Budaya Pemberian Nama Orang Sabu, Satu Orang Bisa Memiliki Tiga Nama


Budaya sabu

Pegiatliterasi.com Menurut penuturan para pendahulu, seluruh manusia di muka bumi, berkembangbiak dari Rai Hwu (tanah Sabu). Namun, catatan-catatan autentik tentang ini, masih sangat kurang, bahkan tidak ditemukan, selain dari cerita-cerita atau penuturan para pendahulu.


Budaya Pemberian Nama Orang Sabu

Orang Sabu adalah orang yang paling unik dalam memberikan nama terhadap anak-anak. Satu orang bisa memiliki "tiga nama". Nama PertamaNama Sabu (Ngara Hawu)Nama Kedua nama kesayangan (Ngara Waje) atau nama panggilanketiga:  nama "Serani / Herani (Kristen)" (Red: nama Baptis). Misalnya, Ngara Hawu: Dimu. Nama Kesayangan: Ama Raga / Ma Raga (Ma Raga Dimu). Setelah itu, untuk Nama Baptis (nama Serani/Herani) biasanya harus dimulai dengan huruf "D", sesuai dengan Nama Sabu yang bersangkutan. Jadi, karena "Dimu" di awali dengan Huruf "D", maka nama baptis bisa jadi Didimus, Daniel, Donatus dan seterusnya. Namun, itu bukan keharusan, hanya begitu kebiasaan pemberian nama orang Sabu.

BACA JUGA: Catatan Budaya: Upacara Adat Dab'ba Di Sabu-Raijua

Tata Cara dalam Memberikan Nama kesayangan Orang Sabu

Dalam hal memberikan nama kesayangan, ada lagi aturannya. Aturan pertama: Seperti nama "Dimu" di atas, yang artinya "timur". Maka nama kesayangannya menjadi "Ma Raga". Dalam Hal ini, "Raga" artinya "Angin Kencang". Jadi Kalau "Ma Raga Dimu", ada artinya, yaitu, "Angin Kancang Dari Timur (Angin Timur)". Nama Sabunya Oto (artinya Mobil), maka nama kesayangannya "Ma Roda Oto". Aturan kedua: Misalnya, Dimu memiliki kakak atau adik (baik kandung ataupun tidak) yang anaknya fam terhadap Dimu. Misalkan begini: Kakak dari Dimu memiliki anak bernama Ratu. Kalau anak itu fam terhadap Dimu, berarti namanya jadi "Ratu Dimu". Oleh sebab itu, nama kesayangan Dimu, tidak lagi "Ma Raga (Ma Raga Dimu)", melainkan "Ma Ratu (Ma Ratu Dimu).


Nama Orang Sabu menggantikan nama Orangtua atau kakek atau nenek

Salah satu budaya orang Sabu dalam memberikan nama terhadap anak-anak adalah menggantikan nama orangtua yang telah meninggal. Misalnya, Ratu memiliki eyang (kakek) bernama "Taga". Maka, kalau Ratu memiliki anak, dia bisa memberikan nama kepada anaknya menggantikan nama kakeknya, yaitu "Taga".  

BACA JUGA: Nama-nama Batu di Kampung Adat Megalitik Namata Di Sabu Raijua

Selain itu, nama anak selalu memberikan fam terhadap ayahnya, atau saudara (kakak/adik) dari ayahnya. Misalnya Ro Rui mempunyai anak bernama Pana Ro. "Ro" disini merupakan nama atau fam yang menggambarkan ayahnya, yaitu 'Ro' Rui. Contoh lainnya, Mada Mea mempunyai anak bernama Muri Mada. Jadi "Mada" disini adalah fam yang mempresentasikan nama ayah dari Muri. Kalau selanjutnya Muri Mada memiliki anak bernama Ro Muri. Jadi, "Muri" di sini adalah nama pertama dari ayah dari Ro yaitu 'Muri' Mada . 

BACA JUGA:Sejarah Kampung Adat Namata di Sabu Raijua

Atau kebiasaan lainya, anak fam terhadap saudara. Contohnya: Mada Mea, memiliki  anak bernama Dulu. Anak itu fam dengan saudaranya (baik kandung maupun bukan) bernama Dulu Amo. Jadi, bisa saja anak dari Mada Meafam-nya ke Dulu Amo saudaranya. Karena itu, nama anaknya menjadi jadi Muri 'Dulu'. 

Baca Juga:

Kontributor: Sdr. Ely Goro Leba.

DisclaimerArtikel  ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu kami untuk mengembangkan atau merevisinya. Silahkan tinggalkan komentar yang membangun di kolom komentar atau Hubungi kami.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel