Catatan Budaya: Upacara Adat Dab'ba Di Sabu-Raijua

Sejarah Dabba di Sabu Raijua
Sedang mengkit pisau:
Ayam Yang bertarung adalah ayam jantan.
Di salah satu kaki (kaki kiri) kedua ayam,
diikat dengan Pisau Kecil yang sangat tajam.

Pisau itu disebut dengan "Dara".

Catatan Pengantar: Penting! 
Artikel ini ditulis berdasarkan istilah dan kebiasaan di Raijua (bukan di Sabu). Ini perlu di pahami, karena istilah-istilah budaya, terutama tempat-tempat upacara adat masing-masing wilayah adat, berbeda. Namun prinsip dan nilai dari budaya itu sama, hanya istilahnya yang mungkin berbeda. 


Sekilas Tentang Sejarah Lahirnya Dab'ba di Sabu Raijua 

Pegiatliterasi.com - Dari penuturan tokoh-tokoh adat Sabu, Pada zaman dahulu kala, di Sabu Raijua selalu terjadi perang antar Suku atau wilayah Adat. Setelah masyarakat Sabu Raijua sadar akan pentingnya Hak Asasi Manusia (HAM), maka pertikaian manusia diganti dengan ayam. Karena itu, diciptakanlah upacara Adat bernama "DAB'BA"  sebagai akhir dari pertikaian itu sekaligus perjanjian damai antar suku atau wilayah Adat. Jadi, Sabung Ayam Dab'ba adalah simbol perdamaian manusia yang telah diganti dengan perkelahian ayam. Karena itu, Dab'ba sering juga disebut dengan "Tali manu Dab'ba". Oleh sebab itu, kemenangan masing-masing wilayah adat dalam Sabung Ayam, adalah gengsi dan harga diri.

sejarah lahirnya dabba di sabu raijua
Dua orang perwakilan ADA,
hendak melepaskan ayam untuk bertarung


BACA JUGA:

  1. Budaya Pemberian Nama Orang Sabu, Satu Orang Bisa Memiliki Tiga Nama
  2. Silsilah Orang Sabu dari yang "Paling Keramat" sampai keturunan ke-71, atau Keturunan ke-21 dari orang pertama yang mendiami Tanah Sabu

Secara Umum: Lima Wilayah Adat di Sabu-Raijua

Sebagaimana kita ketahui, Kabupaten Sabu Raijua, terdiri dari dua pulau. Yakni Pulau Sabu dan Pulau Raijua (kecamatan Raijua). Secara umum, Sabu Raijua terbagi dalam 5 wilayah adat, yaitu Wilayah Adat Raijua, Wilayah Adat Liae, Wilayah Adat Seba, Wilayah Adat Mehara (Mesara) dan Wilayah Adat Dimu (Sabu Timur). Artikel ini lebih khusus menarasikan pelaksanaan ritual adat di (kecamatan) Raijua. 


sejarah dabba di sabu raijua
DAU ADA (Rombongan) yang sedang menunggu 
DAU ADA yang lain di tempat Sabung ayam Dab'ba


Upacara Adat DAB'BA di Raijua

Dalam Upacara Adat Dab'ba, terbagi dalam kelompok-kelompok berdasarkan suku (Bahasa sabu: udu, kerogo) yang disebut dengan istilah: "ADA". Anggota kelompoknya disebut "Dau Ada". ("Dau" dalam bahasa sabu adalah "orang").

Upacara Adat DAB'BA dilakukan sekali setahun, selama dua hari berturut-turut. Di Raijua, Hari pertama, disebut dengan "DAB'BA 'DEI WEI". Hari Kedua, "DAB'BA AE". Dalam ritual adat DAB'BA, terdiri dari beberapa kelompok yang jalan berombongan. Kelompok-kelompok atau "ADA" itu biasanya terdiri dari puluhan bahkan ratusan anggota laki-laki dan perempuan, anak muda dan orangtua.  

BACA JUGA: Nama-nama Batu di Kampung Adat Megalitik Namata Di Sabu Raijua

Berjalan sambil Bernyanyi
Dengan mengenakan pakaian adat atau tenunan khas Sabu Raijua, mereka berjalan (ada juga yang berkuda) secara berombongan menuju satu tempat sebagai tempat berkumpul atau pertemuan semua "ADA". Satu rombongan atau ADA dipimpin oleh satu orang ketua yang dianggap sebagai Tokoh Sentral dalam ADA yang bersangkutan. Mereka Berjalan sambil menyanyi dan berteriak sekencang mungkin sepanjang jalan menuju tempat yang sudah ditentukan. Tempat itu sudah ditentukan sejak nenek moyang. Jadi tidak boleh dipindahkan. Tempat berkumpul hari pertama berbeda dengan hari kedua. Kedua tempat itu, ditentukan di tengah-tengah agar mudah dijangkau oleh masing-masing ADA.

BACA JUGA:
  1. Budaya Pemberian Nama Orang Sabu, Satu Orang Bisa Memiliki Tiga Nama
  2. Silsilah Orang Sabu dari yang "Paling Keramat" sampai keturunan ke-71, atau Keturunan ke-21 dari orang pertama yang mendiami Tanah Sabu

Tidak hanya di perjalanan, sampai di tempat berkumpul pun mereka berteriak, dan menyanyi sambil menari-nari yang bernada "mengejek" DAU ADA (rombongan) yang lain sambil memegang ayam di tangan. Teriakkan itu sebenarnya bukan untuk ajak berkelahi, namun, untuk menunjukkan kesediaan masing-masing ADA untuk bertarung. Oleh sebab itu, semakin ramai dan kuat teriakkan sebuah ADA, maka semakin menunjukkan kesediaan dan tinggi juga gengsi serta eksistensinya dalam bertarung. 

"Dau Ada" sedang menuju tempat berkumpul 
untuk Sabung Ayam. Mereka berjalan dalam barisan,
Laki-laki dan anak laki-laki harus di depan barisan.

BACA JUGA:Sejarah Kampung Adat Namata di Sabu Raijua


DAB'BA DI  RAIJUA: Tempat atau arena Sabung Ayam Dab'ba


Dab'ba Hari Pertama: Dab'ba 'Dei Wei

Dab'ba Hari Pertama (Dab'ba 'Dei Wei) dilakukan pada hari pertama dengan perhitungan tepat besok hari setelah bulan purnama. Misalnya, malam ini bulan purnama, maka besok dilakukan Dab'ba hari pertama atau Dab'ba 'Dei Wei. Menurut bahasa kalender adat Sabu Raijua, disebut dengan "Hepe Hape". Atau dalam perhitungan kalender masehi, "Hepe Hape" jatuh pada tanggal 16 (Red: Pertengahan Bulan) bulan berjalan.

Baca juga: Arti di Balik Motif Sarung Sabu dan Sejarah lahirnya Hubi Ae dan Hubi Iki
Seperti disinggung sebelumnya, bahwa semua ADA (kelompok) berkumpul di satu tempat. Tempat  itu sangat sakral, yang kemudian dijadikan arena Sabung ayam Dab'ba . Pada Dab'ba hari pertama di Raijua, tempat itu disebut " 'DEI WEI ('Dei Wei adalah nama Tempat)". Itulah sebabnya, Dab'ba hari pertama ini dikenal dengan Dab'ba 'Dei Wei. Tempat ini berada di tengah-tengah Pulau Raijua yang terletak di Kelurahan Ledeke, Kecamatan Raijua, Kabupaten Sabu Raijua.

acara adat dabba di sabu raijua
Rombongan (Dau Ada) menuju tempat 
berkumpul untuk Sabung Ayam.

Dab'ba Hari Kedua: Dab'ba Ae

Setelah  Dab'ba 'Dei Wei, besoknya langsung dilakukan Dab'ba Ae, (Dab'ba hari kedua). Jadi, Dab'ba hari kedua, dilaksanakan tepat pada hari kedua setelah bulan purnama. Dimana dalam kalender Adat Sabu, dikenal dengan Due Pehape (Sementara Dab,ba Hari pertama: Hepe Hape)Kalau dalam kalender masehi, Due Pehape jatuh pada tanggal 17 bulan berjalan.
Dab'ba hari kedua ini dilaksanakan di Dab'ba Ae (Red: sudah dijadikan nama tempat). Ini juga yang menyebabkan Dab'ba hari kedua disebut dengan Dab'ba Ae. Tempat ini tidak jauh dari tempat hari pertama. Yakni masih di Kelurahan Ledeke.

BACA JUGA:

  1. Budaya Pemberian Nama Orang Sabu, Satu Orang Bisa Memiliki Tiga Nama
  2. Silsilah Orang Sabu dari yang "Paling Keramat" sampai keturunan ke-71, atau Keturunan ke-21 dari orang pertama yang mendiami Tanah Sabu


Dau Ada (rombongan) sedang mengikat Pisau Kecil 
di kaki (Kaki Kiri) Ayam Dab'ba untuk siap bertarung 

Hal-Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Selama Perjalanan Menuju Tempat Berkumpul


Seperti tertulis sebelumnya, semua anggota ADA atau "DAU ADA" berjalan kaki, ada pula yang berkuda (zaman sekarang ada yang menggunakan kendaraan) menuju tempat berkumpul untuk sabung ayam. Mereka terdiri dari laki-laki dan perempuan, dari remaja hingga orangtua. Sepanjang perjalanan, DAU ADA Tidak boleh keluar atau terpisah dari rombongan. Tidak boleh buang air kecil atau besar sampai pulang. 


Sumber: Artikel ini disesuaikan dan dikembangkan oleh Sdr. Ely Goro Leba, berdasarkan Tulisan Pegiat budaya Sabu-Raijua: JEFRISON HARIYANTO FERNANDO, S.I.P.
___________________
Artikel  ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu kami untuk mengembangkan atau merevisinya. Silahkan tinggalkan komentar yang membangun di kolom komentar atau Hubungi kami.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel