"Promo dan Diskon", Dua Kata Paling Menggoda Para Istri, Tetapi Menakutkan para Suami




Masuk mall atau pasar kita pasti akrab dengan kata-kata ini:

1) Lagi promo, lagi promo, Mari-mar promo akhir tahun. Mari bu! Mari!

2) Obral 75%+20%, promo cuci gudang, ayo mbak! (Rp. 500.000, (dicoret) diganti dengan Rp. 100.000)

Itu adalah kata-kata paling ampuh dan magic bagi para pengusaha dan ahli marketing untuk mempengaruhi ibu-ibu dan cewek-cewek, sekaligus menguras habis isi dompet suami-suami. Apa lagi suami-suami takut istri. Karena ketika mendengar atau membaca kata-kata itu, kebanyakan ibu-ibu atau cewek-cewek, hati mulai tidak tenang, kaki perlahan langkah lebih cepat, dompet terasa mau loncat keluar dari dalam tas. Telinga mendadak panas, mata langsung melerok ke sana ke mari.  Kalau sudah begitu, suami-suami pasti mulai deg-degan.

Baca Juga:
  1. 14 Jurus Jitu Agar Tulisan Diterima Redaksi Media

Satu hal lagi yang buat ibu-ibu klepek-klepek adalah, ketika melihat baju atau sepatu yang punya dua label harga. Label yang pertama harga Rp.500.000 tetapi dicoret, kemudian diganti dengan Rp. 100.000. Itu pasti langsung masuk keranjang belanjaan, tanpa peduli kulkas sedang kosong melompong.


Fakta di label harga yang di coret, itu “dikadalin”
Trik penjual dalam menjual dagangannya memang selalu tidak pernah habis untuk menggoda pembeli dan pada umumnya sasarannya para ibu dan cewek-cewek. Salah satunya dengan mencoret harga yang lebih mahal dan tempelkan harga yang lebih murah. Tapi ibu-ibu pernah pikir gak sih? Fakta yang sebenarnya di balik itu?? Sadar nggak Kalau kalian sedang “dikadalin” oleh penjual….?
Logikanya saja, masak pengusaha mau rugi, dari Rp. 500.000 trus dijual Rp. 100.000. Rupanya tidak masuk akal sehat. Kecuali karena mabuk diskon dan promo.
Kalian wajib tahu apa fakta sebenarnya yang terjadi di balik “Harga Promo dan Diskon serta harga yang dicoret”. Baca dan pahami baik-baik ilustrasi berikut ini: “sebelumnya harga sepatu Rp. 75.000 saja, pada saat dibuat promo, harga Rp. 75.000 itu dicopot, diganti dengan harga Rp. 500.000 lalu angkanya dicore (Rp. 500.00 Kemudian ditempel lagi label harga Rp. 100.000, lalu ditulis “diskon 70% + 20 %”. Artinya, harga diskon itu saja sudah dibuat lebih mahal dari pada harga sebelumnya. Ngerti kan maksud saya? Jadi benarkan kalian “dikadalin” oleh pedagang? Maka dari itu, mulai sekarang, sadarlah…..!!!


Baca Juga:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel