulan gong jika ada ritual yang harus di iringi dengan gong.

17. Wowadu Ketoe Kedue Hole (Ketoe kedue: Gantung Ketupat)

Hole adalah salah satu upacara adat di Sabu, sebagai syukuran akhir tahun pada kelender adat orang Sabu Saijua. Jadi, batu ini digunakan untuk menggantungkan ketupat ketika ritual Hole dilakukan. 

18. Wowadu Liru Balla

Liru Balla artinya langit yang luas dan besar. 

19. Wowadu Dahi Balla

Dahi artinya "laut". jadi, disebut juga batu lautan. Di atas Wowadu Dahi Balla dilakukan ritual yang disertai dengan doa-doa oleh Deo Rai, supaya laut selalu bersahaja dan memberikan kesejateraan bagi para nelayan.

20. Wowadu Ngallu

Ngallu artinya "angin". jadi Wowadu Ngallu artinya "batu angin". Orang Sabu percaya bahwa angin mempunyai dua sifat, yaitu: angin jahat dan angin yang baik. Oleh sebab itu, di atas batu inilah, para Mone Ama melakukan ritual supaya manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan dijauhkan dari angin jahat.

Rumah Adat di Kampung Adat Namata Sabu Raijua

Selain ada pula beberapa Rumah adat sebagai rumah para mone ama yang melaksanakan ritual di Namata. Misalnya:

1. "Banni Deo". Rumah jabatan Deo Rai
2. "Muri Deo", rumah jabatan Maukia Muhu, 
3. "Heo Kanni", rumah untuk Latia dan Bakka Pahi,
4. Lui Wagga untuk Tutu Dal'lu,
5. Selain itu, ada juga rumah adat yang bernama Banni Mangngi dan Talo Hawu.


Kontributor: Pegiatliterasi.com, Ely Goro Leba
Sumber: Disesuaikan dari tulisan Aristo_Flores di Kampasiana.com yang disadur dari ceritra lisan pegiat budaya Sabu, Jefrison Fernando,  S. I. P 
___________________ 

DisclaimerArtikel  ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu kami untuk mengembangkan atau merevisinya. Silahkan tinggalkan komentar yang membangun di kolom komentar atau Hubungi kami.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel